Saturday, 19 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Bupati Hendrajoni Tidak Bisa Sepihak Hentikan Pembangunan RSUD M. Zein, Ini Kata Ketua Komisi IV

Jumat, 09 Agustus 2019 - 20:29:11 WIB - 741
Bupati Hendrajoni Tidak Bisa Sepihak Hentikan Pembangunan RSUD M. Zein, Ini Kata Ketua Komisi  IV
Ketua Komisi IV DPRD Pessel Marwan Anas


PESISIR SELATAN -- Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, Marwan Anas angkat bicara terkait penghentian proyek pembangunan gedung baru RSUD M. Zein Painan di puncak Kabun Taranak, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Pasalnya, penghentian proyek pembangunan gedung baru RSUD M. Zein Painan senilai Rp99 miliar itu harus melalui Peraturan Daerah (Perda), pemerintah (Bupati Pessel Hendrajoni, red) tidak bisa menghentikan kegiatan secara sepihak. Sebab, rencana pembangunan telah tertuang dalam Perda yang disepakati antara Bupati Nasrul Abit dan DPRD.

"Jadi, kalau memang menghentikannya harus dicabut dulu Perdanya," ucap Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pada wartawan di Painan, Jumat, (9/8/2019).

Sebagaimana diketahui, Pembangunan gedung RSUD M. Zein Painan di puncak Kabun Taranak dibangun berdasarkan Perda, pemerintah daerah mengakses pembiayaan ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) senilai Rp99 miliar. Pinjaman tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pinjaman Pemerintah Daerah pada PIP.

Dari besaran itu sebanyak Rp96 miliar digunakan untuk pembangunan fisik gedung. Sedangkan yang Rp 3 miliar lagi guna pembelian perlengkapan Alat Kesehatan (Alkes).

Hingga kini, menurutnya, pemerintah daerah baru mencairkan pinjaman bertenor lima tahun dengan bunga 5 persen sebesar Rp33 miliar.

Marwan menyebutkan, Bupati Hendrajoni sebelumnya pernah mengirim surat pada pimpinan DPRD terkait rencana penghentian sementara pembangunan itu.

"Ya, itu memang pernah. Tapi kelanjutannya seperti apa, saya kurang tau. Dulu saya belum di komisi IV," ucapnya.

Oleh karena itu, Bupati mendesak segera memastikan pada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengeluarkan hasil audit investigasi.

"Jika tidak, bakal menimbulkan kerugian makin besar. Betapa tidak, meski proyek tidak lanjut, namun pemerintah tetap membayar cicilan dan bunga hutang sebesar Rp9,2 miliar tiap tahunnya," tuturnya

"Salah atau benarnya proyek itu, yang pasti BPKP kini turut bertanggungjawab. Karena sudah terlalu lama terbengkalai," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Hedrajoni menilai proyek yang telah mencapai 70 persen itu tidak memiliki dokumen analisi mengenai dampak lingkungan (Amdal). Kemudian konstruksi bangunan tidak sesuai ketentuan.

Di awal pemeriksaan ditemukan kejanggalan pada konstruksi jaring laba-laba yang sudah miring. Selain itu, rumah sakit di puncak bukit tidak wajar.

"Idealnya sebelum dibangun, mesti ada semacam pertimbangan dulu. Tapi, mau bagaimana lagi, semuanya sudah dilaksanakan," tuturnya.

Ia juga menegaskan tidak akan ada lanjutan pembangunan sebelum adanya hasil audit dari BPKP. Menurutnya, tim audit terkesan lamban.

Buktinya, sudah dua tahun lebih hasil audit masih belum keluar. Padahal, BPKP dulunya berjanji hasil akan keluar 45 hari setelah proses dimulai. Namun sudah dua tahun berjalan, masih belum ada hasilnya.

"Saya sudah telpon pejabatnya. Pokoknya nggak ada kelanjutan sebelum hasil audit keluar. Sebab, bupati sebelumnya Nasrul Abit (Wakil Gubernur Sumbar-red) sudah melakukan kebijakan yang salah," ujarnya. (Rio)

Baca : Proyek Pembangunan RSUD M. Zein Painan Senilai Rp99 Miliar Mangkrak, Hendrajoni Tuding...

Baca : Ingin Soal RSUD M. Zein Terang Benderang, Nasrul Abit Tantang Sejumlah Pihak..

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: legislator,metro,pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Inilah Strategi Warganet Melawan Radikalisme

Inilah Strategi Warganet Melawan Radikalisme

Oleh : Alfin Riki -- Perang melawan radikalisme dan terorisme memang tidak pernah ada habisnya. Satu persatu pelaku...

Ternyata STIT Syekh Burhanuddin Lahir Sejak 1978 dan Cetak 6.000 Alumni

Ternyata STIT Syekh Burhanuddin Lahir Sejak 1978 dan Cetak 6.000 Alumni

PARIAMAN -- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman yang berdiri semenjak tahun 1978 telah...

Kreatif, Pasutri di Bukittinggi Daur Ulang Rongsokan Tembaga Menjadi Aksesoris

Kreatif, Pasutri di Bukittinggi Daur Ulang Rongsokan Tembaga Menjadi Aksesoris

BUKITTINGGI -- Pasangan suami isteri, Jafril sutan Bandaro usia 60 tahun dan Ernawati usia 54 tahun, pengrajin pembuat...

SMS adalah Rumah Bersama Hadapi Tantangan Global

SMS adalah Rumah Bersama Hadapi Tantangan Global

JAKARTA -- Santri Motivator School (SMS) menggelar kegiatan bedah buku sekaligus launcing buku santri mendunia di...

Tarmizi, Warga Negara Thailand Bersepeda Keliling Indonesia Mampir di Padang Panjang

Tarmizi, Warga Negara Thailand Bersepeda Keliling Indonesia Mampir di Padang Panjang

PADANG PANJANG --Tarmizi, seorang warga Thailand telah mengelilingi Indonesia dengan sepeda selama 2 tahun lebih....


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media