Monday, 16 Dec 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Lindungi Balita Dari Diare Dengan Melakukan Pencegahan Dini

Selasa, 05 November 2019 - 12:27:15 WIB - 600
Lindungi Balita Dari Diare Dengan Melakukan Pencegahan Dini
Zahratul Ulya, Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya


Oleh : Zahratul Ulya

Diare merupakan suatu keadaan tinja yang lunak atau encer dengan frekuesi tiga kali atau lebih dalam waktu sehari semalam dengan atau tanpa adanya kandungan darah dalam tinja (WHO, 2008). Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Diare adalah salah satu penyebab angka kesakitan dan kematian tertinggi pada anak di bawah lima tahun (balita).
Menurut Depkes RI (2000) di indonesia setiap tahunnya terdapat 112.000 kasus diare yang menyebabkan kematian pada setiap golongan umur, serta pada balita sendiri terjadi 55.000 kasus kematian yang diakibatkan oleh diare.

Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004 menyatakan angka akibat diare pada balita sebesar 75 per 100 ribu penduduk. Hasil Riskesdas tahun 2007 menyatakan bahwa diare merupakan penyebab utama kematian pada balita.

Sebagian besar dalam tubuh balita terdiri dari air, apabila diare pada balita tidak ditangani dengan serius maka akan berakibat fatal. Pada saat balita mengalami diare sangat mudah terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan yang dapat menyebabkan kematian. Penyebab diare pada balita tidak terlepas dari kebiasaan hidup keluarga balita itu sendiri.

Faktor-faktor yang menyebabkan diare pada balita meliputi pemberian ASI ekslusif, makanan pendamping ASI, penggunaan air bersih, kebiasaan mencuci tangan, serta menggunakan jamban sehat.

Tindakan terbaik untuk mengatasi diare pada balita yaitu dengan melakukan pencegahan diare secara dini. Maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar balita terhindar dari diare yaitu:

1. Pemberian ASI eksklusif saat bayi beumur 0-6 bulan
Didalam ASI tedapat antibodi yang sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh bayi. Serta ASI sangat terjaga keamanan dan kebersihannya sehingga saat dikonsumsi oleh bayi kecil kemungkinan kuman akan masuk ke tubuh bayi.

2. Menggunakan air bersih yang cukup
Penyedian dan penggunaan air bersih yang cukup dapat mengurangi risiko terhadap serangan diare, karena kuman diare dapat masuk ke tubuh manusia melalui air yang tercemar.

3. Menjaga kebersihan makanan dan minuman
Memastikan dan menjamin kebersihan makanan yang akan diberikan pada balita dapat mencegah balita terserang diare.

4. Kebiasaan mencuci tangan
Salah satu kebiasaan yang berhubungan dengan penularan kuman diare adalah kebiasaan mencuci tangan. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyusui serta pada saat mengelolah dan menyediakan makanan untuk balita dapat menurunkan risiko kejadian diare pada balita.

5. Menggunakan jamban yang sehat
Penggunaan jamban yang sehat dapat munurunkan risiko kejadian diare. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa buang air besar sembarangan merupakan salah satu faktor risiko kejadian diare.

6. Membuang tinja bayi dengan benar
Banyak orang yang beranggapan bahwa tinja bayi tidak berbahaya. Hal ini tentu saja tidak benar, karena dalam tinja bayi yang terdapat kuman diare menyebabkan penularan penyakit diare ke bayi itu sendiri maupun ke keluarganya.

7. Pemberian imunisasi campak
Diare sering timbul menyertai campak, sehingga pemberian imunisasi campak dapat mengurangi risiko terserang penyakit diare.

Mencegah diare pada balita mulai sejak dini merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Mencegah diare pada balita lebih baik dari pada mengobati. Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan langkah awal untuk mencegah diare pada balita. Meskipun penyakit diare merupakan penyakit yang umum terjadi, namun kita harus mengatasi dengan baik saat diare terjadi pada balita. Jika diare dibiarkan terjadi pada balita dan tidak diatasi dengan tepat dapat menimbulkan dehidrasi berat yang dapat berakibat fatal bagi balita. (*)

*/ Penulis adalah Zahratul Ulya Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya.

Loading...
Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: kesehatan,opini,sosial

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

LKAAM Kota Pariaman Adakan Rakor Kepemilikan Tanah Ulayat Untuk Sertifikat

LKAAM Kota Pariaman Adakan Rakor Kepemilikan Tanah Ulayat Untuk Sertifikat

PARIAMAN - Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, yang diketuai oleh mantan Walikota Pariaman...

Pemerintah Beri Perhatian Kehidupan Nelayan di Sasak, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Pasbar

Pemerintah Beri Perhatian Kehidupan Nelayan di Sasak, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Pasbar

PASAMAN BARAT - Wakil Ketua DPRD Pasbar Endra Yama Putra memberikan Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat dan...

PT Jasa Raharja Perwakilan Bukittinggi Silaturahmi Ke Polres Bukittinggi

PT Jasa Raharja Perwakilan Bukittinggi Silaturahmi Ke Polres Bukittinggi

BUKITTINGGI -- Suatu Perusahaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya koordinasi dan dukungan yang baik dari...

Banjir Bandang di Solsel, Tim Kesehatan Gunakan Perahu Salurkan Bantuan Ke Daerah Terisolasi

Banjir Bandang di Solsel, Tim Kesehatan Gunakan Perahu Salurkan Bantuan Ke Daerah Terisolasi

SOLOK SELATAN -- Dinilai telah kondusif, tim kesehatan yang terdiri dari Dokter, Tenaga Medis dan Camat Sangir Batang...

Gandeng WWF, Pemkab Dharmasraya Carikan Solusi Untuk Petani Karet

Gandeng WWF, Pemkab Dharmasraya Carikan Solusi Untuk Petani Karet

DHARMASRAYA -- Guna mendorong budidaya karet berkelanjutan di Kabupaten Dharmasraya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media