Tuesday, 17 Sep 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

Pemerataan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, 74 KPM PKH di Padang Pariaman Dirotasi

Rabu, 07 Agustus 2019 - 10:39:33 WIB - 220
Pemerataan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, 74 KPM PKH di Padang Pariaman Dirotasi
74 keluarga di Padang Pariaman yang secara sadar mundur sebagai penerima bantuan PKH.


PADANG PARIAMAN - Sebanyak 74 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) telah mengundurkan diri sebagai penerima bantuan atau disebut juga dengan Graduasi Mandiri Sejahtera PKH Kabupaten Padang Pariaman.

Keluarga tersebut mundur secara sukarela karena sudah mampu dan bisa menghidupi keluarganya sendiri.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Hendra Aswara mengapresiasi masyarakat yang secara sadar mengundurkan diri sebagai penerima bantuan PKH.

"Per Juli 2019, ada 74 keluarga yang secara sadar mundur sebagai penerima bantuan PKH. Saat ini kita terus gencar menghimbau masyarakat yang sudah mampu untuk keluar dari PKH dan kemudian diusulkan keluarga miskin yang berhak menerima sebagai pengganti, sehingga terjadi pemerataan di tengah keterbatasan," ujar Hendra saat menghadiri Praktek Kerja Lapangan Pendamping PKH di Nagari Sungai Buluh, Kec. Batang Anai, Senin (5/8).

Ditambahkannya bahwa penerima bantuan PKH di Padang Pariaman sebanyak 17.033 Kelapa Keluarga. Penerima bantuan PKH tersebut difasilitasi Pendamping PKH sebagai ujung tombak dalam sosialisasi pemanfaatan dana PKH.

"Kita punya 66 Pendamping PKH yang setiap hari mengawasi penggunaan dana PKH dan juga memberikan pemahaman pola asuh, hidup sehat, pendidikan dan lainnya," ujar mantan Kepala Dinas PMPTP itu.

Sementara Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Aprizondi menjelaskan PKH adalah program pemberian bantuan bersyarat kepada keluarga atau seseorang yang miskin dan rentan.

"Kepada penerima bantuan PKH, kita pasang stiker di rumahnya sebagai keluarga miskin," kata Aprizondi.

"Maksud pemasangan stiker adalah sebagai penanda bahwa rumah tersebut sebagai keluarga miskin. Jika tidak benar keluarga tersebut keluarga miskin maka secara rasional pasti mereka malu," pungkas Aprizondi. (Aji)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: padang-pariaman,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Seorang Buron Curanmor Diciduk Polisi Pessel

Seorang Buron Curanmor Diciduk Polisi Pessel

PESISIR SELATAN -- Jajaran Sat Reskrim Polsek Linggo Sari Baganti bersama Tim Opsnal Polres Pesisir Selatan berhasil...

Hindari Potensi Penyakit Kanker Serviks dengan 6 Cara Ini

Hindari Potensi Penyakit Kanker Serviks dengan 6 Cara Ini

KESEHATAN - Ada sejumlah penyakit yang hanya menjangkit perempuan. Yang sering kita dengar adalah kanker serviks yang...

Inilah Pernyataan MUI Pusat terkait Disertasi Abdul Aziz Seks Nonmarital Konsep Milk Al-Yamin

Inilah Pernyataan MUI Pusat terkait Disertasi Abdul Aziz Seks Nonmarital Konsep Milk Al-Yamin

JAKARTA -- Menyikapi kegaduhan di tengah publik, Majelis Ulama Indonesia pusat mengeluarkan pernyataan resmi terkait...

Dua Remaja Hisap Lem Diamankan, Urusan Pembinaan Diserahkan ke Satpol PP Padang

Dua Remaja Hisap Lem Diamankan, Urusan Pembinaan Diserahkan ke Satpol PP Padang

PADANG -- Polsek Padang Selatan mengamankan dua remaja berinisial FA (14) dan temannya RN (14) lagi asyik hisap lem di...

Walikota Padang Mahyeldi Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga

Walikota Padang Mahyeldi Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga

PADANG -- Kabut asap yang melimuti Kota Padang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga kini...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media