Monday, 19 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Solok

Hati-Hati, Potong Ternak Rumianansia Produktif Dibui 3 Tahun Penjara

Kamis, 18 Juli 2019 - 20:36:59 WIB - 320
Hati-Hati, Potong Ternak Rumianansia Produktif Dibui 3 Tahun Penjara
Para narasumber foto bersama usai bintek penangan hewan qurban di Dinas Pertanian Kota Solok.


SOLOK - Warning bagi siapa saja yang memotong hewan ternak rumianansia produktif, baik kategori kecil maupun besar, akan dibui selama 3 tahun penjara. Peringatan ini tidak hanya berlaku bagi rumah potong hewan, tapi juga berlaku bagi tukang jagal secara mandiri, termasuk panitia qurban.

Iptu Laydi, Kasat Binmas Polres Solok Kota, Kamis (18/7) dalam Bintek Penanganan Hewan Qurban bagi pengurus mesjid maupun mushola di Dinas Pertanian Kota Solok, mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran hukum, dan bagian dari upaya dalam melindungi masyarakat dari perbuatan melanggar hukum.

UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 18 tahun 2019, tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan dengan tegas melarang masyarakat untuk tidak memotong hewan ternak rumianansia besar produktif dari jenis sapi dan kerbau.

"Ancaman hukumannya cukup berat maksimal 3 tahun penjara dan Rp. 300 juta bagi ternak Rumianansia (betina) besar produktif. Sedangkan untuk rumianansia kecil produktif diancam penjara 1 tahun dan denda Rp. 100 juta,"katanya.

Laydi meminta masyarakat untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dan melengkapinya dengan SKKH dan SKSR.

"Ada baiknya sebelum melakukan pemotongan hewan koordinasikan dengan instansi terkait dan lengkapi dengan izinnya," ujarnya.

Dr. H. Afni Musweri, dari Dinas Peternakan meminta masyarakat untuk sedikit lebih teliti dan cermat dalam memilih hewan qurban. Kesehatan hewan harus jadi perhatian utama agar daging yang dikonsumsi lebih sehat dan segar serta layak konsumsi.

"Jangan beli ternak yang menderita sakit radang paru-paru, kurap, pink eyes, perut kembung, sakit kuku, pembusukan kuku, sakit mulut dan penyakit lainnya yang bisa mengancam kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya," pungkasnya.

Kemudian, H. Zul Elfian, SH, MSi, Dt. Tianso dalam surat edarannya Nomor : 520/997/DTAN.3/2019, dengan tegas melarang pemotongan ternak rumianansia besar produktif dari jenis sapi dan kerbau sesuai aturan berlaku. Pemotongan ternak harus dilengkapi dengan Surat Izin Kesehatan Hewan (SKKH), dan Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR). (Zfk)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: hukum,solok,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Lebaran Idul Adha, Sekelompok Pemuda di Jorong Batu Kulambai Solsel Santuni Anak Yatim dan Piatu

Lebaran Idul Adha, Sekelompok Pemuda di Jorong Batu Kulambai Solsel Santuni Anak Yatim dan Piatu

SOLSEL - Sekelompok pemuda di Jorong Batu Kulambai, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan KPGD, Solok Selatan menggelar...

TNI Bersama Rakyat Dalam TMMD/N Ke 105 Tahun 2019, Sasar Kabupaten Agam

TNI Bersama Rakyat Dalam TMMD/N Ke 105 Tahun 2019, Sasar Kabupaten Agam

BUKITTINGGI -- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bekerja sama menggelar program TNI Manunggal...

Gerakan Basmi Narkoba dan LGBT, Pemuda Manggis Gantiang Adakan Kejuaraan Futsal se Sumbar

Gerakan Basmi Narkoba dan LGBT, Pemuda Manggis Gantiang Adakan Kejuaraan Futsal se Sumbar

BUKITTINGGI - Dalam rangka merayakan 74 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019...

Dirjen Otoda Kemendagri RI Kaji Pilkada Serentak di Padang

Dirjen Otoda Kemendagri RI Kaji Pilkada Serentak di Padang

PADANG -- Direktorat Jendral Otonomi Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Otda Kemendagri) melakukan kajian rencana...

Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Adakan Pelatihan Pengembangan Usaha Bagi UKM di Pasbar

Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Adakan Pelatihan Pengembangan Usaha Bagi UKM di Pasbar

PASAMAN BARAT -- Puluhan Peserta Pelatihan Pengembangan Usaha Bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kawasan Wisata...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media