Tuesday, 17 Sep 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Mentawai

Ternyata Ini Pesan Pada Cendramata yang Diberikan Pemda Mentawai Kepada 20 Anggota DPRD

Rabu, 21 Agustus 2019 - 20:21:12 WIB - 341
Ternyata Ini Pesan Pada Cendramata yang Diberikan Pemda Mentawai Kepada 20 Anggota DPRD
Sekda Mentawai Martinus Dahlan foto (kiri) dan Kadis Kesehatan Foto (kanan) saat penyerahan cenderamata kepada anggota DPRD.


MENTAWAI - Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, serahkan cenderamata kepada 20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), penyerahan berlangsung di Aula Gedung DPRD Km 04 Tuapejat, Selasa (20/08/2019).

Pemberian cenderamata berupa pesan dalam sebuah lukisan tentang kesehatan serta bahaya merokok di sembarang tempat itu diapresiasi atas pembahasan serta disetujuinya Perda kawasan tanpa rokok di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dalam penyerahan cenderamata kemaren kepada tiga anggota DPRD yang menyusul, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Martinus D. S. Sos, MM mewakili Pemkab menyerahkan Cenderamata yg berisi pesan kesehatan, kepada Komisi II DPRD Mentawai.

Adapun anggota DPRD yang menerima cenderamata tersebut yakni Semseri, SH dari Partai Demokrat, Salimi Samuntei, Amd dari Partai Amanat Nasional, dan Bruno Guimek Sagalak, S. Pd dari Partai Nasdem.

Kepala Dinas Kesehatan Lahmudin Siregar berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung program ini, karena ini memang harus dilalukan walau memulainya dari nol.

"Perda tentang pengaturan kawasan tanpa rokok memang kelihatannya sulit di terapkan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai ini," sebut Lahmudin kepada Minangkabau News di ruang kerjanya, Rabu 21/08/2019.

Walau pun demikian, kata Lahmudin jika ragu melakukan suatu gebrakan pasti program yang diadakan saat ini tidak akan berhasil.

"Kalau masalah kesehatan memang tak akan habis habisnya, jadi harus kita hadapi," ujar dia.

Semoga dengan regulasi ini dapat menurunkan perokok pemula serta mengurangi perokok berat, dia mengajak kalau tidak orang tuanya, anaknya pun jadilah.

"Ayo.. selamatkan keluarga kita dari bahaya asap rokok, dan selamatkan keuangan keluarga," ujar lagi.

Dia menyebutkan, di masyarakat Mentawai pengeluaran terbesar adalah rokok dan yang kedua adalah pengeluaran terhadap konsumsi gula.

"Jadi kalau merokok di kurangi atau seseorang dapat berhenti merokok bisa menghemat keuangan, serta pola hidup sehat dapat di terapkan, sehingga kesehatan terjaga," sebut Lahmudin.

Sedangkan penetapan sudah dilakukan bersama Pemerintah dan DPRD, dan saat ini tinggal menunggu pengesahan, tutupnya. (Tirman)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: kesehatan,mentawai,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kualitas Udara di Padang Tidak Sehat, Warga Dihimbau Pakai Masker Jika Keluar Rumah

Kualitas Udara di Padang Tidak Sehat, Warga Dihimbau Pakai Masker Jika Keluar Rumah

PADANG -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Mairizon, mengatakan indeks standar pencemaran udara di Kota...

Heboh Disertasi Seks di Luar Nikah Halal, Begini Respon Ketum MUI Sumbar

Heboh Disertasi Seks di Luar Nikah Halal, Begini Respon Ketum MUI Sumbar

PADANG -- Menyikapi pendapat Abdul Aziz Mahasiswa program doktor UIN Sunan Kalijaga Jogja yang mengajukan konsep Milk...

Belajar Jurnalistik, SMPN 1 Pariaman Kunjungi Rumah Tabuik Subarang

Belajar Jurnalistik, SMPN 1 Pariaman Kunjungi Rumah Tabuik Subarang

PARIAMAN - Ekskul Jurnalistik Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pariaman 14 orang pelajar kunjungi Rumah Tabuik...

Warga Padang Keluhkan Rencana Kenaikan Iuran BPJS

Warga Padang Keluhkan Rencana Kenaikan Iuran BPJS

PADANG -- Rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) untuk semua kelas di seluruh Indonesia,...

Menilik Benang Merah Duo Peristiwa Rusuh Papua dan Pindah Ibukota

Menilik Benang Merah Duo Peristiwa Rusuh Papua dan Pindah Ibukota

Oleh : Anton Permana Banyak yang bertanya dan belum puas dengan ulasan penulis terkait isu diatas. Yakni tentang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media