Friday, 15 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Dimulai Gerakan Tanam Serentak Pohon Andalas, Bupati Pessel Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 02:01:40 WIB - 636
Dimulai Gerakan Tanam Serentak Pohon Andalas, Bupati Pessel Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam
Bupati Pessel, Hendrajoni menanam pohon di Nagari Limau Gadang Lumpo (Ist)


PESISIR SELATAN -- Pencanangan Program Kampung Iklim (Proklim) dan gerakan tanam serentak pohon andalas dilakukan di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai lV, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (18/10/2019). Gerakan penghijauan tersebut diawali penanaman pohon andalas oleh Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Hendrajoni.

Selain itu, Bupati juga menebar bibit Ikan Nila di lubuk larangan Batang Lumpo di Nagari Limau Gadang.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dalam amanatnya menyampaikan, gerakan menanam pohon sangat penting dilakukan sebagai bentuk penghijauan dan reboisasi. Serta menciptakan pemukiman yang sejuk dan hijau.

Melalui kesadaran menanam pohon ini, masyarakat akan terhindar dari berbagai ancaman bencana, terutama banjir dan tanah longsor.

Dikatakannya, apa yang dilakukan masyarakat di Nagari Limau Gadang Lumpo ini dinilai memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

"Karena kepedulian itu, sehingga tidak heran jika Nagari Limau Gadang Lumpo mendapat penghargaan kampung iklim tingkat nasional, dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2019 ini," ucapnya.

Bupati berharap kepada masyarakat Nagari Limau Gadang Lumpo dapat menjaga dan merawat tanaman tersebut agar dapat tumbuh subur dengan baik. Sehingga program penanaman pohon dapat berhasil dan akan menikmati hasilnya dimasa yang akan datang.

"Dengan terjaganya hutan dengan pepohonanya yang hijau dan rindang sebagaimana terlihat saat ini, maka suasana sejuk dengan udaranya yang segar akan selalu bisa terus dinikmati oleh masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyebutkan, bahwa Nagari Limau Gadang Lumpo memiliki potensi Ekowisata yang cukup besar. Seperti halnya wisata alam Batu Biduak yang telah melegenda, Camping Ground, Pemandian Alam Lubuk Panjang, Air Terjun Lumpo dan beberapa ngalau.

"Semua objek wisata tersebut saling berdekatan dan mempunyai pesona keindahan yang berbeda-beda. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh wisatawan pada beberapa lokasi itu. Diantaranya camping, hiking, memotret, santai menikmati pemandangan alam, pendidikan konservasi, rekreasi, penelitian ilmiah, pendidikan lingkungan, serta identifikasi flora dan fauna," tuturnya.

Berdasarkan berbagai keunggulan itu, sehingga dia berharap agar potensi keindahan alam yang dimiliki itu bisa terus dipertahankan.

"Ini saya sampaikan agar pada tahun 2020 mendatang, nagari ini bisa mendapatkan penghargaan Kampung Lestari di tingkat nasional," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pessel, Jumsu Trisno dengan didampingi kepala bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Darpius Indra, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa pihaknya juga bertekad Pessel mendapatkan penghargaan nasional Kampung Lestari pada 2020 mendatang.

"Untuk mewujudkanya, sehingga semua pihak terkait kita ajak untuk saling berkalaborasi dalam menempatkan program-programnya di nagari ini. Diantaranya Dinas Pariwisata, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS), Dinas Kehutanan, Badan Pemberdayaan Masyarakat Nagari (BPMN), dan lainya," ungkap Jumsu.

Ditambahkan lagi bahwa untuk mendorong dan memotivasi masyarakat agar memiliki kesadaran yang tinggi menjaga kelestarian lingkungan, melalui kegiatan itu pihaknya juga memberikan penghargaan dan reward kepada pelaku-pelaku peduli lingkungan.

Diantaranya, kepada Kelompok Tani Batu Carano Kampung Alai sebesar Rp10 juta dari KLHK, dan Rp3 juta dari Pemkab Pessel. Bonus ini diberikan, Kampung Alai mendapatkan penghargaan nasional sebagai kampung Proklim.

Selanjutnya, kepada Kelompok Tani Sepakat Kampung Laban Salido sebesar Rp2 juta pula, sebab berprestasi di tingkat daerah. Sedangkan Kecamatan Ranah Pesisir yang juga sukses mendapatkan peringkat II sebagai kecamatan bersih dan hijau tingkat provinsi, juga diberikan bonus sebesar Rp5 juta. (Rio)

Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Siswa SMKN 1 Sutera Pessel Terpilih Jadi Duta Karakter Bangsa

Siswa SMKN 1 Sutera Pessel Terpilih Jadi Duta Karakter Bangsa

PESISIR SELATAN -- Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dibawah pimpinan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat,...

Usai Ditipu dengan Uang Mainan, Kakek 85 Tahun Penjual Sayur Japan di Bukittinggi ini Akhirnya..

Usai Ditipu dengan Uang Mainan, Kakek 85 Tahun Penjual Sayur Japan di Bukittinggi ini Akhirnya..

BUKITTINGGI -- Ditipu dengan uang mainan, hasil penjualan sayur Japan milik kakek berusia 85 tahun bernama Safbudin di...

Putera Terbaik Polres Bukittinggi Meninggalkan Semuanya Untuk Selamanya

Putera Terbaik Polres Bukittinggi Meninggalkan Semuanya Untuk Selamanya

BUKITTINGGI -- Kapolres Bukittinggi, AKBP. Iman Pribadi Santoso, mengatakan secara pribadi dan atas nama instansi...

Peringati Hari Pahlawan, Wabup Pasaman Serahkan Penghargaan kepada Satresnarkoba

Peringati Hari Pahlawan, Wabup Pasaman Serahkan Penghargaan kepada Satresnarkoba

PASAMAN -- Setelah pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Wakil Bupati H....

Ketum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo Terima Penghargaan Kategori Most Inspiring Women of the Year 2019

Ketum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo Terima Penghargaan Kategori Most Inspiring Women of the Year 2019

JAKARTA -- Ketum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo Menerima Penghargaan Kategori Most Inspiring Women of the Year 2019 pada...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media