Tuesday, 12 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Sulaman dan Bordir Yenie di Kota Bukittinggi Dilirik Pelancong Mancanegara

Jumat, 23 Agustus 2019 - 19:41:30 WIB - 1537
Sulaman dan Bordir Yenie di Kota Bukittinggi Dilirik Pelancong Mancanegara
Mohammad Fais bin Idris bersama rekan-rekan saat mengunjungi rumah sulaman dan bordiran Yenie.


BUKITTINGGI - Sulaman dan Bordiran Yenie yang menempati rumah di jalan H.Miskin-Palolok Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi dilirik pelancong mancanegara, banyak pelancong dari daerah bagian di Malaysia berkunjung dan membeli di tempat ini.

Kepada wartawan MinangkabauNews.com, Jumat (23/8/2019) Yenie seorang ibu rumah tangga pengelola rumah sulaman dan bordiran didampingi suaminya Edi, mengatakan, usaha ini berdiri sejak tahun 1992, pada waktu itu bisa dikatakan merayap dalam berusaha, yaitu menerima tempahan-tempahan pelanggan berupa membuat motif sendiri atau sebaliknya, sehingga dipadukan motif yang akan dikerjakan.

Dalam pembuatan tersebut, Yenie mengerjakan sendiri dan juga ada pengrajin sebanyak 15 orang yang bekerja.

"Di tahun-tahun selanjutnya, Alhamdulillah Allah memberikan Rahmat dan Berkat, kini semakin diketahui pembeli, terutama pelancong dari daerah bagian negara Malaysia," katanya.

Lebih lanjut Yenie yang didampingi suami menjelaskan, karena pengrajin sudah kebanyakan berkeluarga, jadi pengrajin tersebut membuat di rumahnya masing-masing.

"Dalam berusaha kita saling membagi rejeki kepada orang lain, artinya kita membantu pengrajin-pengrajin ekonomi lemah," ujarnya.

Bahan yang akan dikerjakan pengrajin diberikan kepada ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang ada di Kota Bukittinggi yang nantinya diberikan kepada anggota-anggotanya, lanjut Yenie.

"Model, motif, bahan dasar dan benang dari Yenie sendiri, sedangkan pengrajin hanya mengerjakan saja. Waktu selesainya dalam mengerjakan sulaman maupun bordiran tergantung dari modelnya, siap pekerjaan langsung dibayarkan jasa pekerjaannya," ucap Yenie.

Produk yang dihasilkan pengrajin adalah mukena (talakuang), baju bordir kerancang, mukena kerancang, mukena salambayang, mukena kapalo same, dan yang sulaman adalah kapalo same, sulam timbul, sulam salambayang, ini semua kebanyakan untuk wanita, dengan harga bervariasi berkisar Rp85.000 hingga diatas Rp1.000.000.-

Ditambahkan keterangannya, pertama-tama ada kerjasama dengan instansi terkait, tapi belakangan ini tidak ada lagi, tentunya instansi tersebut agar bisa juga membantu untuk mengembangkan usaha ini diketahui pembeli.

"Dikarenakan tersangkut modal dan pemasaran, harapan kedepannya agar bisa semakin berkembang," ucap Yenie.

Sementara itu Edi suami dari Yenie mengatakan usaha sulaman dan bordiran yang dijalankan kini sudah banyak yang datang melihat dan membeli, ini juga adanya pramuwisata yang membawa tamunya datang ke Kota Bukittinggi untuk singgah di rumah sulaman dan bordiran Yenie.

"Beberapa waktu lalu rombongan anggota Dewan dan warga Kelantan Malaysia yang dibawa Mohd Ramzi Ibrahim duta wisata Bukititnggi asal negara Malaysia singgah di rumah sulaman dan bordir Yenie, dan pada perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2019, Mohd Ramzi Ibrahim membawa juga rombongan anggota Dewan Pulau Pinang, dan bulan Oktober akan dibawa rombongan pelajar sebanyak 100 orang," tukuk Edi.

Sedangkan Mohammad Fais bin Idris pelancong dari Pulau Pinang Malaysia seorang pegawai yang didampingi 4 orang rekannya saat sedang berkunjung dan membeli di rumah sulaman dan bordiran Yenie, mengatakan kunjungannya di Provinsi Sumatera Barat untuk mempelajari sejarah-sejarah dan adat budaya Minangkabau, karena sejak dahulu senang mempelajari sejarah dan adat budaya.

"Melihat barang-barang yang ada di rumah ini sangat terkesan, ada tradisi khas yang saya bawa ke tempat saya, yaitu pakaiannya dan talakuang, dengan corak serta sulaman maupun bordir budaya Minangkabau, jadi membuat suatu keunikan tersendiri. Maka dari itu saya membeli untuk buah tangan kunjungan dari Kota Bukittinggi untuk orangtua dan teman-teman," pungkas Mohammad Fais bin Idris. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: bukittinggi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Milad ke-64, UMSB Adakan Beragam Kegiatan

Milad ke-64, UMSB Adakan Beragam Kegiatan

BUKITTINGGI -- Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) di tahun 2019 ini genap berusia ke-64 bertema "To...

Meriahkan HKN 2019, Aisyiyah Gelar Edukasi Pangan Sehat Bergizi di Padang

Meriahkan HKN 2019, Aisyiyah Gelar Edukasi Pangan Sehat Bergizi di Padang

...

Kapolda Sumbar Fakhrizal akan Hadiri Pelantikan Pengurus PKDP Solok

Kapolda Sumbar Fakhrizal akan Hadiri Pelantikan Pengurus PKDP Solok

SOLOK -- Semenjak PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Pariaman) berdiri belum pernah terjadi pada saat pelantikan ketuanya...

Lindungi Balita Dari Diare Dengan Melakukan Pencegahan Dini

Lindungi Balita Dari Diare Dengan Melakukan Pencegahan Dini

Oleh : Zahratul Ulya Diare merupakan suatu keadaan tinja yang lunak atau encer dengan frekuesi tiga kali atau lebih...

Ratusan Peserta Jambore ke-II di Mentawai Ikuti Materi PPGD

Ratusan Peserta Jambore ke-II di Mentawai Ikuti Materi PPGD

MENTAWAI -- Ratusan anak-anak Pramuka ikuti materi Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD) dalam Jambore ke ll...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media