Sunday, 20 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Merasa Tertipu, Massa Pendemo di Papua Sepakat Tidak Mau Ikut Aksi Lagi

Senin, 02 September 2019 - 12:26:33 WIB - 423
Merasa Tertipu, Massa Pendemo di Papua Sepakat Tidak Mau Ikut Aksi Lagi
Lebih kurang 300 orang pelaku aksi demo yang berakhir rusuh beberapa hari lalu (29/08/2019) yang berasal dari masyarakat pegunungan (Wamena).


JAYAPURA - Lebih kurang 300 orang pelaku aksi demo yang berakhir rusuh beberapa hari lalu (29/08/2019) yang berasal dari masyarakat pegunungan (Wamena) merasa telah ditipu oleh koordinator aksi massa yang berakhir ricuh dan anarkhis serta secara sadar berkomitmen tidak akan lagi ikut dalam aksi demo dalam bentuk apapun, apalagi aksi anarkis. Mereka yang sempat bersembunyi di kompleks kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan menyampaikan penyesalan dan merasa ketakutan untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing di wilayah Abepura dan Waena.

Tiga ratusan orang yang merupakan bagian dari massa pendemo sepakat untuk tidak mau lagi ikut-ikutan aksi demo massa dalam bentuk apapun. Kelompok massa pendemo ini merasa telah ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isue rasisme.

Selama 3 hari mereka bersembunyi di wilayah sekitar Kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan tidak berani kembali ke daerah Abepura dan Waena dengan alasan takut mendapat aksi balasan dari masyarakat yang telah menjadi korban aksi penjarahan, pembakaran, pelemparan maupun pengrusakan oleh mereka sendiri pada waktu melakukan aksi demo yang berujung rusuh dan anarkis sehingga menimbulkan kerusakan dan kerugian material di sepanjang jalan Waena - Jayapura.

Pada hari Minggu siang, perwakilan kelompok yang sebagian besar berasal dari Wamena tersebut menemui Kepala Dinas Pendidikan Prop Papua, Desman Kogaya untuk memohon bantuan agar diberikan jaminan keamanan dan angkutan dalam proses mereka kembali ke daerah Abepura dan Waena.

Mereka merasa takut mendapatkan aksi balasan dari masyarakat yang telah mengalami kehilangan/kerusakan aset harta benda yang berharga yang telah mereka rusak/jarah akibat ulah yang anarkis dan brutal. (Hafyz)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gelar Lomba CTPS, Dinkes Mentawai Ajak Anak-anak Cuci Tangan Pakai Sabun

Gelar Lomba CTPS, Dinkes Mentawai Ajak Anak-anak Cuci Tangan Pakai Sabun

MENTAWAI - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Gelar Lomba Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Halaman Kantor...

Baksos Mahasiswa Teknik Eletronik UNP Perbaiki Instalasi Listrik Surau dan Rumah Warga

Baksos Mahasiswa Teknik Eletronik UNP Perbaiki Instalasi Listrik Surau dan Rumah Warga

PADANG PARIAMAN -- Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang melaksanakan Diklat dan Bakti...

Dua Kapolsek dan Satu Kabag Polres Arosuka Dimutasi,Kapolres: Mutasi Bukan Berarti Berhenti Berkarir

Dua Kapolsek dan Satu Kabag Polres Arosuka Dimutasi,Kapolres: Mutasi Bukan Berarti Berhenti Berkarir

SOLOK - Kapolres Arosuka, Kabupaten Solok, AKBP Ferry Iriawan, SIK, melakukan mutasi dua Kapolsek dan satu Kabag Sumda...

Mulai Dibangun Tahun Depan, Desa Katiet Mentawai Akan Dijadikan Kawasan Wisata Kelas Dunia

Mulai Dibangun Tahun Depan, Desa Katiet Mentawai Akan Dijadikan Kawasan Wisata Kelas Dunia

MENTAWAI - Untuk menghadiri Focus Group Discusssion tentang Review Master Plan Kawasan Desa wisata Katiet, Rombongan...

Ribuan Warga Muhammadiyah Hadiri HariMu bersama Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas

Ribuan Warga Muhammadiyah Hadiri HariMu bersama Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas

PADANG PANJANG -- PD Muhammadiyah Pabasko dan PDM Tanah Datar menggelar pengajian Hari Bermuhammadiyah atau HariMU di...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media