Thursday, 09 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Seberapa Bermakna kah Harta Kita Dalam Islam?

Selasa, 26 November 2019 - 08:58:34 WIB - 475
Seberapa Bermakna kah Harta Kita Dalam Islam?
Istimewa


Oleh: Maisuna Zulfa, Jamilah, Riski Pratama, Ari Nugroho, Febri Wiranto

Kehidupan di dunia tentunya tak luput dari yang namanya harta. Tak dipungkiri, harta banyak mempengaruhi kehidupan manusia, mulai dari gaya hidup sampai tatanan sosial nya. Islam pun hadir dalam memberikan pedoman kepada manusia mengenai harta dan permasalahannya serta memberi makna atas kepemilikan harta tersebut.

Islam berpandangan bahwa harta adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan secara legal menurut syariat dan dapat dimiliki oleh seseorang untuk memenuhi hajat hidupnya.

Harta akan bermakna jika harta tersebut didapatkan, digunakan atau dimanfaatkan sesuai syariat Islam sebagaimana hadits Muhammad SAW bersabda :

إِنَّ الْمُكْثِرِينَ هُمُ الْمُقِلُّونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، إِلاَّ مَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ خَيْرًا ، فَنَفَحَ فِيهِ يَمِينَهُ وَشِمَالَهُ وَبَيْنَ يَدَيْهِ وَوَرَاءَهُ ، وَعَمِلَ فِيهِ خَيْرًا

"Sesungguhnya orang-orang yang banyak harta adalah orang-orang yang sedikit (kebaikannya) pada hari kiamat, kecuali orang yang diberi harta oleh Allah, lalu dia memberi kepada orang yang disebelah kanannya, kirinya, depannya dan belakangnya. Dia melakukan kebaikan pada hartanya".

Pandangan Islam terkait kepemilikan harta memiliki perbedaan dengan paham kapitalisme. Islam tidak memandang bahwa jika semakin banyak seseorang memiliki harta akan menjadikan manusia tersebut terhormat di antara manusia lain.

Lalu bagaimana Islam menyikapi hal tersebut?

Islam menyikapi bahwa semua yang ada di muka bumi hingga seluruh isi alam semesta ini hanya milik Allah SWT sebagaimana firman-Nya, "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka-prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga" (QS. Yunus: 66).

Hal ini menunjukkan bahwa harta yang dimiliki manusia hanyalah titipan dari Allah SWT, bukan milik kita sepenuhnya.

Selanjutnya, harta yang kita miliki juga terdapat hak orang lain untuk dapat menikmatinya. Hal tersebut tercermin dari ajakan islam dalam melaksanakan zakat, infaq, sedekah, dan lain sebagainya yang mengandung makna bahwa kepemilikan harta kita tidak sepenuhnya menjadi hak kita, tetapi juga sebagian lainnya menjadi hak orang yang membutuhkan. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan paham kapitalisme.

Bukan tanpa masalah jika manusia memiliki banyak harta. Dengan dimilikinya banyak harta oleh seseorang, harta tersebut akan menjadi godaan terbesar seseorang untuk berbuat maksiat dan menjauhkannya dari Islam dan menjerumuskannya ke hal-hal yang negatif. Materialisme hingga hedonisme merupakan beberapa dampak dari memiliki banyak harta tetapi memiliki sedikit iman kepada Allah SWT.

Masalah tersebut dapat dicegah dengan selalu memanfaatkan harta sesuai syariat islam sehingga harta tersebut menjadi bermakna bagi kita.

Amir Machmud (2017: 79) mengatakan ada beberapa cara untuk memanfaatkan harta sesuai syariat islam, yaitu:

1. Harta dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi seperti haji dan umrah.
2. Harta dimanfaatkan untuk menjaga kehormatan diri.
3. Harta dimanfaatkan untuk membantu orang lain.
4. Harta sebagai bekal dan penyempurna ibadah.

Selain dengan cara yang baik, harta akan menjadi lebih bermakna jika cara mendapatkannya juga sesuai dengan syariat islam.

Amir Machmud (2017: 80) menerangkan bahwa dalam islam, setiap orang bebas mencari harta untuk memenuhi kebutuhannya. Namun kebebasan itu tidak bebas nilai.

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh seorang muslim dlaam mencari harta sesuai syariatislam, yaitu:

1. Mencari harta dengan usaha yang halal.
2. Mencari harta dengan usaha sendiri.
3. Dilarang mencari harta dengan riba.

Islam telah begitu indah dalam mengatur bagaimana kita mencari, mendapatkan, hingga memanfaatkan harta sehingga harta yang kita miliki memiliki makna yang dapat kita maknai. Harta dalam islam akan begitu bermakna jika kita dapat memanfatkannya sesuai syariat islam dan akan begitu indah jika kita dapat berbagi dari sebagian harta kita kepada orang yang membutuhkan.

Karena islam mengajarkan kepada kita tentang pentingnya berbagi sehingga kita dapat memaknai tak hanya harta yang kita miliki, tetapi juga dunia yang kita hidupi ini. Namun harta juga dapat menjadi mala petaka bagi pemiliknya adapila ia terlena akan harta yang dimilikinya, karna sejatinya harta itu mengandung ujian bagi keimanan serta dapat menjadi bekal amal ibada kepada Allah SWT. (*)

Artikel ini ditulis oleh Maisuna Zulfa, Jamilah, Riski Pratama, Ari Nugroho, Febri wiranto Mahasiswa Ekonomi Universitas Jambi

Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: opini

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Jaga Imun Tubuh, Personil Polres Bukittinggi Berjemur dan Physical Distancing

Jaga Imun Tubuh, Personil Polres Bukittinggi Berjemur dan Physical Distancing

BUKITTINGGI -- Polres Bukittinggi menggelar aktivitas berjemur dan menerapkan Physical Distancing bagi personel, di...

Atasi Kelangkaan Pangan, Pemkab Mentawai Siapkan 100 Ton  Beras Bulog

Atasi Kelangkaan Pangan, Pemkab Mentawai Siapkan 100 Ton Beras Bulog

MENTAWAI - Sebanyak 100 ton beras Bulog di Gudang Cadangan Pangan Pemerintah saat ini sedang dalam repeking oleh...

KPAI Ingin Setiap Kamar Pasien Covid-19 Ada Hotline Family Support Untuk Anak

KPAI Ingin Setiap Kamar Pasien Covid-19 Ada Hotline Family Support Untuk Anak

JAKARTA -- Sudah ribuan keluarga yang terpapar Covid-19 dengan berbagai tingkatannya. Baik yang meninggal, di isolasi,...

Eksistensi Seniman Tradisional Ditengah Era Modern

Eksistensi Seniman Tradisional Ditengah Era Modern

Oleh: Intan Purnama Sari, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Unand Pada zaman yang sudah serba modern ini,...

Yuk Intip Khasiat Juara Beras Merah yang Jarang Diketahui

Yuk Intip Khasiat Juara Beras Merah yang Jarang Diketahui

Oleh: Febria Mayang Rahayu Beras adalah bahan makanan pokok yang keberadaannya sangat penting dan sangat dibutuhkan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu