Monday, 16 Dec 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pasaman barat

Setelah Surati Presiden RI, Poktan ANRP Akan Turun ke Lahan HGU PT. Anam Koto

Selasa, 06 Agustus 2019 - 16:33:29 WIB - 922
Setelah Surati Presiden RI, Poktan ANRP Akan Turun ke Lahan HGU PT. Anam Koto
Surat pemberitahuan dari Poktan Anak Nagari Rantau Pasaman.


PASAMAN BARAT - Kelompok Tani Anak Nagari Rantau Pasaman (Poktan ANRP), Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) berencana akan ambil alih lahan Hak Guna Usaha (HGU) nomor 11 tanggal 07 Juli 1999 yang saat ini dikuasai oleh PT. Anam Koto. Rencana pemngambil alihan ini dilakukan karena adanya dugaan cacat hukum dan tidak sesuai dengan kesepakatan.

Poktan ANRP telah melayangkan surat ke Presiden Republik Indonesia beserta beberapa Kementerian terkait dengan Nomor surat : 001/KT-ANRP/Pas-Bar/VII-2019 serta tembusan nya ke beberapa instansi terkait ditingkat Propinsi Sumatera Barat serta Kabupaten Pasaman Barat pada 22 Juli 2019 lalu.

Kelompok Tani Yunasril, SE, di dalam surat yang dilayangkan tersebut menjelaskan bahwa PT. Anam Koto diduga melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf e dan g dan atau Pasal 20 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas tanah dan atau Pasal 18 ayat (2) huruf c UU Nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan.

Di dalam surat tersebut mereka juga meminta Presiden Republik Indonesia melalui kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional agar mencabut izin PT. Anam Koto yang disinyalir telah melakukan kegiatan dan keberadaan nya tidak sesuai dengan peraturan perundangan.

"Untuk tindak lanjut dari surat yang kami layangkan tersebut, kami dari Kelompok Tani Anak Nagari Rantau Pasaman akan turun ke lahan HGU PT. Anam Koto tersebut pada 26 Agustus 2019 nanti," kata Yunasril.

Disampaikannya, mereka akan memancang dan menguasai lahan HGU tersebut dan antara Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B) seluas 2.285,1 Ha dengan lahan terlantar yang sudah pernah dikerjakan dan ditanami oleh Poktan Anak Nagari Rantau Pasaman.

"Selain itu kami akan menghentikan Seluruh kegiatan PT. Anam Koto yang berada pada HGU No. 11 tahun 1999 tersebut sampai adanya surat keputusan pemerintah yaitu Presiden RI dan atau Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional", tutup Yunasril.

Sementara itu, Pihak PT. Anam Koto melalui Humas Viky Susanto saat dihubungi Minangkabaunews.com melalui telepon seluler, Selasa (6/8/19) menyampaikan, kabar itu memang sudah sampai ke pihak perusahaan, namun katanya dia belum bisa berkomentar.

"Untuk sekarang kita belum bisa memberikan komentar, terkait adanya info akan turunnya Poktan Anak Nagari Rantau Pasaman ke lahan HGU kami, ini juga belum bisa kita pastikan," katanya. (EL)

Loading...
Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: hukum,pasaman-barat,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Air Sungai Meluap, Lahan Cabai Hanyut, Limapuluh Kota Waspada Banjir

Air Sungai Meluap, Lahan Cabai Hanyut, Limapuluh Kota Waspada Banjir

LIMA PULUH KOTA - Sejumlah sungai meluap di Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatra Barat akibat dari curah hujan...

Kuras ATM Curian, Seorang Honorer di Mentawai Ditangkap Polisi

Kuras ATM Curian, Seorang Honorer di Mentawai Ditangkap Polisi

MENTAWAI -- Unit Reskrim Polres Mentawai malalui Polsek Sikakap mengamankan seorang honorer inisial MS (26), warga...

Aksi Heroik Wahyu Lakukan Penyelamatan Balita Hanyut,  Polres Solsel Beri Penghargaan

Aksi Heroik Wahyu Lakukan Penyelamatan Balita Hanyut, Polres Solsel Beri Penghargaan

SOLOK SELATAN -- Atas keberanian dan aksi Wahyu, pemuda yang melakukan penyelamatan balita, Aldi (3) di Jembatan Batang...

Duduk di Kursi Lapuk, Siswa SMP di Pasaman Barat Tetap Semangat Belajar

Duduk di Kursi Lapuk, Siswa SMP di Pasaman Barat Tetap Semangat Belajar

PASAMAN BARAT - Hampir 70 persen mobiler Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat...

Tidak Terima Tanahnya Masuk Tanah Konsolidasi, Warga Ampang Kualo Geruduk BPN

Tidak Terima Tanahnya Masuk Tanah Konsolidasi, Warga Ampang Kualo Geruduk BPN

SOLOK -- Tidak terima tanahnya masuk tanah konsolidasi, ratusan warga perumahan Griya Ampang Kualo Kecamatan Tanjung...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media