Monday, 20 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Ayo Kenali Masalah Dampak Kesehatan Akibat Dari Kabut Asap Terhadap Kesehatan Tubuh

Rabu, 06 November 2019 - 13:22:52 WIB - 664
Ayo Kenali Masalah Dampak Kesehatan Akibat Dari Kabut Asap Terhadap Kesehatan Tubuh
Cuaca kabut asap yang terjadi beberapa hari yang lalu


Oleh: Lediya Ayusela

Setiap tahun Indonesia dilanda kebakaran hutan dan kabut asap. Pada tahun 1997, Indonesia pernah mengalami bencana kebakaran terparah. Citra situasi kota yang diliputi kabut, hutan yang terbakar dan orang hutan yang menderita terpampang dihalaman utama berbagai koran dan televisi. Pada saat itu, El Nino menghilangkan peluang untuk terjadi hujan diatas langit Indonesia dan membawa cuaca panas. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. El Nino memiliki dampak yang beragam dalam lingkup skala global. Secara umum dampak El Nino di Indonesia adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan. Kajian yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) bersama Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan jumlah lahan kebakaran hutan yang terdampak akibat kebakaran saat itu mencapai 9,75 juta hektar.

Sepanjang tahun 2019, menurut data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, luas Karhutla di Indonesia mencapai 857.755,00 hektar. Di Kalimantan Barat tercatat seluas 127.462,00 hektar, Kalimantan Selatan tercatat 113.454,00 hektar, Kalimantan Tengah tercatat 134.227,00 hektar, Kalimantan Timur 50.056,00 hektar, Sumatera Selatan tercatat 52.716,00 hektar, Jambi tercatat 39.638,00 hektar, Riau tercatat 75.871,00 hektar.

Kebakaran hutan berdampak besar bagi kesehatan seseorang, hasil dari dampak yang ditimbulkan tentu saja dapat merugikan serta menurunkan status kesehatan. Asap yang ditimbulkan akibat dari kebakaran hutan berdampak langsung pada kesehatan seseorang, khususnya gangguan saluran pernafasan. Masalah kesehatan akibat kabut asap misalnya:

- Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)
Pada dasarnya ISPA disebabkan oleh infeksi virus, tetapi secara tidak langsung kabut asap juga dapat menyebabkan terjadinya ISPA. Udara yang berdebu disertai dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit dan pada umumnya menyerang saluran pernafasan. Apabila seseorang terkena gangguan pernafasan maka akan memicu terjadinya ISPA.

- Asma
Selain faktor genetik, kualitas udara yang buruk dapat mengakibatkan seseorang terkena Asma. Kualitas udara yang buruk sebagai dampak dari kabut asap yang terjadi dapat menyebabkan gangguan pernafasan, hal tersebut terjadi karena kabut asap membawa partikel kecil yang dapat masuk melalui saluran pernafasan dan dapat membuat seseorang kesulitan dalam bernafas. Penyakit Paru Obstruktif Kronik
Kabut asap merupakan bentuk polusi udara, seseorang dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik berisiko menjadi semakin parah jika terus menerus menghirup kabut asap karena hal tersebut dapat membuat kinerja paru-paru memburuk.

- Iritasi Mata
Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata. Mata yang terpapar debu berlebihan akibat kabut asap dapat menyebabkan mata menjadi merah dan berair, sehingga akan mengganggu penglihatan seseorang.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir dampak dari kabut asap tersebut?

Perlu diketahui bahwa kita dapat berperan langsung dalam meminimalisir dampak dari kabut asap. Hal yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir dampak dari kabut asap dapat kita mulai dari keluarga, misalnya dilingkungan rumah.

Apa saja sih cara-cara yang dapat kita lakukan?

Pertama. menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), misalnya membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun, mencuci buah dan sayur sebelum diolah atau dikonsumsi, perbanyak minum air mineral, menyediakan obat-obatan esensial dirumah, menutup tempat-tempat penampungan air di area terbuka agar tidak terpapar debu dan asap, dan menggunakan alat pelindung diri agar tidak terpapar asap secara langsung ketika beraktivitas di luar rumah.

Kedua. memastikan jendela dan pintu rumah selalu tertutup untuk meminimalisir asap yang masuk kerumah. Apabila rumah memiliki exhaust fan, maka matikan dan tutup rapat celah yang ada.

Ketiga. hindari melakukan aktivitas yang dapat menambah jumlah asap seperti membuka lahan pertanian dengan dibakar, membakar sampah, memasak dengan kayu bakar, dan lain sebagainya.

Keempat. menghidupkan alat pendingin udara (AC). Namun, jika tidak memiliki AC, manfaatkan kain basah untuk menutupi seluruh jendela dan ventilasi. Hal tersebut diperuntukkan agar sirkulasi udara tetap terjaga.

Kelima. memeriksa dinding rumah yang retak, celah pintu, dan jendela untuk memastikan apakah asap dapat masuk kerumah atau tidak. Hal tersebut dilakukan karena asap bisa masuk meskipun celah berukuran sangat kecil dan sempit. Apabila terdapat celah pada dinding, pintu, maupun jendela tutup dengan kain basah. (*)

/* Penulis adalah Lediya Ayusela


Loading...
Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: opini

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kepala Kantor SAR Sebut Operasi Pencarian dan Pertolongan 2019 di Mentawai Menurun

Kepala Kantor SAR Sebut Operasi Pencarian dan Pertolongan 2019 di Mentawai Menurun

MENTAWAI -- Operasi pada pencarian dan pertolongan Kantor Sar Mentawai tahun 2019 terhadap korban kecelakaan kapal,...

Wawako Solok Respon Cepat Terhadap Keluhan Masyarakat

Wawako Solok Respon Cepat Terhadap Keluhan Masyarakat

SOLOK -- Reinier, ST, MM, Dt. Mangkuto Alam, Wawako Solok, Senin (13/1/2020), tidak ingin mendengar ada masyarakat Kota...

Kasatpol PP Padang: Tiap Pribadi Wajib Bertanggung Jawab tentang Ketertiban dan Kenyamanan

Kasatpol PP Padang: Tiap Pribadi Wajib Bertanggung Jawab tentang Ketertiban dan Kenyamanan

...

Anggota DPRD Pasaman Desak Wali Nagari Pauah Bayarkan Honor Insentif Guru Paud

Anggota DPRD Pasaman Desak Wali Nagari Pauah Bayarkan Honor Insentif Guru Paud

PASAMAN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mendesak pihak Wali Nagari...

Listrik di Balaikota Pariaman Mati, Pelayanan Jadi Terganggu, Ini Penyebabnya

Listrik di Balaikota Pariaman Mati, Pelayanan Jadi Terganggu, Ini Penyebabnya

PARIAMAN -- Dua hari Listrik gedung utama sekretariat daerah Balaikota Pariaman mati semenjak Minggu pagi (12/01),...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media