Tuesday, 15 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Kesehatan

Waspada Jangan Minum Obat Ini, BBPOM Tarik Peredaran Ranitidin

Senin, 07 Oktober 2019 - 21:57:37 WIB - 493
Waspada Jangan Minum Obat Ini, BBPOM Tarik Peredaran Ranitidin
Ilustrasi


PADANG -- Menyikapi obat maag Ranitidin diduga tercemar zat pemicu Kanker, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang menarik peredaran obat ranitidin di sejumlah apotik di Padang, Sumbar

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan terhadap penarikan sejumlah produk obat jenis Ranitidine Injeksi (obat cair) di 19 kabupaten/kota di Sumbar. Hal itu setelah BPOM pusat menginstruksikan penarikan obat tersebut.

Informasi yang diperoleh dari BBPOM Padang menyatakan penarikan produk tersebut sehubungan dengan adanya informasi cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat yang mengandung ranitidin sebagaimana disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA). Dalam kandungan obat tersebut diduga dapat memicu kanker.

Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

"Instruksi penarikan obat ini ada dua jenis yaitu, penarikan oleh pabrik dan penarikan produk dari BPOM," kata Kepala BBPOM Padang, Martin, Senin, (7/10/2019)

"Pihak menarik obat tersebut yang ada di apotek di Kota Padang,”ungkap dia.

Disamping itu lanjut dia, BPOM juga mendatangi distributor obat yang ada di Padang. BPOM meminta pihak distributor untuk tidak mengedarkan ranitidin ke seluruh apotek.

Ranitidin tidak boleh lagi beredar di apotek diminta pihak distributor untuk tidak memasukan barang ke apotek.

Ia juga menyampaikan Apotek-apotek lebih proaktif untuk menyerahkan ranitidin pada BPOM maupun piha distributor. Ranitidin biasa untuk obat penderita mag dari hasil penelitian obat tersebut terkontaminasi zat kanker. "Hal Ini sangat membahayakan bagi masyarakat yang mengkonsumsi," imbuh Martin.

Martin menambahkan, sesuai arahan pusat, pelaku usaha wajib meneliti kembali produk yang mereka produksi, sebab ranitidin, obat yang biasa digunakan untuk penderita maag terkontaminasi zat kanker. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: kesehatan,metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Resmikan Kantor Baru Grab di Padang

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Resmikan Kantor Baru Grab di Padang

PADANG -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meresmikan Kantor Grab untuk area Padang di jalan By Pass depan Kantor...

Politik Jelang Pilkada di Pasbar Mulai Memanas, Siapakah yang Dapat Merangkul Kelompok Milenial?

Politik Jelang Pilkada di Pasbar Mulai Memanas, Siapakah yang Dapat Merangkul Kelompok Milenial?

Oleh: Akbar Riyadi Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu kabupaten yang akan...

Tidak Memiliki Dokter Kulit dan THT, Pelayanan Pasien di RSUD Pariaman Tidak Optimal

Tidak Memiliki Dokter Kulit dan THT, Pelayanan Pasien di RSUD Pariaman Tidak Optimal

PARIAMAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman milik Pememerintah Provinsi Sumatera Barat tidak miliki Dokter Kulit...

Apa itu Pseudobulbar Affect? Gangguan Sistem Saraf yang Membuat Joker Tertawa Tanpa Disadari

Apa itu Pseudobulbar Affect? Gangguan Sistem Saraf yang Membuat Joker Tertawa Tanpa Disadari

KESEHATAN - Film Joker akhirnya tayang di bioskop Indonesia. Dalam film tersebut, karakter Joker digambarkan menderita...

Aksi Damai di Patung kuda Jakarta, Ini Pesannya

Aksi Damai di Patung kuda Jakarta, Ini Pesannya

JAKARTA -- Aksi mahasiswa dan pelajar di depan DPR yang berakhir ricuh, tentu tidak dapat dipungkiri juga banyak...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media