Saturday, 23 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

TDC Unand Padang Menggelar International Conference 2019 di Istana Bung Hatta Bukittinggi

Selasa, 01 Oktober 2019 - 18:17:17 WIB - 704
TDC Unand Padang Menggelar International Conference 2019 di Istana Bung Hatta Bukittinggi
Wakil Wali Kota Bukittinggi Irwandi foto bersama keynote speaker, conference chair, director of TDC dan ketua PHRI Pusat serta peserta dari luar negeri (DOK IST)


BUKITTINGGI -- Tourism Development Center (Pusat Pengembangan Pariwisata) Universitas Andalas Padang menggelar International Conference 2019 mengusung tema "Sustainable Tourism Development in Disaster Prone Destinations" di Istana Bung Hatta Kota Bukittinggi, Selasa (1/10/2019) dengan menghadirkan keynote speaker Prof.Noel Scott dari University of Sunshine Coast, Australia dan diikuti akademisi dari negara Malaysia, Taiwan, Korea, dan dari Indonesia yaitu Universitas Indonesia Jakarta, Unpad Bandung, Undip Semarang dan Kota-kota lainnya.

International Conference ini dihadiri Gubernur Sumatera Barat diwakilkan, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Irwandi, Wakil Wali Kota Pakanbaru, Ayat Cahyadi, Rektor Unand, Departement of Tourism, Recreation and Leisure Studies, National Dong Hwa University, Taiwan, Dr.Lynn I-Ling Chen, Ketua PHRI Pusat, Dr. Haryadi Sukamdani, Ketua PHRI Bukittinggi diwakilkan Roni.P, Civitas Unand, kadis beserta staf kadisparpora Bukittinggi dan peserta.

Director of Tourism Development Center (TDC) Universitas Andalas Padang, Dr.Sari Lenggogeni menjelaskan kepada awak media, bahwa Sumatera Barat berada dibawah rawan bencana dan kita masih lemah dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, yaitu masih ada saja sampah berserakan, tidak adanya proteksi lingkungan, berbicara pariwisata sangat sporadis, berpikir secara jangka pendek dan bukannya jangka panjang, bagaimana kita berpikir kedepan.

Makanya dalam International Conference 2019 bersama Conference Chair, Dr.Maruf,M.Bus, M.Phil sengaja mengundang yang benar-benar pakar Sustainable Tourism Development yaitu Prof.Noel Scott dari University of Sunshine Coast, Australia dan pakar-pakar lainnya guna memberikan kontribusi masukan masalah-masalah pariwisata.

Pusat pengembangan pariwisata Universitas Andalas Padang memang komit untuk membangun pariwisata dan berpikir untuk mensupport pariwisata berkelanjutan untuk anak cucu 20 tahun kedepan, bagaimana budaya kita, lingkungan, proteksi manajemen dan lainnya. Maka dari itu, sekarang kita bersama-sama memberikan pemikiran-pemikiran akademisi dari seluruh Indonesia, Malaysia dan Korea, tidak hanya tourism saja tapi juga inter dispilin, ucap Sari Lenggogeni.

Sementara itu Maruf mengatakan, conference itu sifatnya akademik, tapi juga kemudian kita juga ingin menshare apa yang sudah diteliti pakar-pakar, sehingga masyarakat bisa mengetahui pembangunan pariwisata dari conference akademiknya. Dan juga kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baru apa yang diteliti, sehingga penemuan pariwisata itu tidak hanya berdasarkan institusi, tapi berdasarkan kajian-kajian yang sudah ditemukan dan teruji di dunia akademik.

Dan juga menjembatani dunia akademik dan dunia industry, sehingga nanti mereka ini bisa bersinergi menghasilkan industry yang sustainable bermanfaat bagi ekonomi, masyarakat dan juga tidak merusak lingkungan. Pariwisata Sumatera Barat banyak bergantung pada lingkungan alam, kalau alam rusak, tentu tidak ada yang kita jual lagi.

"Nah ini yang kita promosikan sehingga semua stakeholder di dunia industry pariwisata bisa memiliki meanset yang sama," ungkap Maruf.

Sedangkan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Irwandi setelah membuka acara ini mengatakan menyambut baik apapun event yang diadakan di Kota Bukittinggi, ini suatu apresiasi luar biasa menunjuk Kota Bukittinggi sebagai tempat conference.

Dengan kondisi alam itu, kita membangun pariwisata yang bersahabat dengan lingkungan dan bersahabat dengan alam.
Conference ini akan membuat Kota Bukittinggi semakin mendunia, kini Pemerintah Kota Bukittinggi mempersiapkan bagaimana infrastruktur pariwisata secara baik dan memang keterbatasan fiscal kita membuat belum mampu maksimal.

Tapi setidak-tidaknya Wali Kota telah berupaya berbuat maksimal, bagaimana untuk membenahi sektor pariwisata ini dan alokasi anggaran kebutuhan pariwisata itu dari APBD cukup besar. Kota Bukittinggi ini akan dijadikan Kota pedestrian, sehingga pejalan kaki yang menikmati udara segar dan berwisata di Kota Bukittinggi merasa nyaman termasuk disabilitas, ini yang kita lakukan menjadikan. "Bukitinggi Tourism of All," ungkap Irwandi. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: bukittinggi,pendidikan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kapolda Sumbar Fakhrizal akan Hadiri Pelantikan Pengurus PKDP Solok

Kapolda Sumbar Fakhrizal akan Hadiri Pelantikan Pengurus PKDP Solok

SOLOK -- Semenjak PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Pariaman) berdiri belum pernah terjadi pada saat pelantikan ketuanya...

Pasaman Tidak Akan Gelar TdS 2020, Ini Alasan Kadisporapar

Pasaman Tidak Akan Gelar TdS 2020, Ini Alasan Kadisporapar

PASAMAN - Tour de Singkarak (TdS) 2019 tampaknya menjadi polemik bagi masyarakat Kabupaten Pasaman, karena manfaatnya...

Maknai Perjuangan Pahlawan Dengan Menjadi Guru Baik Bagi Anak Bangsa

Maknai Perjuangan Pahlawan Dengan Menjadi Guru Baik Bagi Anak Bangsa

PESISIR SELATAN -- Peringatan Hari Pahlawan bukan hanya diperuntukkan bagi pahlawan-pahlawan yang telah berjuang...

Wujudkan Kerukunan Antar Agama, IAIN Bukittinggi Adakan Youth Peace Festival

Wujudkan Kerukunan Antar Agama, IAIN Bukittinggi Adakan Youth Peace Festival

BUKITTINGGI -- Maraknya paham radikalisme, yang berujung pada sikap intoleransi dalam beragama tentunya menuai...

Edarkan Sabu 57,5 gram, DS Warga Bengkalis Dikerangkeng Jeruji Besi

Edarkan Sabu 57,5 gram, DS Warga Bengkalis Dikerangkeng Jeruji Besi

BENGKALIS -- Diduga edarkan sabu, tim opsnal Reskrim Polsek Mandau menangkap pria berinisial DS pengedar sabu 57.9 gram...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media