Thursday, 22 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Kebakaran Hutan dan Lahan di Pesisir Selatan, Penyebab Masih Misteri

Kamis, 15 Agustus 2019 - 20:04:22 WIB - 276
Kebakaran Hutan dan Lahan di Pesisir Selatan, Penyebab Masih Misteri
Lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pessel.


PESISIR SELATAN -- Kapolres Pesisir Selatan, AKBP. Fery Herlambang, mengungkapkan, anggota satuan Reskrim dan Intel dari Polres Pessel telah diterjunkan ke lokasi guna menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi beberapa hari yang lalu diwilayahnya. Proses dimulai dengan meminta keterangan pemilik lahan di sekitar area lokasi Karhutla tersebut.

"Di sana ada Koperasi Bina Tani di Lunang. Mereka berada di sekitar lahan yang terbakar. Kami akan minta keterangannya," katanya pada wartawan di Painan, Kamis (15/8/2019).

Kapolres menuturkan, sampai saat ini Karhutla di Pessel masih terus berlanjut. Berdasarkan pantauan satelit, sedikitnya terdapat enam titik api. Namun yang paling parah berada di Kecamatan Lunang. Sebanyak 80 hektar lahan gambut telah terbakar. Dipastikan semuanya berada dalam kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK).

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, sebanyak 50 hektar yang terbakar. Kemudian sempat meluas. Namun, sekarang intensitasnya sudah mulai berkurang," ucapnya.

Sampai saat ini, lanjut Kapolres, Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri masih berjibaku memadamkan api. Bahkan, anggota Kepolisian Sektor setempat telah turun sejak Jumat 10 Agustus 2019 lalu.

"Dari keterangan awal, kami akan tindak lanjuti, motif kebakaran murni karena terbakar atau memang sengaja dibakar. Jika terdapat unsur kesengajaan, pihaknya bakal menindak sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD, Doni Boy mengungkapkan, berdasarkan pantauan satelit, terdapat dua titik api kembali terlihat pada Rabu 14 Agustus 2019. Guna mengantisipasi dampak kebakaran yang semakin meluas, pihaknya mulai menambah personil. Api terus berpindah-pindah dari satu titik ke titik yang lain, sehingga sulit untuk dipadamkan.

"Personil kami di sana kini 20 orang. Awalnya hanya 10 orang. Medan yang rumit masih jadi kendala. Sehingga anggota harus menaiki boat untuk bisa sampai ke lokasi karhutla," ucapnya. (Rio)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Salat Ied di Lapangan Kantor Bupati, Padang Pariaman Bersiap Sambut MTQ Nasional

Salat Ied di Lapangan Kantor Bupati, Padang Pariaman Bersiap Sambut MTQ Nasional

PADANG PARIAMAN - Shalat Idul Adha 1440 Hijriah yang jatuh pada hari Minggu tanggal 11 Agustus, untuk Pemerintahan...

TNI Bersama Rakyat Dalam TMMD/N Ke 105 Tahun 2019, Sasar Kabupaten Agam

TNI Bersama Rakyat Dalam TMMD/N Ke 105 Tahun 2019, Sasar Kabupaten Agam

BUKITTINGGI -- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bekerja sama menggelar program TNI Manunggal...

Wako Pariaman dan Rektor UNP Lakukan MoU di Bidang Tridharma Perguruan Tinggi

Wako Pariaman dan Rektor UNP Lakukan MoU di Bidang Tridharma Perguruan Tinggi

PARIAMAN - Walikota Pariaman Genius Umar membuka kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat sekaligus MoU Pemerintah...

Rakor K3MA di Padang Panjang, Wawako Berharap Lahir Madrasah Hebat

Rakor K3MA di Padang Panjang, Wawako Berharap Lahir Madrasah Hebat

PADANG PANJANG - Merupakan suatu penghargaan bagi Padang Panjang ditunjuk sebagai pelaksa kegiatan Rapat Koordinasi...

Sikat Gigi Massal ala Siswa SDN 09 Kampung Apa Kurangi Penyakit Karies

Sikat Gigi Massal ala Siswa SDN 09 Kampung Apa Kurangi Penyakit Karies

PARIAMAN -- Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman menggelar...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media