Monday, 06 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Merangkul Millenial Untuk Kemajuan Ekonomi Islam

Selasa, 03 Desember 2019 - 00:42:44 WIB - 391
Merangkul Millenial Untuk Kemajuan Ekonomi Islam
Istimewa


Oleh: Maisuna Zulfa, Jamilah, Riski Pratama, Ari Nugroho, Febri Wiranto

Sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam menerapkan ekonomi berbasis syariah. Pemerintah Indonesia pun cukup gencar dalam mengembangkan prinsip-prinsip ekonomi syariah melalui berbagai macam program kerja pemerintah. Millenial pun diharapkan bisa menjadi pendorong bagi Indonesia dalam mengembangkan kemajuan ekonomi syariah.

Menurut data BPS, milenial di Indonesia sebanyak 34.45% dari total penduduk yang berusia 15-34 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki usia produktif yang cukup besar sehingga memiliki potensi pasar yang menarik untuk diperhatikan pemerintah. Inilah mengapa pemerintah gencar dalam memajukan ekonomi yang berbasis syariah kepada milenial.

Pemerintah berusaha merangkul milenial untuk melakukan industri halal dlaam banyak sektor seperti fashion, dagang, hingga jasa. Tentu bukan tanpa alasan pemerintah mencoba merangkul milenial mengingat berdasarkan data Global Islamic Economy Indicator (GIEI), Indonesia berada di peringkat 10 sebagai konsumen industri halal. Pangsa pasar yang besar ini harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia menjadi produsennya khususnya bagi milenial.

Banyak cara yang dilakukan pemerintah dalam memajukan ekonomi syariah di Indonesia, beberapa diantaranya seperti mendorong wisata halal, investasi syariah, Fashion muslim, dan sebagainya.

Wisata halal salah satu cara pemerintah dalam memajukan ekonomi syariah di Indonesia. Pengamat pariwisata Sapta Nirwandar mengatakan bahwa wisata halal yang dimaksud adalah apakah suatu destinasi itu ramah muslim seperti fasilitas dan pelayanannya yang ramah muslim.

Pemerintah sedang mencanangkan dan berusaha mengimplementasikan wisata halal melalui destinasi prioritas di Indonesia seperti yang dikatakan oleh Ketua Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Riyanto Sofyan mengungkapkan serikatnya tengah mengembangkan wisata halal pada 10 wilayah. Namun ada lima daerah yang benar-benar menjadi prioritas, yakni Lombok, Nusa Tenggara Barat; Aceh; Sumatera Barat; DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Dengan gaya hidup travelling yang sangat melekat pada para milenial, tentu pemerintah berharap milenial dapat menjadi konsumen utamanya. Dan juga, dengan keterampilan milenial yang beragam, diharapkan milenial dapat mengambil kesempatan dalam membuka usaha dari program pemerintah ini yang tentunya sesuai syariah islam mengingat program pemerintah yang satu ini mengusung konsep destinasi yang halal.

Pemerintah juga gencar melakukan pertumbuhan investasi syariah. Pada tahun ini, BEI menargetkan pertumbuhan minimal 100%. Sebagai informasi, sejak 2012 hingga kini jumlah investor syariah mencapai 47.000 investor. Bei memfasilitasi para calon nasabah dengan berbagai instrument investasi syariah dengan membuat lima instrumen, yakni saham, reksadana, sukuk, Efek Beragun Aset (EBA), Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), dan Dana Investasi Real Estate (DIRE) Syariah.

Indah Nurhabibah, Specialist Ipot Syariah mengatakan, Sampai dengan pertengahan tahun 2019, jumlah investor Ipot syariah telah mencapai 15.000 orang. Mereka menargetkan akan mencapai 34.000 hingga akhir tahun 2019 mendatang dengan market share mencapai 31 persen. Dari sekian banyak investor tersebut, milenial merupakan jumlah yang dominan pada investor syariah.

Industri halal seperti fashion muslim, makanan, hingga jasa juga turut menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Pemerintah membidik milenial sebagai pelaku utama dalam hal ini. Saat ini, bagi para milenial, mengonsumsi produk halal bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga menjadi gaya hidup seperti berhijrah. Tentu ini merupakan potensi besar di industry halal untuk kemajuan ekonomi berbasis syariah.

Kini, milenial merupakan motor penggerak bangsa. Tidak dipungkiri bahwa milenial mendominasi sebagian besar pergerakan ekonomi dan banyak menjadi target untuk kemajuan ekonomi bangsa Indonesia. Maka dari itu, pemerintah berusaha merangkul milenial agar dapat memajukan ekonomi islam di Indonesia. (*)

Penulis adalah Maisuna Zulfa, Jamilah, Riski Pratama, Ari Nugroho, Febri Wiranto Mahasiswa Ekonomi Universitas Jambi


Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: indonesia,opini,pendidikan

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Bupati Umumkan Satu Orang Warga Pasaman Positif Terinfeksi Covid-19

Bupati Umumkan Satu Orang Warga Pasaman Positif Terinfeksi Covid-19

PASAMAN - Bupati Pasaman Yusuf Lubis bersama Forkopinda Pasaman mengumumkan secara resmi bahwa seorang warga Pasaman...

Sekjen MUI: Jika Mudik Menciderai Diri dan Orang Lain Maka Hukumnya Haram

Sekjen MUI: Jika Mudik Menciderai Diri dan Orang Lain Maka Hukumnya Haram

JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai haram hukumnya bagi masyarakat yang...

Seluruh Tahapan Pilkada Sumbar Dihentikan, Komisioner KPU Berkerja dengan Daring

Seluruh Tahapan Pilkada Sumbar Dihentikan, Komisioner KPU Berkerja dengan Daring

Padang -- Menyikapi instruksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease...

Waspada! Menghina Jokowi saat Corona Siap-siap Ditangkap Polisi

Waspada! Menghina Jokowi saat Corona Siap-siap Ditangkap Polisi

NASIONAL - Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan tiga telegram mengenai tindakan Kepolisian selama penanganan...

Inilah Doa dan Tata Cara Qunut Nazilah dalam Kondisi Darurat Corona

Inilah Doa dan Tata Cara Qunut Nazilah dalam Kondisi Darurat Corona

RELIJI -- Dalam menghadapi Pandemi Covid-19, Sekum MUI pusat Buya Anwar Abbas mengusulkan kepada ummat untuk melakukan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu