Monday, 19 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Kasus DBD di Kota Pariaman Meningkat, Dinkes Lakukan Fogging

Jumat, 19 Juli 2019 - 15:30:43 WIB - 277
Kasus DBD di Kota Pariaman Meningkat, Dinkes Lakukan Fogging
Pengasapan/Fogging di Kel.Taratak Kota Pariaman.


PARIAMAN - Dinas Kesehatan Kota Pariaman melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular melakukan Fogging di Kelurahan Taratak Kecamatan Pariaman Tengah Kamis (18-07-2019).

Rio Arisandi selaku kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular menegaskan fogging ini mereka lakukan setelah mendapatkan laporan dari Puskesmas Pariaman ke Dinas Kesehatan bahwasanya telah terdapat satu penderita DBD di Kelurahan Taratak Kota Pariaman. Menanggapi hal tersebut mereka turun dengan tim kelapangan untuk memantau dan melakukan fogging ini.

Beliau juga mengatakan dalam wawancaranya Kamis (18-07-2019) pada pengawasan yang beliau lakukan disaat petugas sedang melakukan fogging, bahwa Fogging itu adalah pengasapan dengan focus lokasi dalam radius tertentu, dan fogging ini hanya bisa dilakukan jika di sebuah daerah ditemukan adanya kasus DBD, dan di Indonesia sendiri fogging untuk mengatasi DBD ini harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan tapi harus berdasarkan kasus yang ada.

"Fogging ini tidak hanya kami lakukan dirumah penderita penyakit DBD saja tapi kami juga melakukan pengasapan ini dalam radius 200 meter dari rumah sipenderita, karena di sini banyak instansi pemerintah jadi instansi ini juga ikut kami fogging untuk mencegah nyamuk aedes aegypti menjangkiti pegawai yang berkantor disekitar rumah sipenderita tersebut," ujar kabid lulusan dari Sience Apoteker ini.

Rio juga menjelaskan bahwa nyamuk Aedes Aegypti ini adalah faktor utama penyebab penyakit DBD yang harus selalu diwaspadai, untuk itu perlu dicegah dengan cara melakukan gerakan 3M Plus, yaitu menutup penampungan air, menguras bak mandi, mendaur ulang barang bekas, dan Plusnya adalah dengan memelihara ikan, memakai kelambu, menebar abate, dan menanam tanaman pengusir nyamuk DBD di sekitar rumah dan lingkungan setempat.

Lebih lanjut beliau menerangkan bahwa fogging ini adalah langkah terakhir yang dilakukan untuk memberantas nyamuk aedes ini menyebar, dalam kegiatan ini diturunkan 4 orang petugas pengasapan dan 2 orang petugas pengawas dari Dinas Kesehatan dan dibantu juga oleh tenaga medis dari Puskesmas Pariaman dalam hal memantau lokasi dan warga yang ada disini.

Rio menghimbau kepada masyarakat jangan diharapkan fogging ini bisa untuk membunuh nyamuk karena fogging ini adalah langkah terakhir yang dilakukan untuk DBD dan jika fogging ini dilakukan tidak sesuai dengan aturan yang ada maka fogging ini bisa menyebabkan nyamuk akan jadi kebal.

Untuk itu cegahlah nyamuk itu berkembang biak dengan cara rajin membersihkan rumah, dan jika anda mengalami tanda-tanda demam berdarah seperti sakit kepala parah, demam tinggi tiba-tiba, nyeri otot dan sendi, sakit dibelakang mata, merasa lelah, mual, muntah, muncul bintik-bintik merah di kulit hidung atau gusi berdarah segeralah berobat ke rumah sakit terdekat.

Terpisah pada Jumat (19/07) melalui sambungan Hp Rio mengatakan Kasus DBD di tahun 2019 cenderung meningkat.

"Informasi data sementara jumlah kasus di tahun ini dari Januari hingga Juni sudah ada 40 kasus, masih tertinggi di Kecamatan Pariaman Tengah," ungkapnya. (war)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: kesehatan,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

HUT Kemerdekaan RI, Masyarakat Sungayang Gelar Upacara Bendera Diatas Bukit Kasumbo

HUT Kemerdekaan RI, Masyarakat Sungayang Gelar Upacara Bendera Diatas Bukit Kasumbo

TANAH DATAR -- Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan memeriahkan kemerdekaan negara Indonesia, Pasukan...

Aparat Gabungan Amankan 14 Orang di Sebuah Hotel Melati di Padang

Aparat Gabungan Amankan 14 Orang di Sebuah Hotel Melati di Padang

PADANG -- Aparat gabungan melakukan razia pasangan bukan suami istri di Hotel melati dan tempat-tempat hiburan malam,...

Workshop Pengelola GSMS, Wabup Suhatri Bur: Jangan Sampai Kepsek Tak Paham

Workshop Pengelola GSMS, Wabup Suhatri Bur: Jangan Sampai Kepsek Tak Paham

PADANG PARIAMAN - Wabup Suhatri Bur, SE, MM membuka acara Workshop Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Hotel Minang...

Driver GoJek Pertanyakan Kenaikan Tarif, Akibat Pemberlakuan Keputusan Menhub

Driver GoJek Pertanyakan Kenaikan Tarif, Akibat Pemberlakuan Keputusan Menhub

...

Mengenal Sosok Butet, Penerima Penghargaan dari Polres Agam yang Memiiki Keterbatasan

Mengenal Sosok Butet, Penerima Penghargaan dari Polres Agam yang Memiiki Keterbatasan

AGAM -- Siapa sih yang tidak kenal dengan Butet, salah seorang penerima penghargaan dari Kapolres Agam di saat Hari...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media