Tuesday, 17 Sep 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Nagari Guguak, Koto VII, Sijunjung, Miliki Potensi Wisata Edukasi yang Tak Disadari Wisatawan

Selasa, 20 Agustus 2019 - 20:14:27 WIB - 453
Nagari Guguak, Koto VII, Sijunjung, Miliki Potensi Wisata Edukasi yang Tak Disadari Wisatawan
Kantor Wali Nagari Guguak. (Foto: Dok.Istimewa)


Oleh: Wardah Septi Weri

Nagari Guguak adalah salah satu nagari yang terletak di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Nagari Guguak memiliki luas 2.395 hektare, yang terdiri dari tiga jorong, yaitu jorong Koto Guguak, jorong Padang Lalang, dan jorong Bulu Rotan. Nagari Guguak memiliki keunggulan yang tidak disadari oleh khalayak ramai, yaitu nagari yang memiliki potensi wisata edukasi.

Objek wisata pada umumnya hanya memperlihatkan keindahan alam, budaya dan kesenian yang menonjol di daerah tersebut. Berbeda halnya dengan nagari Guguak, selain memperlihatkan keindahan alamnya, nagari ini juga memberikan manfaat dan pengetahuan, serta cara atau proses dalam bertani, berkebun dan berbagai suatu yang dikembangkan oleh nagari tersebut.

Nagari ini memiliki pemerintah dan masyarakat yang tingkat kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap nagari. Nagari dengan kekayaan alam yang berlimpah ini, dapat mencukupi kebutuhan masyarakatnya dengan berkebun karet dan jeruk nipis. Berkebun karet dan jeruk nipis pada umumnya sumber penghasilan penduduk di nagari Guguak. Oleh karena itu, wisata edukasi yang dapat dilihat di nagari Guguak adalah tentang bercocok tanam. Selain itu, nagari Guguak juga menjadi salah satu inovasi desa yang mempunyai bank sampah dan juga menjadi pusat produksi closet.

Tak heran, dibalik kemajuan suatu daerah pasti ada pemerintah dan masyarakatnya yang berjuang untuk nagarinya. Masyarakat nagari Guguak memiliki kekreatifitasan yang tinggi untuk menghasilkan inovasi baru yang berdampak positif untuk nagarinya. Diantaranya, pengelolaan sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna, seperti tas dan lain sebagainya. Hal ini juga menjadi pemicu untuk menciptakan hidup bersih. Bank sampah Sehati nagari Guguak menjadi salah satu inovasi desa di Kecamatan Koto VII yang dijalankan oleh ibu-ibu PKK nagari Guguak. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, bank sampah sehati menjadi peluang pekerjaan khususnyan untuk ibu rumah tangga.

Sampah plastik yang dikumpulkan, dijual ke bank sampah dengan harga yang berbeda-beda sesuai dengan jenis sampah plastik yang didapat. Di nagari Guguak, bank sampah juga menjadi salah satu jalan pintas untuk menghimbau masyarakat menjadi hidup hemat, karena dari penjualan sampah plastik tersebut uangnya langsung ditabungkan dan akan diterima sekali setahun.

Letak yang terpencil bukan menjadi halangan bagi nagari Guguak untuk terus maju. Masyarakatnya sangat gigih menguak pentingnya kebersihan yang patut diterapkan di lingkungan tempat tinggal. Salah satunya, jamban untuk keluarga. Berawal dari pelatihan Wirausaha Sanitasi membuat closet, masyarakatnya ikut dengan gigih hanya untuk menciptakan jamban sehat untuk tempat tinggalnya. Kini, nagari Guguak menjadi produksi closet bahkan bukan hanya untuk nagarinya, tetapi untuk kota-kota lain. Hal ini, menjadi penunjang untuk menjadikan nagari Guguak menjadi salah satu wisata edukasi.

Banyaknya pengetahuan yang dapat kita ambil jika berwisata ke nagari Guguak. Mulai dari cara bercocok tanam khususnya berkebun karet dan jeruk nipis, pengelolaan sampah plastik menjadi tas, cara membuat closet, dan masih banyak lagi ilmu-ilmu yang dapat kita peroleh di nagari Guguak ini. Meski kecil, nagari Guguak memiliki kreatifitas yang besar, jiwa yang sadar akan meningkatkan kualitas nagarinya.

Sayangnya, nagari Guguak belum mempunyai pabrik untuk pengolahan karet. Biasanya karet tersebut dibawa ke Padang dan Jambi untuk diolah. Alangkah baiknya, Pemerintah Daerah dapat mengajukan adanya pabrik karet di Kabupaten Sijunjung. Dengan adanya pabrik karet tersebut, akan membantu perekonomian petani karet menjadi lebih baik. Begitupun dengan jeruk nipis, selain dijual belum ada pemberdayaan yang tepat untuk jeruk nipis.

Dengan demikian, diharapkan Pemerintah nagari dapat berupaya mengembangkan potensi nagari Guguak menjadi wisata edukasi. Hal ini juga menjadi suatu peluang untuk membangun nagari menjadi lebih maju. Selain meningkatkan mutu suatu nagari, wisata edukasi juga banyak menguntungkan nagari seperti halnya dapat memperkenalkan nagari tersebut ke wisatawan mancanegara. Dengan hal itu, juga dapat meningkatkan sektor perekonomian masyarakat dengan cara menambah peluang pekerjaan khususnya untuk daerah tersebut.(*)

*/ Penulis adalah Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Sumatera Barat.

Editor/Sumber: Reza S
Tag: daerah,kuliner,metro,opini,pariwisata,sijunjung,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Peserta Diklatpim IV Pemkab Pessel Berikan Bantuan Peralatan Ibadah di Rutan Kelas II B Painan

Peserta Diklatpim IV Pemkab Pessel Berikan Bantuan Peralatan Ibadah di Rutan Kelas II B Painan

PESISIR SELATAN - Para peserta Diklatpim IV angkatan V Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memberikan bantuan...

Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Kualifikasi Piala Dunia 2022

BOLA - Timnas Indonesia akan melajutkan kiprah mereka pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia....

Di Kabupaten Pasaman Akan Dipasang Alat Pendeteksi Gempa

Di Kabupaten Pasaman Akan Dipasang Alat Pendeteksi Gempa

PASAMAN - BMKG Sumbar akan memasang alat pendeteksi gempa di Kabupaten Pasaman pada pertengahan Bulan september...

PWI Pasaman Barat Dibentuk, Buyung Terpilih Jadi Ketua

PWI Pasaman Barat Dibentuk, Buyung Terpilih Jadi Ketua

PASAMAN BARAT - Sebuah sejarah baru bagi para wartawan yang tergabung sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia...

KPAI Berharap Audisi Bulutangis PB Djarum Terus Berlanjut, Tapi..

KPAI Berharap Audisi Bulutangis PB Djarum Terus Berlanjut, Tapi..

NASIONAL - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI), Susanto, menegaskan, pihaknya tidak berniat meminta...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media