Tuesday, 22 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
Pemko Pariaman home berita Pariaman

Diduga Alergi Obat, Badan Siswi di Pariaman ini Melepuh

Jumat, 18 Oktober 2019 - 23:48:29 WIB - 2809
Diduga Alergi Obat, Badan Siswi di Pariaman ini Melepuh
Foto pasien alergi obat saat dirujuk Ke RSUP M Dr Djamil Padang (Ist)


PARIAMAN -- Diduga akibat alergi obat, Nur Aisiyah siswa kelas VIII 3 MTsM (Madrasah Tsnawiyah Muhammadiyah ) Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Dr. M Djamil Padang.

Azrul (43), orang tua Nur Aisiyah mengatakan, bahwa awalnya Nur Aisiyah mengalami demam panas pada Rabu (9/10) lalu, kemudian dibawalah untuk berobat ke bidan praktek Atmawati di Desa Rambai.

"Setelah diperiksa dan diberi obat, pada Kamis malam (10/10) baru sehari setelah mengkonsumsi obat dari bidan At, ada perubahan pada kulit anak saya bintil-bintil merah, melepuh dan menghitam seperti terbakar," ujar Azrul pada MinangkabauNews.com melalui Hp pada Jumat (18/10/2019).

Kemudian pada Sabtu (12/10), dibawalah anaknya ke Puskesmas Kurai Taji, namun oleh pihak Puskesmas anaknya dirujuk ke RSUD Pariaman.

"Namun karena hari Sabtu dokter tidak ada di tempat, maka akhirnya anak saya dirujuklah ke RSUP Dr. M. Djamil Padang," tutur Azrul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Sahrul membantah tidak ada istilah mal praktek atau salah kasih obat seperti yang tertulis di media sosial.

"Bidan itu kan punya hak juga memberikan obat ringan kepada pasien, sebagaimana registernya dan izin praktek yang telah dikeluarkan dan itu juga dibawah pengawasan Dokter," ujar Sahrul melalui hp saat dikonfirmasi, Jumat (18/10/2019).

Kemudian, Sahrul menuturkan, sebagaimana penjelasan dari Bidan Atmawati, bahwa pada mulanya si pasien sudah dianjurkan berobat ke Puskesmas terdekat, namun si pasien ingin tetap diobati di tempat bidan itu juga.

"Bidan Atmawati juga sudah menanyakan pada pasien ada atau tidak alergi terhadap obat. Orang tua pasien yang mengantar menjawab tidak. Maka dikasihlah obat oleh bidan tadi," terang Sahrul.

Namun setelah makan obat sambungnya, terjadilah alergi. Dan kondisi yang demikian tentunya tidak bisa dicegah.

"Dari segi pelayan tentunya pasien harus dilayani juga, karena memang kewajiban juga dari bidan itu," tutupnya. (war)

Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: kesehatan,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020, Efektif?

Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020, Efektif?

JAKARTA -- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si menerbitkan...

Tingkatkan Transaksi Jual Beli, Pemko Keluarkan Edaran Belanja ke Pasar Pusat

Tingkatkan Transaksi Jual Beli, Pemko Keluarkan Edaran Belanja ke Pasar Pusat

PADANG PANJANG -- Kepedulian Pemko terhadap para pedagang di Pasar Padang Panjang agar meningkat transaksi jual...

Dandim Pessel Letkol Inf Gamma Arthadilla Sakti, Kunjungi Koramil 01 Pancung Soal

Dandim Pessel Letkol Inf Gamma Arthadilla Sakti, Kunjungi Koramil 01 Pancung Soal

PESISIR SELATAN - Kunjungan perdana Dandim 0311/Pessel Letkol Inf Gamma Arthadilla Sakti didampingi ibu Anastasa Gamma...

Breaking News : Sepuluh Warga Kota Solok Terkonfirmasi Positif Covid-19

Breaking News : Sepuluh Warga Kota Solok Terkonfirmasi Positif Covid-19

SOLOK -- Warning, jika kasus terkonfirmasi covid-19 di Kota Solok terus mengalami penambahan, bisa dipastikan peringkat...

Bakal Perang, Jet Tempur Rusia Hadang Pesawat Pembom B-52 Amerika, NATO Meradang

Bakal Perang, Jet Tempur Rusia Hadang Pesawat Pembom B-52 Amerika, NATO Meradang

INTERNASIONAL - Jet tempur Rusia dilaporkan berusaha mencegat pesawat pembom B-52 Amerika Serikat yang terbang di dekat...


KOMENTAR ANDA