Thursday, 09 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Lima Puluh Kota

Banjir Rendam 217 Rumah, 33 KK Menungsi di 50 Kota, Wabup: Kita Harus Berani Jemput Anggaran Pusat

Rabu, 11 Desember 2019 - 17:21:44 WIB - 800
Banjir Rendam 217 Rumah, 33 KK Menungsi di 50 Kota, Wabup: Kita Harus Berani Jemput Anggaran Pusat
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, ketika meninjau lokasi banjir di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Selasa (10/12).


LIMAPULUH KOTA - Sedikitnya 217 unit rumah penduduk terendam banjir akibat cuaca hujan deras menimpa tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, sejak Minggu hingga Selasa (10/12). Bencana juga dilaporkan menyebabkan sebanyak 30 KK mengungsi.

Kondisi tersebut disampaikan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, ketika melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah titik terdampak banjir sepanjang Selasa siang.

"Dari pendataan yang kita lakukan, ada tujuh kecamatan dari semula sembilan kecamatan yang terdampak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan debit air sudah mulai surut," ungkap Ferizal Ridwan.

Dari ratusan rumah terendam banjir, terparah berada di dua kecamatan di Kecamatan Harau dan Lareh Sago Halaban. Puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman, seperti musalla, masjid hingga rumah warga.

Adapun sejumlah akses fital transportasi yang masih belum bisa dilewati, diantaranya ruas jalan Tanjungpati-Taram dan jalan ke Subarangair, Nagari Andaleh. Ferizal menyebut, pengendara tetap bisa melewati jalur alternatif seperti ke Ketinggian, Sarilamak.

Banjir menurutnya disebabkan adanya luapan air di sejumlah sungai yang tidak mampu menahan debit air ketika dilanda hujan deras, sehingga air meluap ke lahan dan pemukiman penduduk. Seperti halnya titik rawan banjir di Nagari Taram Kecamatan Harau akibat luapan Batang Sinama.

Ada dua Jorong di Nagari Taram, katanya, datarannya cukup rendah dari permukaan sungai. "Taram memang selalu langganan Banjir. Mungkin setiap tahun. Tidak sedikit kerugian materil, petani kita gagal panen, ternak warga mati, hingga kerugian lainnya. Ini perlu ada solusi, agar bencana tidak terulang," sebut Ferizal.

Jalan satu-satunya mengantisipasi banjir Taram, kata Ferizal, yakni dengan melakukan upaya normalisasi, mulai dari pengerukan dasar sungai hingga pengedaman dinding sungai. Ini, katanya, harus dilakukan dari hulu ke hilir, terutama pada titik-titik yang rawan terdampak banjir.

Tahun ini, dikatakan Ferizal, pemerintah kabupaten tengah melaksanakan pengerjaan proyek normalisasi Batang Sinama melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai kontrak sekitar Rp6,5 miliar. Hanya saja, proyek itu belum sepenuhnya menjangkau semua titik banjir, sehingga belum bisa menjadi solusi banjir tahunan.

"Dari data kerawanan bencana ini, kita sebenarnya punya peluang besar menjemput dan menggaet anggaran pusat, melaksanakan proyek normalisasi. Sebab, kalau dilaksanakan pakai APBD, tentu mustahil. Makanya, kita harus berani, jika itu untuk kemaslahatan masyarakat," ujar Ferizal.

Tidak hanya Taram, kondisi yang sama juga terjadi di Nagari Batupayuang dan Bukiksikumpa, Lareh Sago Habalan. Termasuk di Pangkalan Koto Baru, yang sejak 2016 lalu sudah dua kali ditetapkan berstatus bencana nasional.

"Solusi yang perlu kita pikirkan ke depan, adalah penanganan bencana jangka panjang. Tentu harus pro-aktif dan punya gagasan memanfaatkan peluang. Kalau cuma penanganan dampak terus, kapan mau berhentinya," sentil Ferizal.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan tujuh kecamatan masih rawan terdampak banjir akibat luapan sungai.
Badan pemerintah tersebut sudah membuka dua posko pengungsian, yakni di Taram, Harau dan Bukik Sikumpa, Lareh Sago Halaban.


"Pak Bupati, Irfendi Arbi, sebelumnya juga sudah menetapkan kondisi tanggap darurat banjir sejak tanggal 10-16 Desember 2019 mendatang. Kita masih siaga di lapangan, melakukan penanganan dampak banjir, terutama pada titik-titik rawan," sebut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Rahmadinol. (akg)

Editor/Sumber: Rino Chandra
Tag: limapuluh-kota

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Ngeri, Peneliti Australia Ini Prediksi Seperempat Juta Orang Indonesia Meninggal karena COVID-19

Ngeri, Peneliti Australia Ini Prediksi Seperempat Juta Orang Indonesia Meninggal karena COVID-19

NASIONAL - Sebuah penelitian memperingatkan tindakan drastis, hampir seperempat juta orang Indonesia bisa meninggal...

Ikhtiar Melawan Corona, Anggota DPRD Sawahlunto Lakukan Disinfeksi ke Pemukiman Penduduk

Ikhtiar Melawan Corona, Anggota DPRD Sawahlunto Lakukan Disinfeksi ke Pemukiman Penduduk

SAWAHLUNTO - Anggota DPRD Kota Sawahlunto, Rio Mardanil, melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah penduduk...

Apakah Jenazah Pasien COVID-19 di Dalam Kubur Tak Tularkan Virus? Begini Kata Dokter Ahli

Apakah Jenazah Pasien COVID-19 di Dalam Kubur Tak Tularkan Virus? Begini Kata Dokter Ahli

NASIONAL - Direktur Utama Rumah Sakit Jakarta Sukapura - Muhammadiyah COVID-19 Command Center, Dr. Umi Sjadqiah...

Di Tengah Wabah Covid-19, Cobra Polres Bukittinggi Ciduk Seorang Pengedar Narkoba

Di Tengah Wabah Covid-19, Cobra Polres Bukittinggi Ciduk Seorang Pengedar Narkoba

BUKITTINGGI -- Ditengah wabah Covid-19, Tim Cobra Polres Bukittinggi menangkap satu orang sebagai pelaku tindak pidana...

Peduli Tenaga Medis, Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Serahkan 166 APD

Peduli Tenaga Medis, Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Serahkan 166 APD

PADANG PANJANG -- Peduli tenaga Medis, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang menyalurkan bantuan sumbangan 166...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu