Saturday, 06 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Lima Puluh Kota

Kacabjari Suliki Disomasi PH Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Getah Pinus

Rabu, 02 Oktober 2019 - 20:26:56 WIB - 1451
Kacabjari Suliki Disomasi PH Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Getah Pinus
Tim kuasa hukum tersangka dugaan Pencurian Getah Pinus dari Kongres Advokad Indonesia, Adril SH dan Zulefrimen SH, memberi keterangan pers perihal somasi kepada awak media di Payakumbuh


LIMAPULUH KOTA - Tim penasehat hukum, M Irfan Qadim, tersangka kasus dugaan pencurian getah pinus di Nagari Sungairimbang, Kecamatan Suliki dari Kongres Advokad Indonesia, Adril SH dan Zulefrimen SH, melayangkan somasi kepada Kepala Cabang Kejari Suliki terkait proses hukum yang dilakukan terhadap kliennya.

"Surat somasi kita layangkan hari ini, Rabu 2 Oktober 2019, ditujukan ke Kacabjari Payakumbuh di Suliki. Sebab, kita menilai proses peyelidikan klien kami, itu cacat secara hukum," kata Adril didampingi rekannya Zulefrimen, memberi keterangan pers kepada awak media di sebuah Kave kawasan Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh, Rabu siang.

Cacat hukum yang dimaksud Adril dalam proses penyelidikan dan penyidikan kliennya itu, beralasan karena penyidik kepolisian dan kejaksaan telah menjerat M Irfan Qadim dengan pasal pidana pada UU kehutanan yang lama, yakni UU Nomor 41 tahun 1999.

Padahal, ia menyebut, UU kehutanan tersebut sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 tanggal 16 Mei 2013 sudah diperbaharui alias sudah tidak berlaku lagi.

Berdasarkan surat somasi yang diterima wartawan, M Irfan Qadim ditetapkan sebagai tersangka serta dilakukan penahanan oleh penyidik Polres Limapuluh Kota sejak 9 April 2019 lalu.

Sejak menjadi tersangka, Irfan awalnya ditahan di Rutan Suliki selama 20 hari terhitung dari tanggal 8 - 27 Agustus 2019. Kejaksaan Negeri Cabang Suliki kemudian mengajukan permohonan perpanjangan masa penahanan selama 30 hari terhitung tanggal 26 Agustus 2019.

Namun, hingga kini berkas perkara kliennya yang sudah berstatus P-21 belum kunjung dilimpahkan oleh Kejaksaan ke Pengadilan Negeri Tanjung Pati. Dalam surat somasi itu, baik Adril maupun Zulefrimen, membuat sekitar 5 poin somasi permintaan.

Pertama, mereka meminta dengan tegas secara hukum kepada Kacabjari Suliki untuk segera melimpahkan perkara atas nama kliennya, M Irfan Qadim dan/atau menyiapkan serta mendaftarkan Dakwaan ke Pengadilan Negeri Tanjung Pati.

Kedua, penasehat hukum juga meminta Kacabjari Suliki untuk sesegera membebaskan kliennya dengan alasan pasal pidana Undang-Undang yang dikenakan sudah cacat demi hukum dan/atau sudah tidak berlaku lagi.

"Ketiga, bahwa selaku kuasa hukum M Irfan Qadim kami memberi waktu kepada Saudara Kacabjari Suliki untuk mendaftarkan dakwaan melalui kepaniteraan Pengadilan Negeri Tanjung Pati dan/atau membebaskan kliennya dalam waktu 3 x 4 jam semenjak somasi kami berikan," tambah Zulefrimen.

Keempat, tim penasehat hukum meminta mengembalikan barang bukti yang disita seperti satu unit kendaraan bermotor roda 4 merek Daihatsu Type Blind Van jenis mobil barang tahun 2011 bernomor polisi BG 8851 T beserta kunci dan STNK serta sebuah Kartu Uji KIR.

"Bersama somasi ini, kita juga tengah mempertimbangkan akan segera mendaftarkan gugatan Praperadilan atau Gugatan Ganti Rugi terhadap klien kami, apabila somasi kami ini tidak dikabulkan atau ditindaklanjuti," tegas Zulefrimen.

Terpisah, Kepala Cabang Kejari Payakumbuh di Suliki, Toni Indra, yang dikonfirmasi via telepon genggamnya, Rabu siang mengaku baru menerima berkas somasi yang dikirim oleh tim penasehat hukum tersangka M Irfan Qadim. Ia menyebut masih tengah mempelajari surat somasi dimaksud.

"Iya, sudah, saya baru terima (Surat Somasi-red). Ini baru dibaca dan akan kami pelajari. Nanti saya kasih keterangan, ya mas. Masih dipelajari soalnya," jawab Toni Indra singkat, dibalik gagang telepon miliknya. (aking )

Editor/Sumber: Rino Chandra
Tag: hukum,limapuluh-kota,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sumbar Bersiap Buka Destinasi Wisata di Era New Normal

Sumbar Bersiap Buka Destinasi Wisata di Era New Normal

PADANG -- Gubernur bersama kepala daerah se-Sumbar berencana seluruh obyek wisata, namun sebelum membuka objek wisata...

Wagub Sumbar Minta Danlanal Mentawai Jaga Perairan dari Praktek Ilegal

Wagub Sumbar Minta Danlanal Mentawai Jaga Perairan dari Praktek Ilegal

MENTAWAI - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat mengunjungi Pulau Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai, Wagub...

Sejukkan Suasana, Beberapa Tokoh Agama Jalin Silahturahmi Terhadap Polres Mentawai

Sejukkan Suasana, Beberapa Tokoh Agama Jalin Silahturahmi Terhadap Polres Mentawai

MENTAWAI - Redamkan suasana, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Inteligensi Kristen Indonesia (PIKI) Kepulauan...

Moment HUT Ke-70 Kodam I Bukit Barisan, Kodim 0319 Mentawai Lakukan Bedah Rumah

Moment HUT Ke-70 Kodam I Bukit Barisan, Kodim 0319 Mentawai Lakukan Bedah Rumah

MENTAWAI -- Kodim 0319/Mentawai melaksanakan Karya Bhakti berupa bedah rumah dalam rangka HUT ke 70 Kodam I Bukit...

Sempat Terhenti, Satlantas Polres Pasaman Kembali Lakukan Penegakan Hukum Berlalu Lintas

Sempat Terhenti, Satlantas Polres Pasaman Kembali Lakukan Penegakan Hukum Berlalu Lintas

PASAMAN - Dalam rangka penegakan hukum berlalu lintas di Kabupaten Pasaman yang sempat terhenti beberapa waktu lalu,...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu