Saturday, 06 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Melalui Kursus Keterampilan Menjahit, Yakesma Sumbar Bantu Masyarakat Ekonomi Lemah di Agam

Rabu, 02 Oktober 2019 - 17:13:28 WIB - 520
Melalui Kursus Keterampilan Menjahit, Yakesma Sumbar Bantu Masyarakat Ekonomi Lemah di Agam
Kepala cabang Yakesma Padang, Syafri,S.Si,Apt saat memberikan sambutan pada acara launching kursus ketrampilan menjahit


BUKITTINGGI -- Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Provinsi Sumatera Barat yang beralamat di jalan Lolong Karan nomor 238 Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang, membantu masyarakat ekonomi lemah Kabupaten Agam bagian Timur melalui "Kursus Keterampilan Menjahit," Rabu (2/10/2019) di kawasan belakang balok Kota Bukittinggi.

Launching kursus keterampilan menjahit ini dilakukan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Jetson.

Kepada Portal Berita MinangkabauNews.com sebelum acara launching kursus keterampilan menjahit bersama Kepala cabang Yakesma Padang, Syafri,S.Si,Apt menjelaskan Yakesma merupakan lembaga amil zakat nasional yang sudah berizin membuka cabang di Sumatera Barat dan berkantor di Kota Padang, selain lembaga amil zakat, juga sebagai lembaga wakaf nasional. Yakesma juga menghimpun wakaf dari warga masyarakat.

Yakesma di wilayah Sumatera Barat ada 5 bidang program, yaitu bidang pendidikan berupa bantuan bea siswa untuk anak-anak pelajar dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Bidang kesehatan, membantu masyarakat yang tidak memiliki BPJS untuk berobat. Bidang sosial membantu warga masyarakat jika terjadi bencana, dan juga memberikan bantuan sosial untuk anak yatim/janda, serta membantu anak-anak yang orangtuanya kurang mampu.

Kemudian bidang ekonomi pemberdayaan masyarakat, seperti sekarang ini memberikan kursus ketrampilan menjahit yang diikuti remaja dan ibu rumah tangga yang sudah berkeluarga tapi belum mempunyai pekerjaan tetap, di bidang inipun memberikan bantuan sarana air bersih, dan bidang dakwah, memberikan pembinaan kepada anak-anak, remaja di Mentawai berupa tahsin dan tahfiz, dan juga bidang-bidang lainnya.

Selanjutnya dijelaskan Syafri, peserta yang mengikuti kursus ketrampilan menjahit ini mendaftar sendiri dengan melengkapi persyaratan-persyaratan yang telah disediakan Yakesma, yaitu mengisi surat pernyataan dan dilampiri surat keterangan dari Wali Nagari atau Lurah setempat. Artinya tidak ada survey ke Nagari atau Kelurahan untuk peserta mengikuti kursus ini.

Peserta kursus ketrampilan menjahit ini diikuti sebanyak 20 orang dari Kecamatan IV Angkek, Baso dan Penampung, dengan cara perekrutan sesuai kreteria yaitu usia 15 hingga 40 tahun yang belum mempunyai pekerjaan tetap dari keluarga kurang mampu. Jika memenuhi persyaratan tersebut diatas, peserta membuat surat pernyataan untuk mengikuti kursus selama 2 bulan dalam 50 kali pertemuan di kursus menjahit Dolly Kota Bukittinggi.

Semua peserta diberikan ilmu tingkat dasar dan terampil dalam menjahit, dan mendapatkan sertifikat, diharapkannya selesai mengikuti kursus dapat menjahit sendiri pakaian dan juga dapat membuka usaha menjahit untuk kelanjutan kehidupannya, ucap Syafri.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Jetson mengatakan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, setiap pemberdayaan masyarakat itu merupakan bahagian Pemerintah, nah sekarang ada yayasan Yakesma yang mengelolah kegiatan ini yang sudah perpanjangan tangan Pemerintah.

Dijelaskannya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Yakesma ini, sudah mengisi sebagian yang harus diperankan oleh Pemerintah Daerah. Kalau bisa semakin banyak juga aktifitas yang dilakukan Yakesma untuk menampung tenaga-tenaga kerja yang belum mempunyai ketrampilan, tidak tertutup kemungkinan untuk pelatihan-pelatihan lainnya yang memberikan ketrampilan bagi tenaga kerja yang ada, pungkas Jatson. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: agam,bukittinggi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Orang Minangkabau Meradang Gegara Aplikasi Injil Bahasa Minang, Eks Menag Ini Justru Menyarankan

Orang Minangkabau Meradang Gegara Aplikasi Injil Bahasa Minang, Eks Menag Ini Justru Menyarankan

NASIONAL - Mantan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menilai kitab Injil berbahasa Minang seharusnya tidak jadi...

Makin Bernyali, Iran Kembali Tebar Ancaman Perang kepada Amerika dan Israel

Makin Bernyali, Iran Kembali Tebar Ancaman Perang kepada Amerika dan Israel

INTERNASIONAL - Sikap Iran semakin hari semakin keras terhadap Amerika Serikat (AS), Israel, dan negara-negara Barat....

Jelang New Normal, Tim Gabungan TNI-Polres Agam Gelar Pendisiplinan dan Sosialisasi Untuk Masyarakat

Jelang New Normal, Tim Gabungan TNI-Polres Agam Gelar Pendisiplinan dan Sosialisasi Untuk Masyarakat

AGAM -- Jelang era New Normal, tim gabungan TNI-Polri lakukan sosialisasi dan pendisiplinan kepada masyatakat untuk...

Masa Normal Baru, Objek Wisata di Sawahlunto Akan Dibuka

Masa Normal Baru, Objek Wisata di Sawahlunto Akan Dibuka

SAWAHLUNTO -- Memasuki normal baru unsur forkompimda membicarkan tentang berbagai aspek yang akan menstabilkan...

Tidak Terima Dana BLT Covid-19, Ratusan KK di Bengkalis Protes

Tidak Terima Dana BLT Covid-19, Ratusan KK di Bengkalis Protes

RANTAU -- Sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) di lingkungan RT 03 RW 20, Bengkalis, Riau meradang, hal dikarenakan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu