Tuesday, 22 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

BPKAD: APBD Padang 2020 Wajib Mengacu Pada Permendagri

Selasa, 10 September 2019 - 09:55:33 WIB - 375
BPKAD: APBD Padang 2020 Wajib Mengacu Pada Permendagri
Kepala BPKAD Padang, Andri Yulika, di command center senin, (9/9/2019)


PADANG -- Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Padang mensosialisasikan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Padang sekaitan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang di 2020 mendatang.

Kepala BPKAD Padang, Andri Yulika menegaskan, penyusunan APBD Kota Padang tahun 2020 harus mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020.

Menurutnya, ada beberapa hal penting dalam mensinkronisasikan Permendagri Nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020 dalam penyusunan APBD 2020. Diantaranya, desentralisasi keuangan daerah merupakan amanat reformasi di bidang otonomi daerah untuk mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

"Maka dengan berbagai regulasi yang ada, pengelolaan keuangan daerah diharapakan mulai dari penyusunan dan perencanaan anggaran, pelaksanaan dan penatausahaan akuntasi serta pelaporannya semaksimal mungkin dibuat berorientasi pada kepentingan publik," jelas Kepala BPKAD Padang, Andri Yulika, di command center senin, (9/9/2019).

Andri mengatakan, penyusunan APBD 2020 berpedoman pada Permendagri No.33 tahun 2019 yang meliputi diantaranya Sinkronisasi Kebijakan Pemerintah Daerah dengan Kebijakan Pemerintah, Prinsip-prinsip penyusunan APBD, Kebijakan Penyusunan APBD, Teknis Penyusunan APBD dan hal Khusus Lainnya.

Ia pun menjelaskan untuk pendapatan daerah Padang tahun 2020 direncanakan sebesar Rp2,570 triliun. Jika dibandingkan penerimaan tahun 2019 sebesar Rp2,679 triliun. Pendapatan ini mengalami penurunan sebesar Rp109,27 miliar atau turun sebesar 4,08 persen.

"Rencana pendapatan ini bersumber dari pendapatan asli daerah sebesar Rp881,99 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 1,417 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp270,68 miliar," sebut Andri.

Ia mengungkapkan, berdasarkan kebijakan dan ketentuan tahun 2020 pada KUA PPAS di tetapkan anggaran belanja daerah sebesar Rp2,628 triliun. Jumlah anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp1,275 triliun atau sebesar 48,51% disertai belanja langsung sebesar Rp1,353 triliun atau sebesar 51,49% dari total APBD.

Sementara tuturnya lagi, belanja langsung yang dialokasikan, penggunaannya diarahkan untuk mendukung beberapa kegiatan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan aktual yang dihadapi di Kota Padang.

"Alokasi anggaran tersebut didistribusikan ke dalam urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan pada masing-masing SKPD. Tentunya guna mendukung program unggulan wali kota -wakil wali kota serta peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang," tukuk Andri.

Lebih jauh papar Andri Yulika, untuk prioritas pembangunan Kota Padang tahun 2020 yakni diantaranya melakukan peningkatan dan pengembangan kualitas sistem pendidikan karakter berbasis keluarga dan lingkungan yang sehat serta peningkatan dan penataan infrastruktur/sarana prasarana perkotaan dan transportasi kota berbasis ramah lingkungan. Selanjutnya peningkatan penataan ruang dan pembangunan kawasan permukiman yang ramah, pembangunan ekonomi inklusif berbasis ekonomi kerakyatan dan pengembangan ekonomi kreatif.

"Kemudian melakukan peningkatan sarana prasarana perdagangan dan penguatan kemitraan dalam perdagangan, pengembangan industri pariwisata berbasis potensi sumberdaya dan kemitraan serta optimalisasi mitigasi bencana berbasis komunitas cerdas bencana. Selanjutnya peningkatan tata kelola pemerintahan melalui penguatan sistem budaya kerja dan pemanfaatan teknologi informasi serta peningkatan iklim investasi dan kemudahan berusaha," tandas Andri mengakhiri. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ternyata STIT Syekh Burhanuddin Lahir Sejak 1978 dan Cetak 6.000 Alumni

Ternyata STIT Syekh Burhanuddin Lahir Sejak 1978 dan Cetak 6.000 Alumni

PARIAMAN -- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman yang berdiri semenjak tahun 1978 telah...

Satu Tahun Gempa Palu, Pemuda Batipuh Ajak Masyarakat Palu Tersenyum Kembali

Satu Tahun Gempa Palu, Pemuda Batipuh Ajak Masyarakat Palu Tersenyum Kembali

TANAH DATAR - Dahsyatnya musibah Gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR yang diikuti Tsunami dan Likuifaksi yang terjadi di...

Fadly Amran Serahkan Bantuan Rp 25 Juta Korban Kebakaran Asrama Brimob Padang Panjang

Fadly Amran Serahkan Bantuan Rp 25 Juta Korban Kebakaran Asrama Brimob Padang Panjang

PADANG PANJANG -- Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA, menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 25 Juta untuk...

Fakta Menarik Buya Gusrizal, Video Ketum MUI Sumbar yang Singgung Jabatan Ketum MUI Maruf Amin

Fakta Menarik Buya Gusrizal, Video Ketum MUI Sumbar yang Singgung Jabatan Ketum MUI Maruf Amin

VIDEO -- Ketum MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar yang dikenal dengan ceramahnya. Namanya semakin hangat dibicarakan oleh...

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh

PESISIR SELATAN -- Masih kurangnya sosialisasi yang harus dilakukan BPJS Kesehatan, membuat masyarakat mengeluh....


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media