Tuesday, 17 Sep 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Terkait Pengurusan Sertifikat Prona yang Belum Kunjung Usai, Ini Tanggapan BPN Pessel

Selasa, 06 Agustus 2019 - 20:26:52 WIB - 339
Terkait Pengurusan Sertifikat Prona yang Belum Kunjung Usai, Ini Tanggapan BPN Pessel
Kepala Kantor BPN Pessel Efrizal saat ditemui wartawan dikantornya. (Ist)


PESISIR SELATAN - Berikut tanggapan Pihak Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Pesisir Selatan terkait Pemberitaan Minangkabaunews.com pada hari Senin 5 Agustus 2019 lalu dengan judul "Sudah Tiga Tahun Tak Kunjung Usai, Warga Air Haji Pessel Pertanyakan Sertifikat Prona".

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pessel Efrizal ditemui Minagkabaunews.com di ruang kerjanya, Selasa (6/8/2019) membenarkan bahwa yang bersangkutan atas nama Syafrizal bagian pengadaan tanah bersama Ketua panitia Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Aguslim memberikan keterangan.

"Betul pak, memang ada kendala pada 18 sertifikat Prona tersebut, seperti adanya nama yang tidak sesuai dengan data, beberapa sertifikat yang nomor hak miliknya ganda, kemudian berkas yang sudah dicetak tidak ditemukan atau tercecer. Dalam minggu ini, semua persoalan akan selesai, saya berjanji," ucap Syafrizal dihadapan kepala BPN Pessel Efrizal.

Selanjutnya ia menyebutkan, memang ada 2 sertifikat yang didaftarkan melalui jalur umum milik masyarakat atas nama Danur sudah terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Sedangkan milik Via masih tahap verifikasi di kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Pesisir Selatan.

"Ya, dalam minggu ini bakal kami lakukan pengukuran kelapangan sekaligus berkoordinasi dengan Ketua KAN Air Haji," katanya.

Kepala BPN Pessel, Efrizal menegaskan, ia selaku pimpinan juga ikut bertanggung jawab atas persoalan anak buahnya tersebut. Dalam minggu ini, semua persoalan tersebut dapat diselesaikan.

"Jika semua persoalan sudah clear dan tidak ada kendala, maka sertifikat segera diserahkan langsung ke tangan masyarakat," katanya.

Efrizal menambahkan, kalau ada masyarakat dibebankan sebanyak Rp250 ribu terkait pengurusan sertifikat PTSL maupun Prona, itu memang dibebankan kepada masyarakat, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) tiga menteri dan ditindak lanjuti dengan peraturan bupati.

"Dana tersebut sama sekali tidak masuk ke BPN. Sebab, itu masuk biaya patok, operasional, administrasi dan alas hak atas tanah. Jika ada pengukur yang menerima uang dibawah, silahkan laporkan dan akan kami proses. Sebab, itu termasuk pungli," tuturnya. (Rio)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Edarkan Narkoba, Kepala Dusun di Pariaman ini dan Dua Temannya Diciduk Polisi

Edarkan Narkoba, Kepala Dusun di Pariaman ini dan Dua Temannya Diciduk Polisi

PARIAMAN - Terlibat narkoba, kepala dusun beserta dua orang temannya diamankan Satresnarkoba Pariaman di Desa Padang...

Sebelum Ditemukan Akhiri Hidup dengan Seutas Tali, Seorang Istri di Agam Mengatakan Ini

Sebelum Ditemukan Akhiri Hidup dengan Seutas Tali, Seorang Istri di Agam Mengatakan Ini

AGAM - Diduga merasa bersalah terhadap suami, Desi (nama samaran) warga Jorong Data Baringin, Nagari Baringin,...

Dilanda Kemarau Panjang, Kabupaten Mentawai Mengalami Kritis Air Bersih

Dilanda Kemarau Panjang, Kabupaten Mentawai Mengalami Kritis Air Bersih

MENTAWAI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai lakukan pendistribusian air kepada...

Ironi, Ternyata Ada 189 Unit Rumah Hampir Ambruk di Pessel

Ironi, Ternyata Ada 189 Unit Rumah Hampir Ambruk di Pessel

PESISIR SELATAN -- Miris melihat sebanyak 189 unit rumah masyarakat di Kenagarian Rawang Malelo, Kecamatan Sutera,...

Ternyata Gara-gara Habibie Kita Bisa Pakai Handphone Seperti Sekarang, Begini Ceritanya

Ternyata Gara-gara Habibie Kita Bisa Pakai Handphone Seperti Sekarang, Begini Ceritanya

TEKNOLOGI - Anak-anak yang hidup di Masa sekarang, yang kerap addicted dengan smartphone di tangan, harus kenal siapa...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media