Tuesday, 02 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Saksi: Bangunan Wabup Pessel Berupa Pondok Tidak Menimbun Mangrove

Jumat, 08 November 2019 - 02:02:27 WIB - 756
Saksi: Bangunan Wabup Pessel Berupa Pondok Tidak Menimbun Mangrove
Sidang lanjutan kasus pengrusakan hutan magrove mandeh di pengadilan negeri padang (Ist)


PADANG -- Saksi sidang pengrusakan hutan Mangrove di Objek Wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan membenarkan adanya bangunan di atas lahan terdakwa Wabup Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar. Namun, bangunan berupa pondok-pondok itu tidak menimbun Mangrove.

Selain menyebut tidak ada hutan Mangrove yang ditimbun, terdakwa juga membeli kayu dari luar. Hal itu disampaikan Masrial dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim ketua Gutiarso di Pengadilan Negeri 1 Padang, Kamis (7/11/2019).

"Tidak mengambil kayu dari hutan," kata saksi.

Masrial menjelaskan, jarak antara timbunan pondok dan hutan bakau berkisar 3 meter. Ia mengaku tahu persis dengan lokasi karena dirinya menjembatani terdakwa dengan pemilik lahan saat jual beli.

Dilanjutkannya, Sebelum dibeli, terdakwa dan saksi sering ke lokasi melihat kondisi lahan. Terdakwa diketahui banyak melakukan penghijauan agar habitat tanaman sekitar tetap lestari.

Sepengetahuannya, tujuan pembuatan olo untuk memperluas jalan sebab jalan yang ada belum dapat dilalui. Olo berguna bagi masyarakat sekitar terutama bagi siswa SMPN 9 Mandeh ketika cuaca ekstrem.

Boat pengangkut siswa dapat bersandar dengan adanya olo yang menjorok ke darat. Saat pembuatan, tanah galian olo di buang ke bibir olo. Artinya, tidak dibuang ke hutan mangrove.

Saksi lain Benrusdi, mengaku ikut menanam rumput dan pohon bersama terdakwa. Dia menyebut tanah yang digali eskavator ditimbun ke sawah, bukan tanaman mangrove. Saksi juga mengakui terdakwa sering meminta agar merawat tanaman yang ada.

Pada persidangan sebelumnya, Damsirwan mengungkapkan, timbunan dipinggir jalan merupakan bekas sawah dan ladang, bukan Mangrove. Sebab, sebelum ditimbun dirinya mengaku sering ke lokasi itu.

"Ya, saya sering ke sana mengantarkan orang bekerja," ungkapnya ketika ditayai tentang mana bakau yang rusak dan mana bakau yang utuh saat ini, melalui keterangan tertulis diterima MinangkabauNews.com, Kamis (24/10/2019).

Selain itu, tidak ada lagi. Bahkan, jauh lebih banyak yang utuh dibandingkan yang rusak. "Jadi, bukan bakau," ujar terdakwa menegaskan ketika ditanyai Penasehat Hukum.

Sementara itu, Rifkaldi mengungkapkan, kewenangan izin pengelolaan hutan lindung ada di provinsi, bukan kabupaten.

"Sementara, Lokasi yang dikelola terdakwa di kawasan hutan lindung," demikian disampaikan saksi Rifkaldi, Kepala Seksi Penataan Ruang pada Dinas PUPR Pessel ketika ditanyai hakim dan penasehat hukum terdakwa pada sidang di Padang, Selasa (29/10/2019).

Kemudian hakim dan penasehat hukum terdakwa kembali bertanya, jika pengelolaan kawasan hutan lindung ada di provinsi, berarti kewenangan izinnya tentunya ada di provinsi, saksi menjawab. "Iya," ucap saksi.

Selain itu, apakah boleh hutan lindung itu dimanfaatkan untuk pariwisata, ia menjawab boleh, asalkan ada izin dari Dinas Kehutanan. Terkait apa saja yang boleh dibangun, ia mengatakan. "hotel, homestay, cottage dan pendukung pariwisata lainnya," ucapnya. (Rio/*)

Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: hukum,padang,painan,pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Lakukan Strelisasi di Sejumlah Titik Kumpul di Padang Panjang

Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Lakukan Strelisasi di Sejumlah Titik Kumpul di Padang Panjang

PADANG PANJANG -- Perang Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Padang Panjang melakukan penyemprotan disinfektan (strelisasi,...

Lima Senjata Canggih Bisa Ini Bisa Selamatkan Jepang dari Serangan Nuklir Korea Utara

Lima Senjata Canggih Bisa Ini Bisa Selamatkan Jepang dari Serangan Nuklir Korea Utara

INTERNASIONAL - Sejarah mencatat bahwa Jepang adalah salah satu negara yang pernah jadi korban serangan senjata nuklir....

Tidak Mau Kalah Dari Kemendagri, Pemko Solok Ikut Lombakan New Normal

Tidak Mau Kalah Dari Kemendagri, Pemko Solok Ikut Lombakan New Normal

KOTA SOLOK -- Tidak mau kalah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dalam menggalakan program new normal,...

Bupati Yudas Sabaggalet Terima APD dari Anggota DPRD Provinsi Sumbar

Bupati Yudas Sabaggalet Terima APD dari Anggota DPRD Provinsi Sumbar

MENTAWAI - Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet di dampingi Juru Bicara Penanganan dan Pencegahan...

Kabar Baik 1 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Bertambah 2

Kabar Baik 1 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Bertambah 2

PADANG -- Jumlah pasien sembuh Coronavirus Disease (Covid-19) di Sumatera Barat bertambah dua orang, Senin, ...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu