Tuesday, 22 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Lima Puluh Kota

Cabuli Belasan Siswa, Oknum Guru SD di Limapuluh Kota Divonis 20 Tahun Penjara

Rabu, 02 Oktober 2019 - 20:46:50 WIB - 1811
Cabuli Belasan Siswa, Oknum Guru SD di Limapuluh Kota Divonis 20 Tahun Penjara
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


LIMAPULUH KOTA - Seorang terdakwa berstatus guru pengajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Limapuluh Kota divonis hukuman 20 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Payakumbuh.

Vonis hakim tersebut karena terdakwa terbukti secara hukum, melakukan perbuatan asusila terhadap belasan anak di bawah umur yakni siswanya sendiri. Selain hukuman penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp100 juta dengan subsidaer 3 bulan kurungan.

Hasil putusan tersebut disampaikan Humas Pengadilan Negeri Payakumbuh, usai menggelar sidang pembacaan putusan terkair kasus asusila anak bawah umur di ruang sidang Pengadilan setempat, Rabu (2/9/2019) siang.

"Sudah putusan, Mas. Terdakwa bertatus guru pengajar berinisial YT dijatuhi vonis hukuman 20 tahun penjara oleh majelis hakim, lebih tinggi dibanding tuntutan jaksa," kata Agung Darmawan SH, majelis hakim sekaligus kepala Humas Pengadilan Negeri Payakumbuh, ketika dikonfirmasi MinangkabaNews.com, Rabu siang.

Agung menyebut, vonis 20 tahun penjara terbilang tinggi bagi seorang terdakwa yang terlibat kasus asusila terhadap anak di bawah umur. Itu disebabkan, katanya, karena tidak ada alasan yang dapat meringankan terdakwa dari dakwaannya.

Mengingat, korban yang keseluruhan merupakan siswa dari gurunya sendiri berjumlah cukup banyak yakni 12 orang. YT didakwa melanggar sejumlah pasal pada UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam sidang terakhir kasus pencabulan anak yang diketuai Majelis Hakim Indah Wastukencana Wulan SH MH itu, diketahui bahwa vonis hukuman terhadap terdakwa YT lebih tinggi dibanding tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun penjara.

YT (28 tahun) yang tercatat sebagai warga Nagari Mungka, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, didakwa telah melakukan pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang terhadap 12 orang muridnya.

Mendapat hukuman 20 tahun penjara terdakwa YT didampingi penasehat hukumnya Nuril Hidayati, SH dari Posbakum Kharisma Pilar Keadilan menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim tersebut. "Terdakwa masih pikir-pikir apakah mau mengajukan banding atau tidak," ulas Agung Darmawan.

Kasus pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang oleh oknum guru Sekolah Dasar itu terungkap dan sempat membuat heboh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota.

Pasalnya, perbuatan dugaan sodomi dan pencabulan terhadap belasan muridnya itu diketahui sudah berlangsung sejak tahun 2017 silam.

Bahkan, korban yang pernah disodomi sang guru sudah ada yang duduk di bangku SMP-SMA.

Namun perbuatan bejat yang dilakoni pria beristri yang telah memiliki satu anak ini akhirnya terbongkar 23 Maret 2019 lalu.

Rumah dinas guru SD yang ditempati YT, sempat dikepung warga yang mengetahui ulah bejatnya.

Masyarakat yang anaknya menjadi korban mendengar informasi yang beredar bahwa, anaknya menjadi korban dugaan sodomi sang guru, tidak terima dan mengepung rumah guru sekitar pukul 18.00 WIB.

Beruntung saat pengepungan terjadi cepat diketahui Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Erismon. Sehingga YT segera diamankan dari kemarahan warga dan langsung dibawa ke Polsek Payakumbuh, sebelum kemudian diserahkan ke Polres Payakumbuh di Jalan Pahlawan, Labuah Basilang.

Perbuatan bejat sang guru terungkap karena candaan sesama teman korban di salah satu tempat Play Station (PS). Dimana mereka saling ejek dengan kata-kata "Ang dipangakan dek Pak YT. Ang lah dikarajoan" (Kamu diperlakukan apa oleh Pak guru YT, Apa kamu sudah dikerjain,) Mendengar kata-kata saling ejek itu, pemilik PS merasa heran dan bertanya-tanya.

Penasaran, pemilik PS kemudian menanyakan perihal bahan candaan para siswa SD yang masih polos tersebut. Para korban rata-rata mengaku jika mereka pernah "dikerjai" atau disodomi oleh guru mereka berinisial YT.

Pemilik PS kemudian menyampaikan cerita anak-anak itu kepada orangtua korban.

Mendengar cerita itu, para orangtua yang anak-anaknya menjadi korban pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang oknum guru itu merasa tidak senang.

Rumah dinas YT di sekolah yang ditempatinya sempat dikepung warga.

Dari pengakuan korban perbuatan bejat sang guru itu dilakukan ketika di rumah dinas sang guru saat anak-anak bermalam ditempatnya.

Dimana belasan anak-anak les belajar dengan membayar Rp5 ribu dirumah guru YT hingga malam dirumahnya. Pada saat malam itulah YT menyuruh anak muridnya membuka celana, lalu melakukan aksi sodomi kepada muridnya sendiri.

Ketika dikerjai, para korban tidak melawan, karena diancam pelaku tidak akan diberi nilai atau nilai akan dikurangi hingga ancaman akan menahan ijazah siswa. Pengakuan korban, YT juga mengancam para korbannya untuk tidak menceritakan perbuatan bejadnya ke siapapun. (aking)

Editor/Sumber: Romeo
Tag: hukum,kriminal,limapuluh-kota,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sumbar Hari Ini Positif Covid-19 Tambah 117 Orang

Sumbar Hari Ini Positif Covid-19 Tambah 117 Orang

PADANG -- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan, bahwa ada tambahan yang signifikan, yakni...

Silaturrahim dengan Kader KB, Begini Pesan Wako Fadly Amran

Silaturrahim dengan Kader KB, Begini Pesan Wako Fadly Amran

PADANG PANJANG -- Sebagai garda terdepan dan ujung tombak dalam menyukseskan program pembangunan, Walikota Padang...

Anggota DPRD Padang Muhidi Ajak Warga Disiplin Pakai Masker

Anggota DPRD Padang Muhidi Ajak Warga Disiplin Pakai Masker

PADANG -- Anggota DPRD Padang Fraksi PKS, Muhidi mengajak masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan mencegah...

Gugah Kesadaran Masyarakat Bahaya Covid-19, Pemkab Solok Gencarkan Sosialisasi

Gugah Kesadaran Masyarakat Bahaya Covid-19, Pemkab Solok Gencarkan Sosialisasi

KABUPATEN SOLOK - Menegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 sebenarnya bukan perkara sulit bagi pemerintah, karena...

Bang Yose, Sang Penyelamat Penyu di Pantai Pasia Jambak Sumatera Barat

Bang Yose, Sang Penyelamat Penyu di Pantai Pasia Jambak Sumatera Barat

Oleh : Zulfadli Akbar PADANG PARIAMAN - Pantai pasia jambak menjadi salah satu pantai yang indah dikota Padang....


KOMENTAR ANDA