Monday, 18 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Mengenal Hipertensi dan Menolong Prevalensinya di Indonesia

Senin, 23 September 2019 - 11:27:00 WIB - 876
Mengenal Hipertensi dan Menolong Prevalensinya di Indonesia
Ilustrasi.


Oleh: Agda Putri Ardya Garini

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dalam dua kali pemeriksaan dengan selang waktu 5 menit dan dalam keadaan tenang (Kemenkes RI, 2014).

Hipertensi seringkali disebut sebagai silent killer karena banyak dari penderita hipertensi tidak mengalami keluhan atau gejala sama sekali sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka menderita hipertensi.

Hipertensi yang terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dan tidak ditangani dengan baik akan memicu penyakit gagal ginjal, jantung koroner, stroke, dan lain sebagainya.

Menurut SRS Indonesia tahun 2014, hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 5 pada segala usia.

Data World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2015 menunjukkan bahwa ada sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Sedangkan di Indonesia, Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi hipertensidi Indonesia mencapai 25,8% dan terus meningkat.

Angka prevalensi hipertensi di Indonesia yang tercantum didapat dari hasil pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Masih banyak orang-orang yang menderita hipertensi yang tidak terdata karena tidak mengalami keluhan atau gejala khusus sehingga mereka tidak melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan. Dapat diartikan bahwa sebenarnya prevalensi hipertensi di Indonesia lebih dari 25,8%.

Angka prevalensi hipertensi di Indonesia yang tinggi menjadikan hipertensi sebagai masalah serius dalam kesehatan masyarakat. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah.

Lalu bagaimana mengatasi hal tersebut?

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu stress, obesitas, kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol, makanan tinggi kadar lemak, konsumsi garam atau kafein dalam jumlah yang tinggi, dan lain sebagainya.

Cara menolong tingginya angka prevalensi hipertensi di Indonesia dapat dilakukan oleh masyarakat dan tenaga kesehatan, khususnya tenaga kesehatan masyarakat.

Meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengajak masyarakat ntuk melakukan perubahan pola hidup agar lebih sehat merupakan langkah awal yang dapat diambil oleh tenaga kesehatan.

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dasar perlu melakukan pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier.

Pencegahan primer bisa dilakukan dengan mengurangi atau bahkan menghentikan faktor perilaku berisiko hipertensi. Pencegahan sekunder bisa dilakukan dengan kegiatan deteksi dini penyakit ke fasilitas pelayanan kesehatan.Sementara pencegahan tersier bisa dilakukan dengan upaya mempertahankan kualitas hidup penderita, seperti dengan mengontrol tekanan darah dengan meminum obat teratur.

Selain pencegahan yang dapat dilakukan oleh pihak puskesmas, tenaga kesehatan juga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan bahaya yang akan timbul akibat tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus.

Banyak masyarakat yang percaya bahwa hipertensi merupakan penyakit keturunan dan hal tersebut tidak dapat dicegah meskipun dengan perubahan pola hidup yang lebih sehat.

Pernyataan tersebut merupakan sebuah dugaan yang salah. Hipertensi tidak dapat menular kepada keturunan karena faktor genetika. Lalu bagaimana dengan kasus kejadian hipertensi yang menyerang beberapa anggota keluarga dalam satu rumah dengan waktu yang bersamaan?

Dalam satu rumah, seluruh anggotanya cenderung memiliki pola hidup yang sama, baik pola makan, aktifvitas fisik, olahraga, konsumsi garam dan lemak, dan lain sebagainya. Dengan pola hidup yang sama, maka orang-orangdengan satu tempat tinggal juga memiliki faktor risiko untuk terkena penyakit yang sama, salah satunya seperti hipertensi.

Selain upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, masyarakat juga dapat ikut andil dalam usaha menolong prevalensi hipertensi di Indonesia yaitu dengan membiasakan pola hidup sehat. Beberapa cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah hipertensi adalah:

1. Mengendalikan Stress
Menurut Sugiharto (2007) kondisi stress dapat meningkatkan aktiviras saraf simpatis yang kemudian secara perlahan meningkatkan tekanan darah. Stress juga memberi dampak buruk untuk kesehatan selain hipertensi, seperti rasa nyeri atau bahkan penyumbatan pembuluh darah. Untuk meredakan stress, seseorang dapat mencoba mencari teman bicara, meditasi, atau hal posistif lainnya.

2. Menjaga Berat Badan dan Olahraga
Berat badan seseorang sangat berkaitan dengan IMT (Indeks Masa Tubuh) yang dimilikinya. Semakin tinggi IMT yang dimiliki seseorang, maka semakin besar pula peluangnya untuk terkena hipertensi. Seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas akan membutuhkan lebih banyak darah untuk menyuplai okseigen dan makanan ke jaringan tubuhnya sehingga volume darah yang beredar di pembuluh darah meningkat, curah jantung ikut meningkat, dan akhirnya tekanan darah juga meningkat. Untuk menjaga berat badan agar tetap normal, seseorang bisa menghindari mengkonsumsi makanan ringan terlalu sering, rutin mengkonsumsi sayur dan buah, rajin berolahraga dan mencukupkan aktivitas fisik, mengurangi makan makanan manis, dan lain sebagainya.

3. Mengurangi atau Memberhentikan Kebiasaan Merokok
Ketika seseorang merokok, nikotin dalam rokok akan diserap oleh pembuluh-pembuluh darah kecil di dalam paru-paru dan diedarkan ke aliran darah dan akan mencapai otak. Ketika nikotin sudah mencapai otak, otak akan bereaksi dengan memberikan sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepas apinefrin. Hormon tersebut akan menyempitkan pembuluh darah dan memaksa jantung untuk bekerja lebih berat karena tekanan yang lebih tinggi. Ada beberapa cara seseorang untuk berhenti merokok, seperti berpikir positif, tidur lebih banyak, mencari kegiatan yang menyibukkan, mengunjungi tempat tanpa asap rokok, minum air putih secara teratur, menyibukkan diri setelah makan, dan lain sebagainya.

4. Mengontrol Asupan Garam
Mengkonsumsi makanan yang mengandung garam dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan arteri menebal dan menjadi semakin sempit sehingga tekanan darah pun naik. Pemberhentian konsumsi garam juga bukan merupakan hal yang baik karena memiliki elektrolit yang memegang peranan penting dalam kesehatan. Solusinya adalah tetap mengkonsumsi makanan mengandung garam namun mengontrol jumlahnya agar tetap normal.

Beberapa cara diatas dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu menolong angka prevalensi hipertensi di Indonesia yang tergolong tinggi. Bukan hanya untuk diri sendiri, masyarakat yang sudah mulai untuk merubah pola hidup agar lebih sehat juga wajib mengajak keluarga dan teman-temannya agar sehat tak hanya dimiliki diri sendiri saja, namun lingkungannya juga.

Penulis adalah: Agda Putri Ardya Garini, Mahasiswa jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Sriwijaya.

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: kesehatan,opini,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ribuan Pengunjung Meriahkan Grand Opening TdS 2019 di Pantai Gandoriah

Ribuan Pengunjung Meriahkan Grand Opening TdS 2019 di Pantai Gandoriah

PARIAMAN -- Grand opening Tour de Singkarak tahun 2019, Ribuan pengunjung membludak di kawasan Pantai Gondariah...

Liburan ke Pulau Marak Sumbar, Serasa Dunia Milik Berdua. Tak Percaya?

Liburan ke Pulau Marak Sumbar, Serasa Dunia Milik Berdua. Tak Percaya?

TRAVEL -- Liburan menjelajah pulau kini menjadi aktivitas seru yang mulai populer dilakukan para wisatawan saat...

Peringati HAN 2019, Bupati Berharap Pasbar Menjadi Kabupaten Layak Anak Kategori Madya di Tahun 2020

Peringati HAN 2019, Bupati Berharap Pasbar Menjadi Kabupaten Layak Anak Kategori Madya di Tahun 2020

PASAMAN BARAT - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) diartikan sebagai titik awal bagi bangsa dalam mempersiapkan...

Pasaman Tidak Akan Gelar TdS 2020, Ini Alasan Kadisporapar

Pasaman Tidak Akan Gelar TdS 2020, Ini Alasan Kadisporapar

PASAMAN - Tour de Singkarak (TdS) 2019 tampaknya menjadi polemik bagi masyarakat Kabupaten Pasaman, karena manfaatnya...

Jambore Pramuka ke-II Mentawai Resmi Dibuka, Ini Pesan Kwarda 03 Provinsi Sumbar

Jambore Pramuka ke-II Mentawai Resmi Dibuka, Ini Pesan Kwarda 03 Provinsi Sumbar

MENTAWAI -- Sekretaris Kwarda 03 Provinsi Sumatera Barat Amril Amir buka resmi kegiatan Jambore Pramuka ke ll Kabupaten...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media