Monday, 18 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Dasima, Nenek Renta Warga Pariaman Hidup Sebatang Kara di RTLH

Kamis, 07 November 2019 - 18:44:55 WIB - 567
Dasima, Nenek Renta Warga Pariaman Hidup Sebatang Kara di RTLH
Dasima digubuk reot dan lusuh miliknya saat diwawancarai awak media.


PARIAMAN - Renta dan sebatang kara Dasima (86) nenek yang tinggal di Desa Sungai Rambai Dusun Sungai Rambai Utara Kecamatan Pariaman utara Kota Pariaman harus menjalani kehidupannya di rumah yang diibaratkan seperti kandang ayam (Rumah Tidak Layak Huni).

Rumah yang ditempati nenek Dasima yang terbuat dari kayu dan sudah lapuk hanya berukuran 5 x 3 m tanpa mck dan air bersih.

Dasima mengatakan, bahwa rumah tersebut dibangun oleh suaminya sekitar 30 tahun lalu ketika mau merantau ke Dumai Riua.

"Tidak lama di rantau suami saya Adamanhuri yang ketika itu berprofesi sebagai tukang urut jatuh sakit dan kamipun kembali kekampung halaman ini. Beberapa hari sampai dirumah iapun meninggal dunia," ujar Dasima mengawali ceritanya pada awak media yang mengunjunginya pada Kamis (7/11).

Meskipun hidup dengan serba kekurangan namun nenek yang lahir di masa penjajahan belanda itu tidak putus asa atas nasib yang menimpa dirinya.

Dengan kondisi badan yang sudah bungkuk dan memakai tongkat kayu karena kaki yang sudah mulai lumpuh. Dasima masih menyempatkan diri memilihara ayam kampung disamping gubuk reot miliknya.

"Untuk memenuhi kebutuhan harian, saya hanya mengandalakan kebun kelapa warisan satu kali tiga bulan hasilnya dijual dibantu juga oleh telur dan ayam peliharaan ini," ujarnya sambil menunjuk kebun kelapa didepan gubuknya.

Sementara bantuan dari Dinas Sosial baru ia terima tahun ini. Dengan nilai Rp 200 ribu/bulan yang diterima 1 kali 6 bulan sebanyak Rp 1.200.000.,

"Sudah 40 tahun saya di kampung semenjak pulang dari rantau dan tanah tempat tinggal ini merupakan milik kaum/pusako," ujarnya.

Gubuk lusuh tanpa listrik milik Dasima juga tanpa air bersih dan mck yang membuat penderitaannya bertambah lengkap. Bahkan dengan terpaksa jika buang air ia harus menggunakan kantong plastik.

Dasima sangat berharap bantuan dari pemerintah terutama mck dan rumah yang layak.

Ia melanjutkan, persoalan tanah tidak ada masalah karena lahan tempat ia menyambung hidup setiap hari merupakan milik pusako yang diminangkabau memang diwariskan pada perempuan.

"Lagi pula saudara yang dirantau sudah setuju jika ada pembangunan ataupun bantuan pembuatan rumah dari pemerintah," ucapnya dengan nada sendu. (war)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Polres Pessel Tertibkan Tambang Batu Ilegal

Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Polres Pessel Tertibkan Tambang Batu Ilegal

PESISIR SELATAN -- Kepolisian Resor Pesisir Selatan menertibkan penambang batu atau galian C di Kenagarian Lakitan...

278 Mahasiswa Ikuti Wisuda ke-65 UMSB, Begini Pesan Rektor

278 Mahasiswa Ikuti Wisuda ke-65 UMSB, Begini Pesan Rektor

PADANG -- Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat menggelar Wisuda ke-65 gelombang II tahun akademik 2018/2019 di...

Minang Film Festival III, Wako Fadly Amran Harapkan Ini

Minang Film Festival III, Wako Fadly Amran Harapkan Ini

PADANG PANJANG -- Prodi Televisi dan Film Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padang Panjang menyelenggarakan Minang Film...

Ribuan Pengunjung Meriahkan Grand Opening TdS 2019 di Pantai Gandoriah

Ribuan Pengunjung Meriahkan Grand Opening TdS 2019 di Pantai Gandoriah

PARIAMAN -- Grand opening Tour de Singkarak tahun 2019, Ribuan pengunjung membludak di kawasan Pantai Gondariah...

Baznas Serahkan Beasiswa Pendidikan Untuk 4.312 Siswa Kurang Mampu di Pesisir Selatan

Baznas Serahkan Beasiswa Pendidikan Untuk 4.312 Siswa Kurang Mampu di Pesisir Selatan

PESISIR SELATAN -- Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Pesisir Selatan, menyerahkan beasiswa kepada sebanyak 4.312...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media