Saturday, 06 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Merasa Tertipu, Massa Pendemo di Papua Sepakat Tidak Mau Ikut Aksi Lagi

Senin, 02 September 2019 - 12:26:33 WIB - 500
Merasa Tertipu, Massa Pendemo di Papua Sepakat Tidak Mau Ikut Aksi Lagi
Lebih kurang 300 orang pelaku aksi demo yang berakhir rusuh beberapa hari lalu (29/08/2019) yang berasal dari masyarakat pegunungan (Wamena).


JAYAPURA - Lebih kurang 300 orang pelaku aksi demo yang berakhir rusuh beberapa hari lalu (29/08/2019) yang berasal dari masyarakat pegunungan (Wamena) merasa telah ditipu oleh koordinator aksi massa yang berakhir ricuh dan anarkhis serta secara sadar berkomitmen tidak akan lagi ikut dalam aksi demo dalam bentuk apapun, apalagi aksi anarkis. Mereka yang sempat bersembunyi di kompleks kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan menyampaikan penyesalan dan merasa ketakutan untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing di wilayah Abepura dan Waena.

Tiga ratusan orang yang merupakan bagian dari massa pendemo sepakat untuk tidak mau lagi ikut-ikutan aksi demo massa dalam bentuk apapun. Kelompok massa pendemo ini merasa telah ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isue rasisme.

Selama 3 hari mereka bersembunyi di wilayah sekitar Kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan tidak berani kembali ke daerah Abepura dan Waena dengan alasan takut mendapat aksi balasan dari masyarakat yang telah menjadi korban aksi penjarahan, pembakaran, pelemparan maupun pengrusakan oleh mereka sendiri pada waktu melakukan aksi demo yang berujung rusuh dan anarkis sehingga menimbulkan kerusakan dan kerugian material di sepanjang jalan Waena - Jayapura.

Pada hari Minggu siang, perwakilan kelompok yang sebagian besar berasal dari Wamena tersebut menemui Kepala Dinas Pendidikan Prop Papua, Desman Kogaya untuk memohon bantuan agar diberikan jaminan keamanan dan angkutan dalam proses mereka kembali ke daerah Abepura dan Waena.

Mereka merasa takut mendapatkan aksi balasan dari masyarakat yang telah mengalami kehilangan/kerusakan aset harta benda yang berharga yang telah mereka rusak/jarah akibat ulah yang anarkis dan brutal. (Hafyz)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sumbar Bersiap Buka Destinasi Wisata di Era New Normal

Sumbar Bersiap Buka Destinasi Wisata di Era New Normal

PADANG -- Gubernur bersama kepala daerah se-Sumbar berencana seluruh obyek wisata, namun sebelum membuka objek wisata...

Guspardi Gaus: Penyelenggara Pilkada Jangan Manfaatkan Pandemi untuk Cari Proyek

Guspardi Gaus: Penyelenggara Pilkada Jangan Manfaatkan Pandemi untuk Cari Proyek

PADANG -- Pilkada serentak yang telah disetujui oleh DPR dengan pemerintah segera akan digelar pada 9 Desember 2020....

Kabar Baik 3 Juni: Bertambah 2 Pasien Covid-19 di Mentawai Sembuh

Kabar Baik 3 Juni: Bertambah 2 Pasien Covid-19 di Mentawai Sembuh

...

Isu Bantuan Dibagi Merata Itu Tidak Benar

Isu Bantuan Dibagi Merata Itu Tidak Benar

Oleh : Firdaus Firman Baru-baru ini di salah satu media diberitakan pernyataan salah seorang pemangku kepentingan...

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni Sampaikan LKPJ Tahun 2019

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni Sampaikan LKPJ Tahun 2019

PADANG PARIAMAN -- Bupati Ali Mukhni menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2019, di gedung...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu