Wednesday, 16 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Ini Kata Wapres Yusuf Kalla terkait Persoalan Papua di Padang

Selasa, 03 September 2019 - 08:43:24 WIB - 1165
Ini Kata Wapres Yusuf Kalla terkait Persoalan Papua di Padang
Wakil presiden yusuf kalla di Padang


PADANG -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan soal pembangunan infrastruktur di Papua yang digenjot pemerintahan Presiden Joko Widodo nyatanya belum bisa memberikan harmonisasi pada bumi Cenderawasih itu.

"Selain pembangunan, semestinya ada nilai saling menghargai untuk mewujudkan harmonisasi yang diinginkan di tanah Papua," kata Yusuf Kalla saat silaturahim bersama Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan tokoh masyarakat se-Sumatera Barat di Grand Inna Padang Hotel, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin, (2/9/2019).

Menurutnya, pola pikir kalau Papua dibuai dengan pembangunan insfrastruktur akan dapat mewujudkan pemerataan. Namun, yang terjadi nyatanya belum bisa teralisasikan meskipun anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit mengingat kondisi Papua yang saat ini justru masih bisa terjadi kerusuhan.

"Tapi ternyata di Papua, infrastruktur dibangun dengan sangat sulit karena pegunungan dan sebagainya, tidak menambah atau malah tidak memberikan sesuatu hasil yang kita harapkan untuk memberikan pemerataan, harmonisasi, dan juga kesejahteraan yang baik untuk masyarakat," kata JK

JK menerangkan bahwa hal tersebut dapat terjadi dengan berbagai macam kemungkinan. Salah satu alasan yang dijelaskan ialah yakni bagaimana cara pemerintah melayani masyarakat namun belum bisa memuaskan. Sehingga yang terjadi ialah malah ketidakadilan yang dirasakan di tengah-tengah masyarakat semisal adanya kesenjangan yang bisa merangsang perasaan ketidakadilan.

Selain itu, menurut JK pentingnya saling menghargai antar masyarakat untuk dapat mewujudkan keharmonisasian yang diinginkan.

JK menyinggung soal diksi rasis yang dilontarkan saat sejumlah organisasi masyarakat (ormas) saat mengepung asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Akibatnya, terjadi pembelaan dari masyarakat Papua yang turun ke jalan untuk menggelar aksi damai akan tetapi sebagian besar berujung kepada kerusuhan.

"Suatu letupan yang kita kenal semua selalu dipersoalkan kata monyet di situ. Juga pada saat 2-3 tahun lalu terjadinya demo besar di Jakarta juga karena satu kata Al Maidah," kata dia.

"Jadi artinya kita sendiri harus menjaga perasaan masing-masing untuk menjaga keharmonisan bangsa ini. di samping juga kita harus mengetahui masalah yang timbul di daerah ini dan di daerah-daerah yang lain," tutupnya. (RI/suara.com)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

FKPT Sumbar Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme, Kaum Perempuan Berpotensi Jadi Agen Perdamaian

FKPT Sumbar Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme, Kaum Perempuan Berpotensi Jadi Agen Perdamaian

PADANG -- Perempuan memiliki peranan penting dalam upaya mencegah meluasnya paham radikalisme yang bisa menjurus ke...

Minus Dana APBD, MUI Sumbar Raih Penghargaan Monev Kategori SDM Terbaik

Minus Dana APBD, MUI Sumbar Raih Penghargaan Monev Kategori SDM Terbaik

PADANG -- Pada Sabtu kemarin, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar telah menerima penghargaan hasil Monitoring dan...

Hari Nusantara 2019 di Pariaman, Ini Kata KASAL RI

Hari Nusantara 2019 di Pariaman, Ini Kata KASAL RI

PARIAMAN -- Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, menyatakan siap mendukung penuh Peringatan Hari...

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh

PESISIR SELATAN -- Masih kurangnya sosialisasi yang harus dilakukan BPJS Kesehatan, membuat masyarakat mengeluh....

Tumpukan Material Proyek Pembangunan SDN 06 Sigando Padang Panjang Diduga Ganggu Fungsi Jalan

Tumpukan Material Proyek Pembangunan SDN 06 Sigando Padang Panjang Diduga Ganggu Fungsi Jalan

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media