Thursday, 22 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

TK Aisyiyah Gaung Diruntuhkan, Aisyiyah Siap Tempuh Jalan Pengadilan atau Luar Pengadilan

Minggu, 11 Agustus 2019 - 20:25:00 WIB - 692
TK Aisyiyah Gaung Diruntuhkan, Aisyiyah Siap Tempuh Jalan Pengadilan atau Luar Pengadilan
Pembongkaran tk aisyiyah gaung


PADANG -- Kisruh Pembongkaran paksa TK Aisyiyah 7 Gaung, Bungus Teluk Kabung, Padang terus bergulir, pihak masjid Nurul Jannah dinilai sepihak meruntuhkan sekolah yang berusia puluhan tahun tersebut.

Kuasa Hukum TK 7 Aisyiyah Gaung, Ki Jal Atri Tanjung mengatakan Kita tetap mengutamakan penyelesaian sengketa di luar pengadilan, jika terjadi deathlock terpaksa persoalannya masuk ranah pengadilan baik secara perdata dan pidana, artinya kita serius terhadap persoalan ini. "Saat ini laporan sudah masuk ke Polsek terkait aksi pembongkaran paksanya," katanya.

Sekretaris PW Muhammadiyah Sumbar, Drs. Nurman Agus mengatakan kita sudah beritikad baik menempuh jalur damai dengan syarat Masjid Nurul Jannah membuat perjanjian waqaf yang ditanda tangani pengurus Masjid Nurul Jannah dan PCA Gaunh. "Kita inginkan legalitas gedung TK yang baru sehingga tidak ada persoalan yang sama terulang kembali," ujarnya.

Salah seorang tenaga pengajar TK Aisyiyah 7 Cabang Gaung, Defita mengatakan TK Aisyiyah 7 Cabang Gaung memiliki sejarah yang panjang dalam mendidik anak-anak di Gaung, jika ini diruntuhkan dokumen sejarah juga ikut musnah

"Sebagian masyarakat menginginkan kami pindah dan akan menjadikan lokasi TK Aisyiyah untuk lahan parkir dan pintu masuk Masjid Nurul Jannah. Namun kami menyampaikan bahwa kami punya izin dan menjalin kontrak dengan pemilik tanah PT. Pelindo. Sementara kami tidak ada ada hubungan dengan masjid. Pihak PT Pelindo tidak ada mengusir kami, kenapa malah masyarakat yang seperti mengusir kami," tandasnya.

Dia menambahkan, kami sudah berkali-kali mediasi dengan difasilitasi pihak Polsek Lubeg. Saat mediasi itu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) memberikan solusi dengan menyediakan bangunan untuk pindah di KP3 Teluk Bayur. 

"Bangunan yang disediakan itu telalu kecil dan tidak layak. Lokasinya juga berada di dekat pabrik dan berada di pinggir pantai zona merah tsunami. Di belakang bangunan itu pun ada kilang-kilang minyak. Dan juga legalitasnya kurang jelas. Kami mau pindah asalkan legalitasnya jelas, dan tidak tau itu milik siapa," imbuhnya.

Tambahnya, TK Aisyiyah 7 Gaung, menjalin kontrak dengan pihak PT Pelindo dan baru akan berakhir pada tahun 2023 mendatang, dan TK Aisyiyah sudah menempati lokasi tanah itu sejak tahun 1963. 

Hampir puluhan tahun, sejauh ini tidak ada masalah. Tidak ada menghalangi pintu masjid. Namun sekarang kata mereka TK Aisyiyah menghalangi pintu masjid. "Itu masalahnya, kami tidak mau pindah, kecuali PT Pelindo yang memindahkan. Karena sesuai kontrak, jika kami menyerahkan tanah itu kepada pihak ketiga, sesuai perjanjian kontrak kami bisa dipidanakan lantaran melanggar Pasal 9 dan Pasal 14, bahwasanya kami harus menjaga lahan itu tidak berkurang sejengkal pun," paparnya.

Begitu sebaliknya, kalau pun PT Pelindo meminta untuk pindah, kontrak masih berjalan. Jadi ada proses-proses yang mesti dilalui. Samsuarni melanjutkan, akan ada mediasi antara pihak TK Aisyiyah dan pihak masyarakat bersama PT Pelindo hari Kamis besok terkait permasalahan ini.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Hukum Pengendalian Internal (For Fasility Security Officer) PT Pelindo, Eriantoni saat dihubungi Padang Ekspres, mengatakan TK Aisyiyah 7 Gaung memang memiliki izin dan menjalin kontrak dengan PT Pelindo hingga tahun 2023.

Sementara surat permohonan dari pihak masjid atau masyarakat untuk menggunakan lahan tanah yang saat ini digunakan TK Aisyiyah 7 Gaung, belum ada masuk kepada Pelindo. "Seharusnya pihak masjid atau masyarakat setempat membuat surat kontrak mengajukan dulu kepada Pelindo, walaupun perjanjian kontraknya Rp 0," ungkapnya.

Dia menambahkan, masyarakat juga sudah menyediakan relokasi bangunan untuk digunakan TK Aisyiyah 7 Gaung, namun masih berada di kawasan PT Pelindo. "Kalaupun disediakan tempat untuk pindah, harus juga mengajukan surat ke pihak Pelindo. Dua-duanya ini tidak ada. Lahan untuk dijadikan parkir dan pintu masuk masjid itu tidak ada surat izinnya. Serta lahan dijadikan tempat untuk pindah TK Aisyiyah juga tidak ada," imbuhnya.

Terkait permasalahan ini, Eriantoni akan melakukan mediasi antar kedua belah pihak. "Kamis besok Pelindo akan melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah ini. Keputusan apa yang akan diambil, belum bisa kami sampaikan. Kita lihat hasil mediasi dulu besok," tutupnya. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tim Penilai Dari Kementerian Kesehatan Sambangi Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Solok Selatan

Tim Penilai Dari Kementerian Kesehatan Sambangi Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Solok Selatan

PADANG ARO -- Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Solok Selatan (FKKS) disambangi tim penilai dari Kementerian Kesehatan...

Polres Mentawai Ciduk Pelaku Pencurian, Pelaku Sempat Anianya Korban

Polres Mentawai Ciduk Pelaku Pencurian, Pelaku Sempat Anianya Korban

MENTAWAI - Polisi Resort (Polres) Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui jajaran Satreskrim akhirnya berhasil meringkus...

Upacara Kemerdeka RI ke-74 di Pauh Duo Dihadiri Muspida dan Muspika Kecamatan

Upacara Kemerdeka RI ke-74 di Pauh Duo Dihadiri Muspida dan Muspika Kecamatan

PADANG ARO -- Upacara kemerdekaan RI ke-74 di Kecamatan Pauh Duo berjalan dengan khidmat. Upacara yang dilangsungkan di...

Sosialisasi di SMAN 1 Batang Anai, Tim Saber Pungli : Larangan Pungli adalah Perpres

Sosialisasi di SMAN 1 Batang Anai, Tim Saber Pungli : Larangan Pungli adalah Perpres

PADANG PARIAMAN - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan sosialisasi...

Pencurian Ternak Dengan Cara Disemblih di Lokasi Kembali Terjadi di Agam, Masyarakat Resah

Pencurian Ternak Dengan Cara Disemblih di Lokasi Kembali Terjadi di Agam, Masyarakat Resah

AGAM - Masyarakat Matur gempar, telah terjadi pencurian ternak (Cuter) dengan cara disembelih dan hanya menyisakan isi...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media