Saturday, 22 Feb 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Kesehatan

Waspada Jangan Minum Obat Ini, BBPOM Tarik Peredaran Ranitidin

Senin, 07 Oktober 2019 - 21:57:37 WIB - 759
Waspada Jangan Minum Obat Ini, BBPOM Tarik Peredaran Ranitidin
Ilustrasi


PADANG -- Menyikapi obat maag Ranitidin diduga tercemar zat pemicu Kanker, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang menarik peredaran obat ranitidin di sejumlah apotik di Padang, Sumbar

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan terhadap penarikan sejumlah produk obat jenis Ranitidine Injeksi (obat cair) di 19 kabupaten/kota di Sumbar. Hal itu setelah BPOM pusat menginstruksikan penarikan obat tersebut.

Informasi yang diperoleh dari BBPOM Padang menyatakan penarikan produk tersebut sehubungan dengan adanya informasi cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat yang mengandung ranitidin sebagaimana disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA). Dalam kandungan obat tersebut diduga dapat memicu kanker.

Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

"Instruksi penarikan obat ini ada dua jenis yaitu, penarikan oleh pabrik dan penarikan produk dari BPOM," kata Kepala BBPOM Padang, Martin, Senin, (7/10/2019)

"Pihak menarik obat tersebut yang ada di apotek di Kota Padang,”ungkap dia.

Disamping itu lanjut dia, BPOM juga mendatangi distributor obat yang ada di Padang. BPOM meminta pihak distributor untuk tidak mengedarkan ranitidin ke seluruh apotek.

Ranitidin tidak boleh lagi beredar di apotek diminta pihak distributor untuk tidak memasukan barang ke apotek.

Ia juga menyampaikan Apotek-apotek lebih proaktif untuk menyerahkan ranitidin pada BPOM maupun piha distributor. Ranitidin biasa untuk obat penderita mag dari hasil penelitian obat tersebut terkontaminasi zat kanker. "Hal Ini sangat membahayakan bagi masyarakat yang mengkonsumsi," imbuh Martin.

Martin menambahkan, sesuai arahan pusat, pelaku usaha wajib meneliti kembali produk yang mereka produksi, sebab ranitidin, obat yang biasa digunakan untuk penderita maag terkontaminasi zat kanker. (RI)

Loading...
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: kesehatan,metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Tahun 2020, Kementerian PUPR Berikan Bantuan Untuk 160 Unit Rumah di Mentawai

Tahun 2020, Kementerian PUPR Berikan Bantuan Untuk 160 Unit Rumah di Mentawai

MENTAWAI -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP)...

Dihantam Banjir, Jalan di Batahan Pasbar Rusak Berat

Dihantam Banjir, Jalan di Batahan Pasbar Rusak Berat

PASAMAN BARAT - Akibat diterjang banjir, jalan aspal yang baru dibangun tahun 2019 di Jorong Taming, Nagari Batahan,...

Wabup Mentawai: Pembangunan Harus Mengarah Pada Peningkatan Ekonomi

Wabup Mentawai: Pembangunan Harus Mengarah Pada Peningkatan Ekonomi

MENTAWAI - Menghadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Siberut Barat Daya (Sibaday), Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan...

Tiga Hankam Tandatangani Hibah Dana Pilkada Solok

Tiga Hankam Tandatangani Hibah Dana Pilkada Solok

KOTA SOLOK - Tiga Institusi Pertahanan dan Keamanan, Wilayah Kabupaten Solok, Rabu (19/2), di Guest House Rumah Dinas...

Kodim 0319/Mentawai Lakukan Komsos dan Tinjau Lokasi Lahan Serai Wangi Masyarakat

Kodim 0319/Mentawai Lakukan Komsos dan Tinjau Lokasi Lahan Serai Wangi Masyarakat

MENTAWAI -- Kodim 0319/Mentawai melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) 03 Sioban wilayah Sipora Utara Desa Bukit...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media