Monday, 16 Dec 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Pidato Sukmawati Bandingkan Sukarno dengan Rasulullah, Sekjen MUIPusat dan Buya Gusrizal Katakan Ini

Rabu, 20 November 2019 - 15:29:24 WIB - 1413
Pidato Sukmawati Bandingkan Sukarno dengan Rasulullah, Sekjen MUIPusat dan Buya Gusrizal Katakan Ini
Sukmawati sukarnoputri


JAKARTA -- Pidato Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno menimbulkan kontroversi, Sekjen MUI pusat Anwar Abbas angkat bicara, Selasa (19/11/2019).

Sekjen MUI pusat Anwar Abbas membacakan tulisan dalam secarik kertas yang memuat kesimpulan rapat MUI mengenai pernyataan Sukmawati itu.

Dalam pernyataannya, MUI pusat Anwar Abbas menyesalkan pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Sukarno. MUI menilai pernyataan Sukmawati melukai perasaan umat Islam. MUI juga mempersilakan serta membebaskan masyarakat jika ingin melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

"Pertama, pernyataan yang disampaikan Ibu Sukmawati itu kita sudah tahu semuanya. Telah menyinggung hati dan perasaan umat Islam. Karena telah mengusik ranah keyakinan umat. Bahwa nabi dan rasul tidak bisa dibandingkan dengan tokoh lain. Dalam hal ini membandingkan Nabi Muhammad dengan Bung Karno," kata Sekjen MUI Anwar Abbas di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

Poin kedua, lanjut Anwar, akibat dampak dari pernyataan tersebut, telah membuat banyak elemen masyarakat yang mengungkapkan kekecewaannya. MUI juga menyadari sepenuhnya mengenai upaya pelaporan oleh elemen masyarakat ke kepolisian terhadap Sukmawati.

Poin ketiga, lanjut Anwar, MUI menghormati proses hukum yang diberlakukan kepada Sukmawati. Namun Anwar mengimbau semua pihak agar menahan diri.

"Untuk itu, kami MUI mengimbau kepada para pihak agar dalam menghadapi masalah ini tetap bisa mengendalikan diri dan memperhatikan undang-undang serta ketentuan yang berlaku dalam Republik Indonesia. Agar masalah ini tidak melebar ke mana-mana dan tidak mengganggu keamanan dan stabilitas dalam negeri," jelasnya.

Buya Gusrizal mengatakan, perbandingan yang dilakukan Sukmawati sangat jauh sekali untuk menjadi konsumsi publik. Apalagi hal itu diviralkan menjadi pendapat seorang tokoh.

"Saya rasa itu menunjukkan kaliber yang berbicara bukan seorang tokoh sama sekali. Kalau seorang tokoh bicara biasanya mempertimbangkan berbagai hal, kalau dia tidak paham biasanya dia menahan diri," ucap Gusrizal.

Buya Gusrizal berpandangan bahwa Sukmawati tidak menunjukkan sedikit pun bagaimana sikap seorang Sukarno kepada Rasulullah SAW. Selain itu, pernyataannya juga tidak ilmiah sehinga tidak penting untuk dikomentari.

"Sesuatu yang telah jelas kemudian dibuat statement kontra, jadi menghabiskan energi. Yang perlu kita kaji, untuk apa dia berkata seperti itu dan kenapa dibiarkan," tuturnya.

Pertanyaan kenapa berkata dan dibiarkan begitu sangat mendasar untuk dijawab. Jangan sampai ada skenario yang dibuat untuk menghabiskan energi umat. Dia meyayangkan sikap Sukmawati yang tidak berkualitas dan cenderung melukai perasaan umat Islam.

"Atau karena lagi gencar-gencarnya soal radikalisme? Atau agar komponen umat bereaksi dan perangkapnya telah disiapkan? Jadi apa yang dituju oleh Sukmawati?" katanya.

Menurut Buya, sikap-sikap seperti itu tidak pernah terjawab di negeri ini. Tidak saja Sukmawati, ada sejumlah tokoh yang juga tidak jelas apa kemauannya. Seperti Ade Armando dan Abu Janda.

"Mereka itu maunya apa? Apakah mereka ingin menyingkirkan umat Islam dari panggung kehidupan bernegara? Cobalah berjelas-jelas," ujarnya.

Jika umat Islam terus disakiti, lanjut Gusrizal, lambat laun tentu akan ada reaksi balik. Bisa saja saat ada reaksi akan diberikan perangkap seperti menarasikan dan menstigma umat Islam radikal.

Ia mengimbau para tokoh tersebut menahan pernyataan yang menuai kontroversi. Ia juga meminta penguasa agar tidak melakukan pembiaran dan melakukan tindakan tegas. Apalagi, Sukmawati bukan kali pertama melayangkan pernyataan kontroversial.

"Saya tidak mengerti, ini negara dibangun di atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi simbol umat Islam yang diyakini terus mendapatkan serangan," imbuhnya.

Buya Gusrizal mengapresiasi jika umat Islam merasa tersinggung. Namun ia mengimbau agar umat cerdas dalam menyikapi kemudian mencari tahu apa tujuan tokoh seperti itu mengeluarkan pernyataan demikian.

"Umat tersinggung, saya puji ketersinggungan umat, kenapa? Itu tanda masih ada kecintaan kepada nabi, sedangkan kecintaan kepada nabi adalah bagian dari keimanan, Alhamdulillah kalau tersinggung, berarti masih ada keimanan umat," ungkapnya.

Ia juga mendukung jika ada komponen umat Islam yang memprotes sesuai koridor hukum dan dan aturan yang berlaku. Hal itu merupakan tujuan dakwah menjaga kehormatan nabi. Ia tidak setuju jika ada umat yang bertindak diluar batas aturan yang ada.

"Saya mendukung umat yang menempuh jalur hukum, pergunakan itu untuk membela kehormatan Rasulullah," ucapnya.

Sementara mengenai pernyataan Sukmawati, dia mengatakan Sukarno merupakan salah seorang umat Islam. Sehingga membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad SAW tidak bisa dilakukan. "Nabi Muhammad SAW saja sulit dibandingkan dengan nabi lain, masa mau dibandingkan dengan umatnya," ujarnya.

"Membandingkan sesuatu dengan yang tidak sebanding itu biasanya dilakukan oleh orang bodoh, orang cerdas tidak akan melakukan itu," tutupnya. (RI)

Loading...
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Merangkul Millenial Untuk Kemajuan Ekonomi Islam

Merangkul Millenial Untuk Kemajuan Ekonomi Islam

Oleh: Maisuna Zulfa, Jamilah, Riski Pratama, Ari Nugroho, Febri Wiranto Sebagai negara yang memiliki penduduk muslim...

Curah Hujan Tinggi Pengusaha Ikan Asin Gagal Panen di Agam

Curah Hujan Tinggi Pengusaha Ikan Asin Gagal Panen di Agam

Agam - Curah hujan cukup tinggi melanda Sumatra Barat (Sumbar), berdampak terhadap ekonomi masyarakat, terkhususnya...

Persepsi Diri Korban Pelecehan Seksual

Persepsi Diri Korban Pelecehan Seksual

Oleh: Noor Bintang Adhani Pernahkah teman-teman merasa dilecehkan? Atau memang pernah dilecehkan? Disentuh bahkan...

Polres Pasaman Amankan 72 Paket Ganja Kering

Polres Pasaman Amankan 72 Paket Ganja Kering

PASAMAN - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat berhasil mengamankan 72 paket besar ganja...

Truk Pengangkut Tiang Listrik Terguling di Silaing Padang Panjang

Truk Pengangkut Tiang Listrik Terguling di Silaing Padang Panjang

PADANG PANJANG -- Truk yang mengangkut tiang listrik terguling di pendakian Silaing, Padang Panjang, Senin sore,...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media