Tuesday, 14 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Pukat Harimau Marak di Perairan Pantai Muaro Kandis Pessel

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 16:23:57 WIB - 870
Pukat Harimau Marak di Perairan Pantai Muaro Kandis Pessel
Terlihat kapal nelayan di parairan pantai painan saat mengangkap ikan menggunakan pukat harimau.


PESISIR SELATAN - Belasan kapal nelayan penangkap ikan yang berada di perairan Pantai Muaro Kandis, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar masih beroperasi menggunakan pukat harimau (trawl) kembali mulai marak sejak beberapa pekan terakhir ini.

Tak tanggung-tanggung, oknum kapal nelayan pencari ikan dengan pukat harimau yang dilarang pemerintah saat ini masih beroperasi di jarak 500 meter dari garis pantai.

Dalam unggahan video yang berdurasi 2 menit di terima Minangkabaunews.com Sabtu (17/8/2019), Eki Irawan, mengatakan, ia meminta tanggapan kepada Pemerintah setempat untuk menindak tegas atas aktivitas nelayan pencari ikan yang menggunakan pukat harimau. Menurutnya, pukat harimau atau di sebut trawl itu akan menghabiskan ekonomi masyarakat khususnya nelayan yang ada di daerah itu.

"Selamat pagi kepada pejabat-pejabat kami beserta pemangku kepentingan politik, pagi-pagi ini di muara kandis tepat pukul 07.00 Wib disekitaran dan tak jauh dari bibir pantai yang berjarak sekitar 500 meter sudah terlihat pukat harimau yang sangat banyak," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, penggunaan alat tangkap bagi nelayan sudah diatur dalam UU Perikanan No 54 tahun 2009 perubahan atas UU No 31 tahun 2003. Serta diperkuat dengan peraturan menteri kelautan dan perikanan Permen KP RI No 2 tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat tangkap pukat hela (trawl) dan pukat tarik atau sejenisnya serta Permen KP No 71 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat tangkap.

"Ini lah yang akan menghabiskan ekonomi masyarakat dan apa tanggapannya, nah ini buktinya. Dari dulu tak pernah terberantas. Bahkan ada belasan unit masih beroperasi," ucapnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait. (Rio)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: painan,pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pakar Epidemi Unand, Andhayani: Banyak yang Gagal Paham tentang Penyemprotan Disenfektan

Pakar Epidemi Unand, Andhayani: Banyak yang Gagal Paham tentang Penyemprotan Disenfektan

PADANG -- Kepala Laboratorium Unand, Andhayani Eka Putra menilai penyemprotan jalan dengan disinfektan adalah gagal...

Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri dengan Seutas Kabel di Rumahnya, Warga Sintuak Pariaman Gempar

Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri dengan Seutas Kabel di Rumahnya, Warga Sintuak Pariaman Gempar

PARIAMAN - Warga Desa Sintuk, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dibuat gempar atas...

Gawat! China Pamer Rudal Pembunuh Kapal Induk di Natuna Utara, Amerika: Nyali Kami Tak Ciut

Gawat! China Pamer Rudal Pembunuh Kapal Induk di Natuna Utara, Amerika: Nyali Kami Tak Ciut

INTERNASIONAL - Situasi di Laut China Selatan dipastikan akan terus memanas. Kampanye militer Tentara Pembebasan Rakyat...

Terungkap, Inilah Klub Tujuan Messi Setelah Hengkang dari Barcelona

Terungkap, Inilah Klub Tujuan Messi Setelah Hengkang dari Barcelona

BOLA - Ancaman hengkangnya Lionel Messi dari Barcelona begitu nyata. Itu setelah proses negosiasi kontrak Messi dengan...

Masih Banyak Warga Yang Belum Menerima BLT di Pesisir Selatan

Masih Banyak Warga Yang Belum Menerima BLT di Pesisir Selatan

PESISIR SELATAN - Sejumlah masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu