Thursday, 17 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Tokoh

Mengenang Buya Mansoer Malik Seorang Akademisi dan Ilmuan Al-Quran yang Populer

Minggu, 25 Agustus 2019 - 10:17:42 WIB - 302
Mengenang Buya Mansoer Malik Seorang Akademisi dan Ilmuan Al-Quran yang Populer
Buya Mansoer Malik


PADANG -- Prof. Dr.H. Mansoer Malik didaulat menjadi ketua MUI Sumatera Barat periode 2000-2005 seolah ini menjadi sebuah trend baru bahwa tokoh yang bertipe akademisi dan juga ilmuan Al-Quran. Mansoer Malik lahir di Batuhampar yang terletak sekitar lima kilometer dari kota Payakumbuh Kabupaten limapuluh kota pada tanggal 21 Januari 1934.

Meskipun Buya Mansoer Malik sudah tidak menjabat rektor IAIN lagi saat terpilih menjadi Ketum MUI Sumbar. Namun begitu kharisma dan penghormatan publik terhadap beliau masih begitu kuat. Meskipun seorang akademisi yang berkiprah di lembaga pendidikan modern. Buya Mansoer Malik tetap memperlihatkan sikap sebagai figur ulama yang merakyat dan terlibat dalam usaha peningkatan tradisi keagamaan pada masyarakat umum. Hal demikianlah yang nampaknya orang tidak ragu memillih beliau sebagai ketua MUI Sumatera Barat baru pasca Buya Amir Syarfuddin yang sangat populer.

Kepribadian Buya Mansoer Malik oleh banyak orang dinilai sebagai sosok yang supel, ramah dan humoris, jauh dari kesan arogan atau kaku seperti kebanyakan para tokoh atau pejabat tinggi lainnya. Sifat ini rupanya sudah terlihat ketika ia masih muda.

Menurut orang dekat beliau, semenjak remaja Mansoer Malik sudah mulai tekenal dan disayangi oleh orang-orang di kampungnya. Sifatnya yang jujur, pintar dan keindahan suaranya dalam melantunkan ayat suci Al-Quran banyak menarik perhatian masyarakat, ditambah lagi penampilannya yang menarik. Bahkan pada saat beliau akan melangsungkan pernikahan, masyarakat di kampungnya membelikan kain sarung Mansoer kain sarung, hal yang belum pernah dilakukan kepada pemuda lainnya kala itu.

Hal lain yang juga mungkin berasal semenjak beliau masih muda adalah kecenderungan bidang keilmuan yang didalaminya. Sebagaimana diketahui, beliau merupakan seorang pakar atau ilmuwan tafsir penting bagi IAIN Imam Bonjol Padang. Diyakini hal tersebut dilatarbelakangi oleh keahlian sang ayah yang diturunkan kepada beliau. Seperti telah disebut di atas, ayahnya menguasai pengetahuan qiraah sabah. Ini merupakan pengetahuan yang cukup jarang orang Indonesia memilikinya apalagi untuk ukuran zaman tahun 30-an.

Adapun Buya Mansour sendiri sebenarnya sudah memperlihatkan gejala sebagai ilmuwan Al-Quran. Ketika masih muda
ia sudah populer di mata publik kampungnya meskipun masih sebatas bacaan Qurannya yang dinilai bagus dan merdu, seperti cerita di atas. Tampaknya, latar belakang demikian turut mempengaruhi ketokohan dan kepemimpinan Buya Mansoer Malik saat menjadi Ketum MUI Sumbar. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Prihatin, Bupati Hendrajoni Besuk Korban Kerusuhan Wamena Putri di RSUP M. Jamil Padang

Prihatin, Bupati Hendrajoni Besuk Korban Kerusuhan Wamena Putri di RSUP M. Jamil Padang

PADANG -- Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni membesuk Putri (28), warga Lakitan, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir...

Kegiatan MBR PDAM Padang Pariaman 2019 Selesai Tepat Waktu

Kegiatan MBR PDAM Padang Pariaman 2019 Selesai Tepat Waktu

PADANG PARIAMAN -- Pelaksanaan kegiatan dengan penerima manfaat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) PDAM Padang...

Belum Dialiri Listrik, Bangunan Puskesmas Muara Siberut Mentawai Balum Bisa Dioperasikan

Belum Dialiri Listrik, Bangunan Puskesmas Muara Siberut Mentawai Balum Bisa Dioperasikan

MENTAWAI - Pembangunan Puskesmas Muara Siberut yang terletak di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan yang dikerjakan...

30 Orang CPNS IAIN Batusangkar Ikuti Latsar di Balai Diklat Keagamaan Padang

30 Orang CPNS IAIN Batusangkar Ikuti Latsar di Balai Diklat Keagamaan Padang

TANAH DATAR -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar mengirim sebanyak 30 orang terdiri dari 27 orang calon...

Apa itu Pseudobulbar Affect? Gangguan Sistem Saraf yang Membuat Joker Tertawa Tanpa Disadari

Apa itu Pseudobulbar Affect? Gangguan Sistem Saraf yang Membuat Joker Tertawa Tanpa Disadari

KESEHATAN - Film Joker akhirnya tayang di bioskop Indonesia. Dalam film tersebut, karakter Joker digambarkan menderita...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media