Monday, 06 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Polres Bukittinggi Gelar Rekonstruksi Penganiyaan di Plaza Ramayana Pasar Atas Bukittinggi

Selasa, 03 Desember 2019 - 14:59:22 WIB - 862
Polres Bukittinggi Gelar Rekonstruksi Penganiyaan di Plaza Ramayana Pasar Atas Bukittinggi
Rekonstruksi kasus tindak Pidana Penganiayaan secara bersama-sama


BUKITTINGGI -- Kepolisian Resor Bukittinggi melakukan gelar rekonstruksi kasus tindak Pidana Penganiayaan secara bersama-sama sebanyak 5 (lima) orang yang mengakibatkan korban Gean Navanda meninggal dunia, Selasa (3/12/2019) pukul 10.00 Wib yang bertempat di tempat kejadian perkara, Plaza Ramayana Pasar Atas Kota Bukittinggi.

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso, SIK.MH melalui Kabag Ops Kompol Partahian Pane, S.Sos didampingi Kasat Reskrim AKP Chairul Amri Nasution, SIK mengatakan bahwa Polres Bukittinggi pada hari ini Selasa 3 Desember 2019 melaksanakan kegiatan rekonstruksi tindak Pidana Penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama mengakibatkan korban meninggal dunia atas nama Gean Navanda pukul 10.00 Wib yang bertempat di Plaza Ramayana Pasar Atas Kota Bukittinggi.

Kegiatan Rekontruksi kali ini menghadirkan pelaku dari kasus tersebut sebanyak 5 (Lima) orang tersangka atas nama AS (26), RS (20), RR (24), JPH (19), dan FI (22), sedangkan untuk korban diperankan oleh pemeran pengganti.

"Sebagai korban adalah Gean Navanda (24) yang merupakan warga Tanah Sirah Nomor 13 Kelurahan Tanah Sirah Piai Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Padang, sesuai dengan Laporan Polisi nomor : LP/244/A/IX/2019 SPKT.Res-Bkt, tanggal 9 September 2019 dan pasal yang disangkakan kepada pelaku didalam kejadian tindak pidana tersebut adalah Pasal 170 Ayat 2 Ke (3) KUHPidana," ucap Kasat Reskrim AKP Chairul Amri Nasution,SIK.

AKP Chairul Amri Nasution,SIK menambahkan bahwa berdasarkan keterangan yang didapat, maka rekonstruksi dilakukan sebanyak 38 (tiga puluh delapan) adegan.

Kegiatan Rekonstruksi ini dilaksanakan untuk mengetahui peran pelaku sehingga memberi jelas jalan cerita terjadinya tindak Pidana Penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dan juga memberikan gambaran kepada pihak jaksa penuntut umum didalam proses sidang di Pengadilan.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam kegiatan tersebut, Polres Bukittinggi menurunkan personil sebanyak 90 (sembilan puluh) personil," pungkas Kompol Partahian Pane, S.Sos. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: bukittinggi,hukum,kriminal,metro,pos-polisi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Muncul Petisi Bebaskan Menteri era SBY Demi Tangani Wabah Corona, Siapa Dia?

Muncul Petisi Bebaskan Menteri era SBY Demi Tangani Wabah Corona, Siapa Dia?

NASIONAL - Negara dunia termasuk Indonesia, saat ini sedang menghadapi virus Corona COVID-19 dari Wuhan, Tiongkok....

Terungkap Fakta Kanapa Kematian Covid-19 Indonesia Kedua Tertinggi Dunia, Ini Penyebabnya

Terungkap Fakta Kanapa Kematian Covid-19 Indonesia Kedua Tertinggi Dunia, Ini Penyebabnya

NASIONAL - Angka kasus infeksi pasien positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia memang selalu bertambah dari hari...

Inilah Daftar Koruptor Lansia yang Diusulkan Bebas Gara-gara Corona

Inilah Daftar Koruptor Lansia yang Diusulkan Bebas Gara-gara Corona

NASIONAL - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis daftar narapidana koruptor yang berusia di atas 60 tahun. Rilis ICW...

Menteri Luhut Sebut Pemerintah Tak Pernah Larang Mudik, Tapi..

Menteri Luhut Sebut Pemerintah Tak Pernah Larang Mudik, Tapi..

NASIONAL - Pemerintah memutuskan tidak melarang masyarakat yang berkeinginan mudik ke kampung halamannya saat Hari Raya...

Pemkab Mentawai Jadikan Gedung Diklat sebagai Tempat Karantina Covid-19

Pemkab Mentawai Jadikan Gedung Diklat sebagai Tempat Karantina Covid-19

MENTAWAI - Memastikan penanganan serius terhadap wabah Covid-19, team Gugus Tugas Kabupaten Kepulauan Mentawai...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu