Saturday, 18 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Curah Hujan Tinggi Pengusaha Ikan Asin Gagal Panen di Agam

Rabu, 04 Desember 2019 - 19:04:55 WIB - 526
Curah Hujan Tinggi Pengusaha Ikan Asin Gagal Panen di Agam
Foto: Proses Produksi Ikan Asin di Tiku IV Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu, (4/12/2019)


Agam - Curah hujan cukup tinggi melanda Sumatra Barat (Sumbar), berdampak terhadap ekonomi masyarakat, terkhususnya pengusaha Ikan Asin di Jorong Tiku IV Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.

Yofi (26), salah seorang pengusaha ikan asin mengatakan, nelayan disini sangat bergantung terhadap panasnya matahari, Jika cuaca mendung dan hujan tentunya akan menyulitkan produksi ikan asin.

"Biasanya kita disini membutuhkan waktu 1 hari untuk mengeringkan ikan, jika cuaca buruk bisa mencapai 3 hingga 5 hari," Ujarnya kepada MinangkabauNews.com, Rabu, (4/12/2019).

Dilanjutkannya, jika pengeringan tidak maksimal produksi akan berdampak terhadap kualitas ikan asin. Bahkan, jika terlalu lama bisa mneyebabkan gagal dan terpaksa dibuang.

"Kualitas ikan asin sangat bergantung terhadap cuaca,"ungkapnya.

Dilanjutkannya, ikan asin dengan kualitas bagus harganya Rp. 60ribu/Kg sementara ikan asing dengan kualitas buruk busa turun mencapai Rp. 30ribu/Kg.

Disambung Yofi, curah hujan yang cukup tinggi di akhir - akhir ini menyebabkan para pengusaha ikan asin menyebabkan gagal panen.

"Jika tak kunjung kering ikan akan dikerumi lalat dan berulat jadi terpaksa dibuang. Tentunya para pengusaha ikan asin rugi, selain itu tak jarang UMKM pesisir pantai disini gagal panen,"ungkapnya.


Dijelaskannya, proses pembuatan ikan asin para nelayan meendam ikan dengan garam selama 15 menit, kemudian ikan dicuci dan barulah ikan dijemur. Dalam proses normal, penjemuran memakan waktu memcapai 8 jam, ikan akan kering sempurna suda siap dikirim. Untuk pemasaran, ikan akan dijual ke pasar - pasar tradisional disekitar, dan bahkan ikan bisa dikirim keluar daerah. (JNS).

Loading...
Editor/Sumber: JNS
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,kuliner,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Bupati Mentawai: Kita Harus Bersatu Dalam Penanggulangan Ancaman Jika Terjadi Bencana

Bupati Mentawai: Kita Harus Bersatu Dalam Penanggulangan Ancaman Jika Terjadi Bencana

MENTAWAI -- Dalam rangka memperingati hari Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana tahun 2020, Bupati Kabupaten Kepulauan...

HUT Padang Pariaman ke-187, Kepemimpinan Ali Mukhni-Suhatri Bur Tuai Pujian

HUT Padang Pariaman ke-187, Kepemimpinan Ali Mukhni-Suhatri Bur Tuai Pujian

PADANG PARIAMAN --Kabupaten Padangpariaman yang telah melahirkan Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kota Pariaman...

Yuk Intip 5 Tren Fashion di Tahun 2020, Tentukan Gayamu!

Yuk Intip 5 Tren Fashion di Tahun 2020, Tentukan Gayamu!

JAKARTA - Tren fesyen selalu datang dan pergi silih berganti di setiap tahunnya, desain baru kian naik daun dan fesyen...

Gara-gara Ditilang Tak Nyalakan Lampu Motor, Mahasiswa ini Sindir Jokowi dan Gugat ke MK

Gara-gara Ditilang Tak Nyalakan Lampu Motor, Mahasiswa ini Sindir Jokowi dan Gugat ke MK

JAKARTA - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) Jakarta, Eliadi Hulu, menggugat UU Lalu...

Inilah Empat Orang Keluarga Jokowi yang Bakal Maju di Pilkada 2020

Inilah Empat Orang Keluarga Jokowi yang Bakal Maju di Pilkada 2020

NASIONAL - Keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meramaikan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2020 di sejumlah...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media