Monday, 14 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Solok Selatan

Diduga Sakit Asam Lambung, Seorang Pendaki Gunung Kerinci Asal Sumut Meninggal Dunia

Selasa, 20 Agustus 2019 - 23:40:00 WIB - 744
Diduga Sakit Asam Lambung, Seorang Pendaki Gunung Kerinci Asal Sumut Meninggal Dunia
Terlihat teman korban, berusaha membawa korban turun gunung. Ist


SOLOK SELATAN -- Satu orang pendaki Gunung Kerinci, Iglesias Julio Sinaga (26) asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, dilaporkan meninggal dunia, Senin (19/8) malam.

Menurut informasi, korban disebutkan sempat kritis dan tidak sadarkan diri di shelter 3 pada ketinggian 3.250 mdpl. Sempat dievakuasi, namun nyawa korban tidak tertolong.

"Benar, korban dipastikan meninggal oleh tim medis setelah proses evakuasi sampai di pos penjagaan Resort 10 pukul 23.45 Wib. Sekarang, jenazah korban berada di Rumah Sakit Umum (RSU) Sungai Penuh dan bersiap dibawa pihak keluarga," kata Petugas Pos Penjagaan Resort 10, Pendakian Gunung Kerinci Evaraizal Mirza, saat dihubungi Media, Selasa (20/8).

Pihak keluarga korban lanjutnya, telah tiba di RSU Sungai Penuh menjemput jenazah korban, kemarin siang. Rencananya, jenazah korban akan dibawa pihak keluarga ke Jambi terlebih dahulu. Kemudian dari Jambi akan diterbangkan ke Medan baru dibawa ke Pematang Siantar untuk disemayamkan.

Dijelaskannya, korban sebelumnya naik gunung bersama lima rekannya melalui pos penjagaan di R10, Kersik Tuo, Kerinci pada 15 Agustus lalu. Mereka mendaki dalam rangka perayaan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di puncak gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia itu.

Senin dini hari, saat turun, korban dikabarkan mengalami sakit asam lambung dan sesak nafas bahkan sempat tak sadarkan diri di shelter 3 pada ketinggian 3.250 mdpl. Pihaknya bersama tim evakuasi dari Basarnas dan relawan setempat langsung bergerak ke atas untuk mengevakuasi.

"Informasi dari rekan-rekannya, korban mengalami sesak nafas. Selain itu diduga korban juga mengalami sakit asam lambung sebab dalam tenda ditemukan obat penghilang asam lambung. Dari shelter 3 korban yang tidak sadarkan diri dievakuasi tim dan dipastikan meninggal oleh tim medis saat sampai di R10," sebutnya.

Pemandu aktif Gunung Kerinci, Angga menambahkan, pada momen peringatan HUT RI ke 74, sedikitnya ada sekitar 800 orang pendaki yang naik Gunung Kerinci via Kersik Tuo. Termasuk Iglesias Sinaga bersama lima temannya. Sebelum naik gunung katanya, pendaki mesti memiliki surat keterangan kesehatan dan dinyatakan sehat oleh dokter untuk mendaki.

"Korban (Iglesias Sinaga, red) sudah mengantongi surat keterangan kesehatan ini ketika akan mendaki. Mengenai penyebab korban meninggal, saya tidak tahu. Itu bisa dikonfirmasi ke tim medis," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah II Sumbar, Yunaidi menambahkan, selain ada korban yang meninggal, dua pendaki diantaranya juga sempat kelelahan dan akhirnya dievakuasi. Kemungkinan katanya, kondisi fisik para pendaki menurun sehingga harus dievakuasi.

Kedua pendaki yang dievakuasi selain Iglesias Sinaga yakni, Anggini Putri Anaki, 22 warga Pariaman Utara dan Dewi FL Sinambela. Anggini naik pada 15 Agustus 2019 dan saat melakukan pendakian mengalami kelelahan dan sempat tidak sadarkan diri. Setelah dievakuasi dan mendapat perawatan medis di Puskesmas, kedua korban berhasil selamat.

Diketahui, pendakian Gunung Kerinci memiliki dua jalur. Selain lewat jalur Kersik Tuo juga bisa juga via Bangun Rejo di Kabupaten Solok Selatan (Solsel). Kepala Seksi Pengelolaan Kawasan Strategis dan Destinasi Kepariwisataan Disparbud Solsel, Aig Wadenko menyebutkan, menjelang HUT RI ada lima orang pendaki yang naik via jalur Bangun Rejo.

"Ada lima orang pendaki yang naik lewat jalur di Solsel. Satu pendaki dari Inggris, satu dari Manado, satu dari Tanggerang, satu dari Bandung dan satu dari Jogja. Sementara, korban yang meninggal dan yang selamat dievakuasi mendaki lewat jalur Kersik Tuo," ujarnya.

Tim pemandu gunung dari Solsel sendiri sebutnya naik sebanyak delapan orang dan turun lewat jalur Kersik Tuo. Bahkan jelas Aig, korban Iglesias Sinaga dievakuasi pertama kali oleh tim pemandu dari Solsel yang menemukannya dalam kondisi tidak sadarkan diri sama sekali di shelter 3.

Berdasarkan laporan tim pemandu di lapangan, kronologi evakuasi korban bermula pada Senin, sekitar pukul 08.00 pagi turun menuju shelter 3 setelah ada informasi seorang pendaki yang kritis. Saat sampai, tim melihat ke dalam tenda didapati korban sudah di kelilingi temannya sekitar lima orang dalam kondisi tidak sadarkan diri sama sekali.

Posisi mereka mengelilingi korban dengan penanganan seadanya dengan di selimuti dan diberi botol berisi air hangat di sekelilingnya. Saat itu cuaca di shelter 3 cukup terik dan langit biru cerah. Mereka juga sudah memanggil bantuan karena korban sudah tidak dapat bergerak.

Tim katanya berinisiatif untuk melakukan cek tanda vital kehidupan pertama, yaitu melihat jalan napas dan mengecek nadi di tangan dan leher. Berkemungkinan katanya korban sakit dan gejalanya sudah dari hari sebelumnya dan Senin makin memburuk.

Akhirnya tim dan kawan-kawan dari pemandu, pendaki dan porter sekitar 10 orang melakukan pertolongan darurat dengan mencoba menurunkan korban ke ketinggian lebih rendah. Melakukan evakusi dengan tandu darurat dengan alat yang dimiliki berupa matras, sleeping bag dan tali webbing.

Tim melakukan proses itu sekitar pukul 09.00 pagi dari shelter 3 sampai sekitar pukul 14.00 dengan jalur yang cukup sulit. Sampai akhirnya, tim bertemu rombongan evakuasi yang menjemput di pertengahan antara shelter 3 dan shelter 2.

"Sampai malamnya evakusi masih dilakukan secara estafet. Mengenai kondisi korban itu adalah wewenang dokter atau tim medis yang menentukan. Tim hanya melakukan asesmen dan bantuan sebisanya sebagai sesama rekan pendaki dan volunter SAR," katanya. (Halim)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: solok-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Bupati Pessel: OPD, Camat dan Walinagari Harus Transparan Dalam Pengelolaan Anggaran

Bupati Pessel: OPD, Camat dan Walinagari Harus Transparan Dalam Pengelolaan Anggaran

PESISIR SELATAN -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan gelar Rapat Koordinasi (Rakor), Pejabat Pengelola Informasi...

Fitri Nora Perempuan Pertama Jabat Ketua DPRD Kota Pariaman

Fitri Nora Perempuan Pertama Jabat Ketua DPRD Kota Pariaman

PARIAMAN -- Tiga orang pimpinan defenitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman diambil sumpah pada Rapat...

Belum Dialiri Listrik, Bangunan Puskesmas Muara Siberut Mentawai Balum Bisa Dioperasikan

Belum Dialiri Listrik, Bangunan Puskesmas Muara Siberut Mentawai Balum Bisa Dioperasikan

MENTAWAI - Pembangunan Puskesmas Muara Siberut yang terletak di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan yang dikerjakan...

Politik Jelang Pilkada di Pasbar Mulai Memanas, Siapakah yang Dapat Merangkul Kelompok Milenial?

Politik Jelang Pilkada di Pasbar Mulai Memanas, Siapakah yang Dapat Merangkul Kelompok Milenial?

Oleh: Akbar Riyadi Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu kabupaten yang akan...

Himpunan Mahasiswa FTIK IAIN Batusangkar Angkatkan Acara Debat Dalam Bahasa Inggris Se-Sumatera

Himpunan Mahasiswa FTIK IAIN Batusangkar Angkatkan Acara Debat Dalam Bahasa Inggris Se-Sumatera

TANAH DATAR -- Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media