Wednesday, 16 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Menpora Imam Nahrawi jadi Tersangka KPK, Begini Respon Jokowi

Kamis, 19 September 2019 - 13:17:35 WIB - 357
Menpora Imam Nahrawi jadi Tersangka KPK, Begini Respon Jokowi
Menpora Imam Nahrawi (Foto: Suara.com/Arief Apriadi)


POLITIK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan mempertimbangkan apakah langsung mengganti Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi atau menunjuk seorang Pelaksana Tugas atau Plt.

Menurut Jokowi, Imam Nahrawi baru menyerahkan surat pengunduran diri sebagai Menpora usai ditetapkan KPK sebagai tersangka atas kasus suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Belum, baru sejam lalu kasih surat pengunduran dirinya. Kita pertimbangkan dalam sehari," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/9/2019) dikutip dari laman Suara.com.

Ketika ditanya apakah nantinya pengganti Imam dari kader PKB, Jokowi juga belum memastikannya.

"Belum. Baru tadi pagi, baru sejam lalu (pengajuan surat pengunduran diri Imam Nahrawi)," kata Jokowi.

Diketahui, KPK barus saja menetapkan dua orang tersangka dalam kasus suap dana hibah KONI. Dua tersangka tersebut yakni Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum.

"Ditetapkan dua orang tersangka yaitu IMR (Imam Nahrawi)," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di Gedung KPK, Rabu (18/9/2019).

KPK juga asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum sebagai tersangka dalam kasus dana hibah KONI tersebut.

"Setelah mencermati fakta-fakta yang berkembang mulai dari proses penyidikan hingga persidangan, dan setelah mendalami dalam proses penyelidikan, KPK menemukan permulaan yang cukup dan menetapkan dua orang tersangka," kata Alexander Marwata.

Untuk tersangka Ulum sebelumnya sudah lebih dahulu ditahan sejak Rabu (11/9/2019). Ia ditahan selama 20 hari pertama di rutan KPK cabang K-4.

Ulum dan Imam Nahrawi disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (sr)

Editor/Sumber: Rom/Suara.com)
Tag: hukum,indonesia,kriminal,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

FKPT Sumbar Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme, Kaum Perempuan Berpotensi Jadi Agen Perdamaian

FKPT Sumbar Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme, Kaum Perempuan Berpotensi Jadi Agen Perdamaian

PADANG -- Perempuan memiliki peranan penting dalam upaya mencegah meluasnya paham radikalisme yang bisa menjurus ke...

Meriahkan Hari Jadi ke 20, Pemkab Mentawai Gelar Jalan Santai

Meriahkan Hari Jadi ke 20, Pemkab Mentawai Gelar Jalan Santai

MENTAWAI - Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ke - 20 tahun 2019, Pemkab gelar jalan...

KSAL Dukung Peringatan Hari Nusantara 2019 di Kota Pariaman

KSAL Dukung Peringatan Hari Nusantara 2019 di Kota Pariaman

PARIAMAN -- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M mendukung penuh Peringatan Hari...

Polres Pessel Kembali Panggil 15 Orang Saksi Terkait Dugaan Tindak Pidana Dana Hibah Koni

Polres Pessel Kembali Panggil 15 Orang Saksi Terkait Dugaan Tindak Pidana Dana Hibah Koni

PESISIR SELATAN -- Terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)...

Wiranto Ditusuk Jadi Headline Media Asing dari AFP Hingga Straitstimes

Wiranto Ditusuk Jadi Headline Media Asing dari AFP Hingga Straitstimes

JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto diserang oleh pasangan suami istri saat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media