Tuesday, 17 Sep 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Payakumbuh

Temuan UPTD Kesehatan Hewan, 17 Ekor Sapi Kurban Di Payakumbuh Diganti, Ini Alasannya

Jumat, 09 Agustus 2019 - 19:56:58 WIB - 317
Temuan UPTD Kesehatan Hewan, 17 Ekor Sapi Kurban Di Payakumbuh Diganti, Ini Alasannya
salahsatu kandang sapi milik warga di Kelurahan Tigo Koto Diateh Kecamatan Payakumbuh Utara, ketika dilakukan pemeriksaan, jumat (9/8)


PAYAKUMBUH - Untuk hewan kurban jenis Sapi pada hari raya Idul Adha 1440 Hijiriyah mendatang, Dinas Pertanian dan pertenakan Kota Payakumbuh melalui UPTD Kesehatan Hewan (Keswan), mengeluarkan Sebanyak 1.300 Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hal itu dilakukan sapi yang akan menjadi kurban dan kosumsi masyarakat dinilai layak dan sehat untuk di sembelih.

Disamping itu Keswan juga merekomendasikan sebayak 17 ekor sapi untuk diganti dan tidak dilakukan penyembelihan ketika hari raya Idul Adha nanti. Belasan Sapi tersebut dinilai tidak sehat dan usia masih belia.

"Ada 1.300 surat keterangan yang kita keluarkan. 17 ekor sapi kita rekomendasikan untuk diganti karna dalam kondisi sakit. Juga alasan sapi dalam keadaan bunting sehingga kita minta untuk diganti dengan sapi lain," kata Kepala UPTD Keswan Kota Payakumbuh, drh Trisna Yesy saat melakukan pemeriksaan kesehatan sapi di salah satu kandang milik pedagang di Kelurahan Tigo Koto Diateh Kecamatan Payakumbuh Utara, kepada awak media, Jumat (9/8).

Ditambahkannya, Kota Payakumbuh pada hari raya kurban tahun 2019 ini, untuk jumlah sapi yang akan disembelih berkisar 1.900 hingga 2.000 ekor. "Belum semua kita keluarkan SKKH nya. Namun petugas akan terus melakukan pemeriksaan hingga jadwal pemotongan hewan kurban nanti," tambanya.

Diakui Kepala UPTD Keswan, masih cukup banyak ditemui sapi betina yang akan dijadikan masyarakat untuk kurban ketika dilakukan pemeriksaan. Sebenarnya ada penurunan untuk pemotongan sapi betina sebagai hewan kurban. Tapi memang persentase sapi betina yang disembelih masih cukup besar, yaitu sekitar 60 persen dan sisanya 40 persen merupakan sapi jantan," ungkapnya.

Pihak UPTD Keswan sudah melakukan pemetaan terkait penyembelihan sapi betina masa produktif. Untuk meminimalisir hal tersebut, pihaknya selalu menggencarkan sosialisasi di daerah-daerah yang persentase penyembelihan sapi betinanya masih cukup tinggi.

"Sudah kita petakan dan akan disosialisasi tentang kesehatan hewan kurban dan hewan produktif," tutup drh Trisna Yesy. (Rino)


Editor/Sumber: Rino Chandra
Tag: payakumbuh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Penyanyi Pendatang Baru Berdarah Sunda-Tunisia, Tasha Bouslama Rilis Single Satu Dua Tiga

Penyanyi Pendatang Baru Berdarah Sunda-Tunisia, Tasha Bouslama Rilis Single Satu Dua Tiga

SHOWBIS - Setelah melalui proses yang panjang dan berliku, solois cantik Tasha Bouslama akhirnya merilis single...

Aktivis Muda Ade Herdiwansyah: Generasi Milenial Harus Melek Politik

Aktivis Muda Ade Herdiwansyah: Generasi Milenial Harus Melek Politik

PASAMAN BARAT --Generasi milenial akan sangat menentukan arah Sumatera Barat ke depan. Sebab generasi yang juga sering...

Muswil IPM Sumbar XXI Resmi Dibuka di Solok, Ini Pesan Mendikbud Muhadjir Effendy

Muswil IPM Sumbar XXI Resmi Dibuka di Solok, Ini Pesan Mendikbud Muhadjir Effendy

SOLOK -- Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumbar menggelar Musyawarah Wilayah IPM ke-XXI di...

Ketua Bawaslu Sumbar: Agam Teratas Pada Temuan dan Laporan Pelanggarn Pemilu di Sumbar

Ketua Bawaslu Sumbar: Agam Teratas Pada Temuan dan Laporan Pelanggarn Pemilu di Sumbar

AGAM - Guna mensosialisasikan kegiatan penyelanggaraan Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam...

Pembangunan Jembatan Mapaddegat -  Homestay Mentawai Sudah 55 Persen

Pembangunan Jembatan Mapaddegat - Homestay Mentawai Sudah 55 Persen

MENTAWAI - Pembangunan Jembatan Mapaddegat - Homestay yang saat ini dikerjakan PT Wasaka Tomo Engineering sudah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media