Wednesday, 16 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Politik Jelang Pilkada di Pasbar Mulai Memanas, Siapakah yang Dapat Merangkul Kelompok Milenial?

Jumat, 11 Oktober 2019 - 00:54:47 WIB - 698
Politik Jelang Pilkada di Pasbar Mulai Memanas, Siapakah yang Dapat Merangkul Kelompok Milenial?
Ilustrasi (istimewa)


Oleh: Akbar Riyadi
Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak pada Tahun 2020 nanti. Dalam beberapa bulan kebelakang, hawa panas politik di Kabupaten Pasaman Barat telah bergulir.

Dasar terbangunya asumsi ini yakni, incumbent yang akan maju hanya Bupati saat ini. Sehingga, diprediksi memunculkan peta kekuatan yang merata dalam pilkada nanti.

Panasnya hawa politik di Kabupaten Sawit ini ditandai dengan munculnya kepermukaan nama-mana yang bakal maju pada pilkada nanti di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini tidak terlepas dari elite-elite politik sendiri, yang telah memulai menggeliat di permukaan untuk menyatakan maju dalam kontestasi pilkada nanti dengan cara melepar isu ke media sosial dalam bentuk gerakan-gerakan sosial agar mendapatkan simpati, maupun secara langsung membuat postingan kesiapan untuk maju dalam kontestasi.

Tidak berhenti di situ, sasaran yang dilakukan oleh elite politik yang bakal maju dengan cara konvensional seperti memasang baliho-baliho. Uniknya, baliho yang dipasang oleh elite politik sangat kreatif. Mulai dari menunjukan identitas diri dari hastag dan visi misi tanpa mencantumkan foto, hingga baliho dengan menggunakan latar belakang kinerja atau jabatan sebelumnya.

Tentunya apa yang dilakukan oleh elite politik merupakan branding politik (Lorann Downer 2013:4) guna mendapatkan dukungan masyarakat secara luas. Namun apa yang dimunculkan oleh elite politik di Kabupaten Pasaman Barat diibaratkan hidangan masing-masing untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Strategi-strategi yang dilakukan oleh elite politik untuk mendapatkan dukungan bukanlah sesuatu yang menyalahi dalam aturan. Akan tetapi, para elite politik seakan terlalu latah saling menunjukan diri yang terbaik kepada masyarakat.

Seharusnya elite politik mem-branding kebutuhan masyarakat luas sebagai branding dari dirinya sendiri. Substansi inilah yang dilupakan oleh elite politik di Kabupaten Pasaman Barat.

Ada dua point penting yang dapat disodorkan yakni pertama; kebutuhan masyarakat secara luas akan mengeliatnya ekonomi di Kabupaten Pasaman Barat. Menggeliatnya ekonomi di Kabupaten Pasaman Barat bukan hanya persoalan kelapa sawit, akan tetapi tawaran-tawaran ekonomi makro dan mikro yang lebih menjanjikan.

Baik berupa pengembangan pariwisata, kelautan, pertanian maupun produk-produk kreatif rumahan yang memiliki pasar yang dijamin Pemerintah daerah. Point pertama ini lebih terfokus kepada kebutuhan masyarakat luas di Kabupaten Pasaman Barat.

Sedangkan point yang kedua; yakni dikhususkan kepada kelompok penerus Kabupaten Pasaman Barat yaitu kelompok milenial.

Berdasarkan data, hak pemilih di kabupaten Pasaman Barat tahun 2019 mencapai 250.723 (KPU Kabupaten Pasaman Barat). Hal ini mengalami kenaikan dari Tahun 2015 dimana hak pemilih pada tahun 2015 yaitu 248.154. Dengan data yang disajikan tersebut, maka di pilkada Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2020 melibatkan kelompok milenial yang cukup tinggi.

Elite politik di Kabupaten Pasaman Barat seakan sibuk kesana kemari untuk menemui dan meminta dukungan kepada tokoh-tokoh masyarakat serta melupakan kelompok milenial.

Hari ini adakah elite politik di Kabupaten Pasaman Barat yang merangkul kelompok milenial?. Kelompok milenial seakan dipandang sebelah mata tanpa ada pendekatan dan tawaran-tawaran kebijakan dan ruang publik. Perhatian inilah yang dibutuhkan mereka.

Kelompok milenial bukan anak kemaren sore. Padahal mereka sangat dekat teknologi, perubahan dan inovasi. Dunia sekarang ditentukan siapa yang menguasai dan berperan di bidang ini.

Secara sederhana kelompok milenial bisa menjadi senjata bagi petarung. Bagaimana tidak, dengan apa yang dimilikinya, kelompok milenial adalah pemilih yang paling kritis. Mereka bisa dengan mudahnya mendapatkan informasi dalam dunia digital.

Lebih lanjut, kelompok melenial tidak bisa dirangkul dengan cara formal yakni dengan hanya mendekati keluarga dan tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh di suatu daerah.

Karena, kedekatan mereka dalam suatu kelompok sangat kental. Dengan kata lain, kelompok milenial akan memilih yang dianggap yang mempretasikan mereka.

Dari pemaparan di atas, maka muncul pertanyaan siapakah elite politik yang berhasil merangkul kelompok milenial? Siapapun yang berhasil merangkul kelompok milenial, maka bukan tidak mungkin akan memenangkan pilkada di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2020.

Penulis adalah Akbar Riyadi, Pengamat politik lokal Pasaman Barat.

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: opini,pasaman-barat,pilkada,politik,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pegawai dan Sipir di Rutan Talu Pasaman Barat Dites Urine

Pegawai dan Sipir di Rutan Talu Pasaman Barat Dites Urine

PASAMAN BARAT - Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat lakukan tes urine bagi seluruh pegawai dan sipir...

Suhatri Bur Buka Open Turnamen Volly Ball Antar Nagari se Kabupaten Padang Pariaman

Suhatri Bur Buka Open Turnamen Volly Ball Antar Nagari se Kabupaten Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN -- Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur membuka open turnamen Volly Ball antar Nagari di Nagari...

Wabup Ferizal Ridwan Sentil Perselingkuhan Politisi-Birokrasi, Hingga Plesiran Ratusan ASN

Wabup Ferizal Ridwan Sentil Perselingkuhan Politisi-Birokrasi, Hingga Plesiran Ratusan ASN

LIMAPULUH KOTA - Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, menyentil adanya kesan perselingkuhan antara Politisi...

TMMD ke 106 Kodim 0306/50 Kota, TNI Laksanakan Pembangunan Fisik dan Penyuluhan Narkoba

TMMD ke 106 Kodim 0306/50 Kota, TNI Laksanakan Pembangunan Fisik dan Penyuluhan Narkoba

LIMAPULUH KOTA - Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Nagari (DPMD/N) Kabupaten Lima Puluh Kota, Ahmad...

Masyarakat Mentawai Sempat Ricuh Akibat Ada Dugaan Dukun Santet, Kapolres: Kondisi Sudah Kondusif

Masyarakat Mentawai Sempat Ricuh Akibat Ada Dugaan Dukun Santet, Kapolres: Kondisi Sudah Kondusif

MENTAWAI - Kapolres bersama Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai kunjungi Dusun Politcoman Siberut Barat, terkait...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media