Monday, 19 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Dinpar Sumbar Adakan Sosialisasi Sertifikasi Halal

Jumat, 19 Juli 2019 - 08:22:35 WIB - 468
Dinpar Sumbar Adakan Sosialisasi Sertifikasi Halal
sosialisasi Sertifikasi Halal Bagi Industri Pariwisata se Provinsi Sumatera Barat


BUKITTINGGI -- Provinsi Sumatera Barat sebagai destinasi pariwisata halal, melalui Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat menggelar sosialisasi Sertifikasi Halal Bagi Industri Pariwisata se Provinsi Sumatera Barat hotel Rocky Kota Bukittinggi, Kamis (18/7/2019) diikuti perwakilan dinas pariwisata dan dinas kesehatan Kabupaten/Kota, PHRI, HPI, asosiasi industri pariwisata.

Hadir anataralain Faisal F Fuski, Tim Percepatan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata RI, Kepala dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Ir. Oni Yulfian, M.BTM diwakilkan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Doni Hendra, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar, Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Anastasia

Dalam sambutannya Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Doni Hendra, mengatakan saat ini di tahun 2019 posisi Provinsi Sumatera Barat menduduki posisi 4 terbaik nasional, untuk menjadi terbaik nasional banyak hal yang perlu harus dilengkapi, salah satunya adalah dukungan industri pariwisata untuk sertifikasi halal. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengajak pengusaha rumah makan dan restoran hotel untuk sertifikasi halal.

"Saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama-sama dengan DPRD sedang membahas Ranperda penyelenggaraan pariwisata halal, mudah-mudahan tahun ini bisa disahkan, sehingga kita memiliki pedoman untuk penerapan wisata halal ini," ucap Oni Yulfian.

Sementara itu, Faisal F Fuski, Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata RI yang juga sebagai narasumber menjelaskan kepada wartawan MinangkabauNews.com, sertifikat halal yang dikeluarkan MUI ini sangat penting sekali, karena ini kaitannya dengan wisatawan muslim nusantara maupun mancanegara. Ketika mereka mencari rumah makan/restoran hotel, yang dicari pasti rumah makan yang halal.

Untuk menentukan halal atau tidak, dari mulai produksi hingga hasil produksi dan penyajiannya dilakukan proses oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI. Jika hasinya tidak ditemukan unsur haram dan disahkan MUI, rumah makan/restoran bisa menempelkan atau meletakan sertifikat halal tersebut agar wisatawan yang datang tidak ragu lagi dengan hidangan yang ada, jelas Faisal.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Doni Hendra menjelaskan pada data terakhir yang terdapat di dinas pariwisata Provinsi Sumatera Barat dari LPPOM MUI ada 24 rumah makan/restoran halal, baik yang disubsidi maupun yang mandiri. Doni pun menghimbau dan mengajak agar pemilik rumah makan/restoran mau mengikuti dalam bentuk Sosialisasi Sertifikasi Halal Bagi Industri Pariwisata.

Pariwisata halal Provinsi Sumatera Barat esensi itu ada tiga, yaitu Pelayanan yang baik, Destinasi yang bersih dan Produk halal. Dengan demikian wisatawan yakin datang ke Provinsi Sumatera Barat, tentu kunjungan wisatawan akan meningkat. Ditambahkan keterangan Doni, media sebagai pentahelix dari pariwisata yang turut berperan memajukan pariwisata khususnya pariwisata Provinsi Sumatera Barat, tungkuh Doni Hendra.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar mengatakan MUI mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Bicara masalah sertifikasi ini mengarah kepada bisnis, jadi sebaiknya kita berbicara lebih mendasar bahwa halal atau haram itu adalah kebutuhan kita sebagai seorang beriman. Apalagi di ranah Minang yang senantiasa kita terus gaungkan kita hidup dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"MUI tetap bergerak sisi pertama memberikan edukasi kepada umat pemahaman tentang halal dan haram dan sisi kedua memfasilitasi pebisnis kita yang memang membutuhkan sertifikasi halal, kedua sisi ini dijalankan MUI, namun tentu kehadiran peraturan-peraturan daerah sangat kita harapkan, karena dengan itu akan ada suatu keharusan bagi perusahaan, kalau sekarang sifatnya volunteer (sukarelawan) artinya kalau mau mengurus ya mengurus kalau tidak ya tidak apa-apa," pungkas Buya Gusrizal Gazahar. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: pariwisata,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

MIS Raudhatul Ibadah Pasaman Optimis Siswanya Lanjut ke KSM Tingkat Nasional

MIS Raudhatul Ibadah Pasaman Optimis Siswanya Lanjut ke KSM Tingkat Nasional

PASAMAN - Madrasah Ibtidaiyah Raudhatul Ibadah (MIS RI) optimis juara, pada siswanya yang akan yang akan berlaga di...

Pasca Abrasi di Pantai Dusun Maosa, BPBD Mentawai Pasang Tanggul Penahan Ombak Darurat

Pasca Abrasi di Pantai Dusun Maosa, BPBD Mentawai Pasang Tanggul Penahan Ombak Darurat

MENTAWAI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, lalukan penanganan abrasi pantai di...

Peringati HUT RI ke-74, Dinas Perpustakaan dan Arsip Pasaman Adakan Lomba Bercerita Tingkat SD /MI

Peringati HUT RI ke-74, Dinas Perpustakaan dan Arsip Pasaman Adakan Lomba Bercerita Tingkat SD /MI

PASAMAN - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Hut) RI ke - 74 Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasaman...

Aisyiyah Terpilih Jadi Utusan Padang Panjang Lomba Pilar Sosial Berprestasi Tingkat Nasional

Aisyiyah Terpilih Jadi Utusan Padang Panjang Lomba Pilar Sosial Berprestasi Tingkat Nasional

PADANG PANJANG -- Panti asuhan Pimpinan Daerah Aisyiyah Padang Panjang terpilih mewakili Kota Padang Panjang di lomba...

Saat Wisuda Periode ke II Angkatan ke VIII Tahun 2019, IAIN Batusangkar Gelar Fuad Fair

Saat Wisuda Periode ke II Angkatan ke VIII Tahun 2019, IAIN Batusangkar Gelar Fuad Fair

TANAH DATAR - Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar mengelar berbagai acara saat wisuda periode ke II...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media