Saturday, 06 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Lima Puluh Kota

Proyek Monas PDRI Dilanjutkan, Ini Kata Tokoh Masyarakat Gunuang Omeh

Rabu, 11 September 2019 - 19:32:35 WIB - 1224
Proyek Monas PDRI Dilanjutkan, Ini Kata Tokoh Masyarakat Gunuang Omeh
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, meninjau lokasi museum PDRI bersama pejabat Direktorat Pelestarian Budaya dan Permuseuman di Koto Tinggi.


LIMAPULUH KOTA - Sempat mangkrak, pengerjaan proyek pembangunan Monumen Nasional di Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh akhirnya dilanjutkan kembali. Tak tanggung-tanggung, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Pelestarian Budaya dan Permuseuman mengalokasikan anggaran sebesar Rp32 miliar tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, ketika meninjau lokasi lapangan Monas PDRI bersama pejabat Direktorat Pelestarian Budaya dan Permuseuman, pejabat Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat serta rekanan dan konsultan pengawas proyek di Koto Tinggi, Selasa 10 September 2019 kemarin.

Menurut Ferizal, pemerintah pusat kini kembali melanjutkan pembangunan fisik gedung tersebut karena sebelumnya menemui kendala persoalan tekni pengerjaan. Kementerian Pendidikan tahun anggaran 2019 ini, setidaknya menyiapkan Rp 32 Miliar untuk melanjutkan pembangunan monumen di bekas ibukota negara RI tersebut.

Hal tersebut diketahui, setelah keluarnya surat Direktorat Pelestarian Budaya dan Permuseuman nomor 3713/E2.6/KP/2019 yang memerintahkan langsung oleh Pemprov Sumbar. Pengerjaan proyek monumen PDRI akan dilaksanakan selama 114 dan menyasar seluruh bagian fisik bangunan.

"Sampai 2012 lalu, pembangunan museum PDRI sudah menelan anggaran Rp43 miliar. Kita berharap, proses pembangunan proyek ini tuntas, supaya perjuangan para pejuang dan pendahulu kita dapat pula terbayar," tutur Ferizal didampingi Kabid.

Sekretaris YPP PDRI tahun 1948-1949 tersebut menambahkan, monumen PDRI merupakan bentuk kompensasi pemerintah atas perjuangan PDRI yang terus disuarakan oleh para tokoh Luak Limopuluh, unsur pemerintah serta orang-orang yang peduli dengan sejarah PDRI sejak tahun 2000 silam.

Kesepakatan itu tertuang di dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lima menteri. Diantaranya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pertahanan, Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pariwisata. Termasuk juga empat lembaga non kementerian.

"Jadi, monas ini adalah buah perjuangan bersama para tokoh-tokoh kita di Luak Limopuluah, pemerintah daerah serta masyarakat yang peduli dengan nilai sejarah PDRI. Mudah-mudahan kelak monumen ini bisa membangkitkan kembali nilai-nilai luhur perjuangan pahlawan kita ke generasi penerus," tutur Ferizal Ridwan.

Kabar kelanjutan pembangunan monumen nasional PDRI di Koto Tinggi disambut hangat sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Gunuang Omeh. Metrizal, salah satu tokoh masyakat Koto Tinggi mengaku sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mengurus kelanjutan pembangunan monumen.

"Ini setidaknya juga menjawab keragu-raguan dari masyarakat dan unsur niniak mamak Koto Tinggi (Datuak Mansiang, Datuak Bandaro Mudo dan Datuak Juang) yang sudah menghibahkan tanah untuk pembangunan monas PDRI. Mudah-mudahan bisa terlaksana sesuai harapan," sebut Metrizal, Rabu 11 September 2019.

Ke depan, tokoh yang aktif di bidang sosial ini juga berharap pemerintah sedianya dapat membuat program kelanjutan atas pendirian monas PDRI. Seperti pembangunan akses jalan yang representatif yang kini sudah berubah status menjadi jalan provinsi.

Bahkan, jalan Koto Tinggi dikatakan kini sudah banyak dimanfaatkan oleh pengendara sebagai jalur alternatif Pekanbaru-Pasaman karena sudah terhubung ke Palupuah apabila menghindari macet di jalan raya Payakumbuh- Bukittinggi.

"Para wisatawan juga sudah banyak datang ke sini, karena Koto Tinggi punya tiga objek wisata, seperti Agro Wisata Jesigo, wisata sejarah PDRI, Goa Aie Singkek, Goa Imam Bonjol serta Kampuang Sarugo Saribu Gonjong Limo. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian pemangku kepentingan ke depan," harap Metrizal. (aking)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: limapuluh-kota,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Orang Minangkabau Meradang Gegara Aplikasi Injil Bahasa Minang, Eks Menag Ini Justru Menyarankan

Orang Minangkabau Meradang Gegara Aplikasi Injil Bahasa Minang, Eks Menag Ini Justru Menyarankan

NASIONAL - Mantan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menilai kitab Injil berbahasa Minang seharusnya tidak jadi...

Hari Pertama Masuk Kantor ASN Bukittinggi di Masa Normal Baru

Hari Pertama Masuk Kantor ASN Bukittinggi di Masa Normal Baru

BUKITTINGGI -- Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi kembali bekerja masuk kantor seperti...

Pembaruan Covid-19: Tambah 11 Kasus Positif di Sumbar, Total 594 Kasus

Pembaruan Covid-19: Tambah 11 Kasus Positif di Sumbar, Total 594 Kasus

PADANG -- Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Sumbar mengumumkan tambahan 11 kasus positif virus corona baru atau Covid-19,...

Pilkada Serentak Bakal Digelar 9 Desember 2020

Pilkada Serentak Bakal Digelar 9 Desember 2020

KOTA SOLOK -- Sempat tertunda beberapa bulan akibat pandemi wabah Covid-19, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak...

Kapolres Kota Pariaman Tinjau Kesiapan Masyarakat Jelang New Normal

Kapolres Kota Pariaman Tinjau Kesiapan Masyarakat Jelang New Normal

PARIAMAN - Kapolres Kota Pariaman beserta Instansi terkait melaksanakan kegiatan pengecekan dan himbauan terhadap...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu