Tuesday, 02 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Solok

Kabut Asap Makin Membahayakan, Dua Daerah di Sumbar Liburkan Sekolah

Minggu, 22 September 2019 - 19:46:34 WIB - 2452
Kabut Asap Makin Membahayakan, Dua Daerah di Sumbar Liburkan Sekolah
Pekatnya asap akibat karhutla dinilai sudah berada pada tingkat yang membahayakan. Kota Solok dan Kabupaten Solok memilih meliburkan siswanya.


SOLOK - Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa daerah makin meluas dan sulit untuk dipadamkan. Akibatnya, asap dari Karhutla tersebut mempengaruhi udara di beberapa daerah, bahkan suhu udara ikut naik menjadi lebih panas. Padahal seharusnya dengan makin tebalnya asap akibat karhutla, cahaya matahari makin sulit menembus bumi. Dan suhu bumi akan semakin dingin bukan malah lebih panas.

Dampak terbesar dari karhutla ini bukan hanya daerah area karhutla saja, tapi daerah lain yang bertetangga dengan Provinsi Riau. Salah satunya Kota Solok dan Kabupaten Solok. Di dua daerah ini jarak pandang hanya 500 meter, dan asapnya sudah mulai berbau, membuat mata perih dan batuk jika berada diluar ruangan. Sehingga dikawatirkan akan memberikan dampak lebih luas bagi kesehatan masyarakat.

Antisipasi dampak karhutla ini, Kota Solok dan Kabupaten Solok berinisiatif meliburkan siswanya. Kota Solok sesuai perintah lisan Wako Solok, H. Zul Elfian, SH. MSi. Dt. Tianso kepada Disdik Kota Solok untuk meliburkan siswanya terhitung tanggal 23 - 24 September 2019, sedangkan Disdik Kabupaten Solok meliburkan siswanya terhitung tanggal 23-25 September 2019.

Reiner, ST, MM, Dt. Intan Batuah, Wawako Solok, Minggu, (22/9), membenarkan telah memberi perintah pada Disdik Kota Solok untuk meliburkan siswanya mulai dari tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTsn, dan SMA.

Sebelumnya, juga telah keluar surat edaran dari Gubernur Sumbar kepada kepala daerah se Sumatera Barat untuk meliburkan sekolah beberapa hari.

"Benar, mulai Senin dan Selasa depan sekolah diliburkan. Jika kabut asap masih pekat dan membahayakan waktu libur akan ditambah tergantung kondisi," kata Reiner via Wattshap pada minangkabaunews.com. (Kar)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: kesehatan,kota-solok,pendidikan,solok,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kabar Baik 1 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Bertambah 2

Kabar Baik 1 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Bertambah 2

PADANG -- Jumlah pasien sembuh Coronavirus Disease (Covid-19) di Sumatera Barat bertambah dua orang, Senin, ...

Agam Kembali Perpanjang Proses Belajar di Rumah

Agam Kembali Perpanjang Proses Belajar di Rumah

AGAM -- Seiring diperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi...

Inilah Alasan Kenapa Masyarakat Indonesia Butuh Asuransi Jiwa Syariah

Inilah Alasan Kenapa Masyarakat Indonesia Butuh Asuransi Jiwa Syariah

Oleh: Abdullah Amrin, S.E., M.M. Pertumbuhan jumlah penduduk muslim dunia yang semakin hari makin bertambah menjadi...

Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Lakukan Strelisasi di Sejumlah Titik Kumpul di Padang Panjang

Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Lakukan Strelisasi di Sejumlah Titik Kumpul di Padang Panjang

PADANG PANJANG -- Perang Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Padang Panjang melakukan penyemprotan disinfektan (strelisasi,...

Menuju Normal Baru, Dharmasraya Kembali Lakukan Rapid Test Massal

Menuju Normal Baru, Dharmasraya Kembali Lakukan Rapid Test Massal

DHARMASRAYA -- Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 kembali melakukan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu