Sunday, 20 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

Sangketa Tanah Pusaka, Kakak Calon Pengantin di Padang Pariaman Dibacok Berlumuran Darah

Minggu, 18 Agustus 2019 - 20:47:06 WIB - 4693
Sangketa Tanah Pusaka,   Kakak Calon Pengantin di Padang Pariaman Dibacok Berlumuran Darah
Korban pembacokan Ismail. (Foto: Dok. Istimewa)


PADANG PARIAMAN - Kakak Calon Pengantin (Catin) wanita dibacok berlumuran darah hingga pergelangan tangan nyaris putus oleh tetangganya di Korong Batang Piaman, Nagari Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Padang Pariaman (Sumbar), Sabtu (17/08).

Tokoh pemuda setempat Eri Martoni berdasarkan keterangan dari korban yang juga saksi mata Edi (32) mengatakan, pelaku pembacokan ada satu orang bernama Medi (50) asal Jambi yang ditemani oleh dua orang lainnya Rendo (19) dan Rudi (17).

"Korban pembacokan Ismail (35), mengalami luka robek di pergelangan tangan sebelah kiri dan jari jempol sebelah kanan nyaris putus saat menangkis parang yang akan disabetkan ke batang leher korban," ujar Heri kepada MinangkabauNews, Minggu (18/08).

Sementra keluarga korban yang melerai, Edi (32) dan Emi (28) dari hasil visum mengalami jari tangan patah dan memar. Sedangkan Sawinan (60) yang merupakan orang tua korban mengalami rambut rontok saat berkelahi dengan dua orang teman pelaku di atas.

"Para korban saat itu juga langsung dilarikan ke RSUD Pariaman untuk mendapatkan perawatan intensif," ulas Eri.

Eri Martoni menjelaskan, kronologis kejadian terjadi sekitar pukul 08:00 pagi di depan rumah korban, saat itu pelaku dan dua orang temannya yang juga merupakan satu keluarga menyerang secara tiba-tiba ke rumah korban yang sedang berbenah persiapan pesta pernikahan.

"Korban sendiri baru pulang dari Pekanbaru karena hendak ikut melaksanakan pesta pernikahan adik perempuannya. pelaku yang masih bertetangga dengan korban langsung menyerang dan membacokan senjata tajamnya ke korban yang saat itu masih di berada di atas motor," jelas Eri.

Saat ini pelaku pembacokan jadi tahanan di Polsek V Koto Timur Kampung Dalam.

"Kita berharap kasus ini diproses secepatnya oleh pihak kepolisan dan pelaku diadili segera dan mendapat hukuman atas perbuatannya," tutup Eri.

Sementara itu Walinagari Padang Alai Muslim Nur juga membenarkan terjadinya peristiwa berdarah tersebut.

"Sebetulnya penyebab kejadian ini akibat sangketa tanah pusako yang sudah berlangsung semenjak 10 tahun yang lalu," ujarnya.

Namun lanjutnya, belum juga selesai hingga sekarang dan terjadilah peristiwa pembacokan itu.

"Namun sangat kita sayangkan, kedua keluarga yang masih ada hubungan kerabat ini, tidak memilih jalan damai atas persoalan sangketa tanah pusako yang sedang mereka perselisihkan," ulas Muslim.

Walinagari menegaskan, jika sudah menyangkut tindakan kriminal hukumnya diserahkan pada aparat yang berwenang, sedangkan persoalan adat dapat diselaikan di dalam Nagari. (war)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: daerah,hukum,kriminal,metro,padang-pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

447 PNS di Pasaman Barat Terima SK Kenaikan Pangkat, Bupati Pesankan Ini

447 PNS di Pasaman Barat Terima SK Kenaikan Pangkat, Bupati Pesankan Ini

PASAMAN BARAT - Bupati Pasaman Barat H. Yulianto menekankan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar mengutamakan...

Ciptakan Kota Tertib Ukur, Pemko Pariaman MoU dengan 10 instansi

Ciptakan Kota Tertib Ukur, Pemko Pariaman MoU dengan 10 instansi

PARIAMAN -- Walikota Pariaman, Genius Umar MoU sekaligus tandatangani komitmen kerja dalam pembentukan Daerah Tertib...

Ditinggal Parkir, Dump Truck Hantam Satu Unit Rumah di Kabupaten Solok

Ditinggal Parkir, Dump Truck Hantam Satu Unit Rumah di Kabupaten Solok

SOLOK - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Arosuka Kabupaten Solok, tepatnya di Kilometer...

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Pessel Berikan Bantuan Nelayan Senilai Rp3 Miliar

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Pessel Berikan Bantuan Nelayan Senilai Rp3 Miliar

PESISIR SELATAN -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memberikan bantuan mesin motor tempel, mesin longtail, perahu...

Abdul Sohar, Warga Bukittinggi Hidupkan Keluarganya Dengan Hasil Kerajinan Soulvenir

Abdul Sohar, Warga Bukittinggi Hidupkan Keluarganya Dengan Hasil Kerajinan Soulvenir

BUKITTINGGI -- Pahit getirnya kehidupan bak mengarungi samudera dengan perahu sampan, inilah kehidupan keluarga Abdul...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media