Tuesday, 17 Sep 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Anomali Kebudayaan di Nagari Talunan Maju, Solok Selatan

Kamis, 08 Agustus 2019 - 19:14:04 WIB - 580
Anomali Kebudayaan di Nagari Talunan Maju, Solok Selatan
Ilustrasi (Foto: idntimes)


Oleh: Lola Ramadhana

Kebudayaan merupakan hal penting untuk menjadi sebuah ciri khas dari suatu daerah tertentu. Hal ini dikarenakan, dengan adanya kebudayaan suatu daerah tentunya akan memberikan pengaruh dalam lingkup bidang kehidupan lainnya. Masyarakat dan kebudayaan merupakan dua hal yang saling berkesinambungan antara satu dengan yang lain. Begitu juga halnya dengan kehidupan kebudayaan masyarakat di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan.

Nagari Talunan Maju merupakan Nagari yang tergolong cukup muda. Hal ini dikarenakan nagari ini dibentuk pada tahun 1987. Bertolak dari asal-usul nagari, Talunan Maju merupakan hasil pemekaran dari Sungai Kunyit. Pada mulanya, masyarakat nagari Talunan Maju berasal dari transmigran baik nasional maupun lokal. Pada tahun 1987 pemerintah pada saat itu melakukan upaya pemerataan penduduk di seluruh Indonesia termasuk Solok Selatan.

Bertolak dari masyarakat trans yang berasal dari masyarakat trans terdiri dari daerah Jawa dan Sunda menjadikan Nagari Talunan Maju sebagai nagari yang beranomalikan kebudayaan. Anomali dalam hal ini, tidak mengartikan Nagari Talunan Maju menyimpang dalam hal kebudayaan. Akan tetapi, lebih menempatkan pada ketidakpunyaan serta ketidakjelasan nagari ini memiliki kebudayaan atau tidaknya. Bertanahkan lingkungan dengan kebudayaan Minangkabau, tidak menjerumuskan pada hal perbedaan suku atau bangsa. Masyarakat Nagari Talunan Maju yang umumnya berisikan orang jawa mampu menyeimbangkan pola hidup dengan lingkungan yang berbeda kebudayaan seperti Minangkabau ini. Tentunya tidak salah jika hal tersebut menimbulkan anomali kebudayaan pada kenagarian Talunan Maju ini. Artinya di Kenangarian Talunan Maju tidak terdapat kebudayaan yang menjadi ciri khas Nagari.

Faktor adanya anomali pada sistem kebudayaan pada sebagian masyarakat adalah tidak adanya kontrol sistem kebudayaan tersebut. Kontrol sistem kebudayaan tersebut menjadi proses penguatan budaya dalam menciptakan masyarakat yang beradab, dan sesuai dengan sistem sosial dan budayanya. Kontrol yang dimaksud dapat dikatakan seperti proses sosialisasi. Proses sosialisasi adalah proses dimana seorang individu menerima pengaruh, peranan, tindakan orang-orang di sekitarnya, seperti kakak, adik mertua, paman dan lain-lainnya untuk mengikuti suatu kebudayaan. Artinya, sistem kebudayaan yang turun temurun masih dipegang teguh oleh masyarakatnya.

Anomali tidak dapat dikatakan memberikan gambaran yang buruk terhadap suatu kebudayaan. Jika menilik kembali, anomali tersebut bisa menjadi ruang tertentu bagi kebudayaan suatu nagari. Artinya di Nagari Talunan Maju, dapat memilki ciri khas campuran antara kebudayaan Jawa dan Minangkabau yang timbul dikarenakan anomali tersebut. Akan tetapi, hal tersebut tentunya tidak dapat menjadi suatu landasan adanya kebudayaan inti dalam masyarakat di Kenagarian Talunan Maju ini. Oleh sebab itu, sangat diperlukan peran dari masyarakat serta dukungan pemerintah untuk dapat memperjelas kebudayaan suatu daerah. Sehingga tidak ada lagi ketidakjelasan kebudayaan yang timbul ditengah masyarakat. Indonesia merupakan negeri yang kaya akan kebudayaan serta beranekaragam. Oleh karena itu, keanekaragaman kebudayaan tersebut apabila melebur menjadi satu ditengah masyarakat yang majemuk. Maka sangat dibutuhkan kontrol dan peran baik dari masyarakat itu sendiri maupun dari pemerintah. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: metro,opini,solok-selatan,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Warga Gerebek Oknum Dosen dan Mahasiswa LGBT di Padang, Inilah Kata PWM Sumbar

Warga Gerebek Oknum Dosen dan Mahasiswa LGBT di Padang, Inilah Kata PWM Sumbar

PADANG -- Menyikapi ramainya pemberitaan media online soal pasangan sejoli LGBT yang digerebek warga di kawasan Lubuk...

Inilah 9 Formatur Terpilih PW IPM Sumbar 2018-2020

Inilah 9 Formatur Terpilih PW IPM Sumbar 2018-2020

SOLOK -- Setelah melewati pemilihan secara formatur, Sebanyak 169 peserta Muswil IPM Sumbar XXI memberikan hak...

Pengabdian Masyarakat, UNP Edukasi Pelaku Usaha Songket Halaban

Pengabdian Masyarakat, UNP Edukasi Pelaku Usaha Songket Halaban

LIMAPULUH KOTA -- Pelaku usaha dan industri rumah tangga tenunan songket Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban...

Dari DPMPTP, Palanta Untuk Masyarakat Padang Pariaman

Dari DPMPTP, Palanta Untuk Masyarakat Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN - Dalam mewujudkan Pelayanan Prima DPMPTP Kabupateb Padang Pariaman kembali meluncurkan inovasi terbaru...

Terkait Kasus Dana Hibah Koni 2018-2019, Polisi Periksa Bendahara Koni Pessel

Terkait Kasus Dana Hibah Koni 2018-2019, Polisi Periksa Bendahara Koni Pessel

PESISIR SELATAN - Kepolisian Resort Kabupaten Pesisir Selatan kembali melakukan penyelidikan kasus dugaan dana hibah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media