Tuesday, 22 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Kesehatan

Waspada Jangan Minum Obat Ini, BBPOM Tarik Peredaran Ranitidin

Senin, 07 Oktober 2019 - 21:57:37 WIB - 998
Waspada Jangan Minum Obat Ini, BBPOM Tarik Peredaran Ranitidin
Ilustrasi


PADANG -- Menyikapi obat maag Ranitidin diduga tercemar zat pemicu Kanker, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang menarik peredaran obat ranitidin di sejumlah apotik di Padang, Sumbar

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan terhadap penarikan sejumlah produk obat jenis Ranitidine Injeksi (obat cair) di 19 kabupaten/kota di Sumbar. Hal itu setelah BPOM pusat menginstruksikan penarikan obat tersebut.

Informasi yang diperoleh dari BBPOM Padang menyatakan penarikan produk tersebut sehubungan dengan adanya informasi cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat yang mengandung ranitidin sebagaimana disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA). Dalam kandungan obat tersebut diduga dapat memicu kanker.

Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

"Instruksi penarikan obat ini ada dua jenis yaitu, penarikan oleh pabrik dan penarikan produk dari BPOM," kata Kepala BBPOM Padang, Martin, Senin, (7/10/2019)

"Pihak menarik obat tersebut yang ada di apotek di Kota Padang,”ungkap dia.

Disamping itu lanjut dia, BPOM juga mendatangi distributor obat yang ada di Padang. BPOM meminta pihak distributor untuk tidak mengedarkan ranitidin ke seluruh apotek.

Ranitidin tidak boleh lagi beredar di apotek diminta pihak distributor untuk tidak memasukan barang ke apotek.

Ia juga menyampaikan Apotek-apotek lebih proaktif untuk menyerahkan ranitidin pada BPOM maupun piha distributor. Ranitidin biasa untuk obat penderita mag dari hasil penelitian obat tersebut terkontaminasi zat kanker. "Hal Ini sangat membahayakan bagi masyarakat yang mengkonsumsi," imbuh Martin.

Martin menambahkan, sesuai arahan pusat, pelaku usaha wajib meneliti kembali produk yang mereka produksi, sebab ranitidin, obat yang biasa digunakan untuk penderita maag terkontaminasi zat kanker. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: kesehatan,metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Putus Rantai Penyebaran Covid 19, Desa Taluak Pariaman Bagikan 5000 Masker

Putus Rantai Penyebaran Covid 19, Desa Taluak Pariaman Bagikan 5000 Masker

PARIAMAN - Sebanyak 5000 buah masker kain dibagikan ke warga oleh Pemerintahan Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Selatan...

Walnag Tanjung Gadang bersama Dinas Perkim LH Sijunjung Ciptakan Inovasi dalam Wujudkan PHBS

Walnag Tanjung Gadang bersama Dinas Perkim LH Sijunjung Ciptakan Inovasi dalam Wujudkan PHBS

SIJUNJUNG -- Wali NagariTanjung Gadang bersama Dinas perumahan, pemukiman, dan lingkungan hidup (Perkim LH) Sijunjung...

Panaskan Mesin Parpol, DPC PPP Pessel Gelar Konsolidasi Internal

Panaskan Mesin Parpol, DPC PPP Pessel Gelar Konsolidasi Internal

PESISIR SELATAN -- Untuk memanaskan mesin partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pasca jatuhnya Surat Tugas (ST)...

Polres Sijunjung Tangkap 12 Tersangka Penambang Illegal Mining

Polres Sijunjung Tangkap 12 Tersangka Penambang Illegal Mining

SIJUNGJUNG -- Jajaran Polres Sijunjung berhasil menangkap 12 orang penambang Illegal Mining di jorong Limau Sundai...

Meski Lidah Tak Bertulang, Namun Sayatannya Lebih Ngilu Dari Tusukan Duri Sembilu "PUAN"

Meski Lidah Tak Bertulang, Namun Sayatannya Lebih Ngilu Dari Tusukan Duri Sembilu "PUAN"

Oleh: Indra Gunawan Wahai Puan, petuah dibuat untuk nasehat, titah diujar untuk dilaku, bahasa diunggah untuk...


KOMENTAR ANDA