Tuesday, 18 Feb 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Persepsi Diri Korban Pelecehan Seksual

Minggu, 15 Desember 2019 - 16:56:09 WIB - 685
Persepsi Diri Korban Pelecehan Seksual
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


Oleh: Noor Bintang Adhani

Pernahkah teman-teman merasa dilecehkan? Atau memang pernah dilecehkan? Disentuh bahkan dipanggil dengan sebutan tidak senonoh? Mendapat pesan berbau seksual atau mendapat kiriman video porno? Atau pernah mengalami naked power, yang dilakukan oleh perawat yang melecehkan pasiennya yang tidak sadar atau sedang dalam pengaruh anestesi?.

Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks (Wikipedia).

Pelecehan bisa menimpa siapa saja dan dimana saja tanpa pandang bulu, dapat menimpa perempuan maupun laki-laki di segala jenjang usia, terlebih pada perempuan.

Pelecehan seksual bukan hanya dalam bentuk kontak fisik namun dalam bentuk verbal, contohnya cat calling, "pisst pisst cewe", itu sudah merupakan contoh pelecehan terhadap perempuan secara verbal.

Pelecehan seksual bukan hal yang baru lagi di indra pendengaran kita, bahkan sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat. Pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja, di sekolah, di kampus, di mall, di jalanan, transportasi umum, bus, angkutan kota dan prasarana umum lainnya tidak menutup kemungkinan terjadinya hal tersebut.

Kasus pelecehan seksual selalu mengalami peningkatan seksual setiap tahunnya, menurut catahu 2019, ada kenaikan 14% kasus kekerasan terhadap perempuan yaitu sejumlah 406.178 kasus.

Lalu bagaimana kondisi psikologi korban pelecehan tersebut? Bagaimana ia mempersepsi dirinya setelah kejadian tersebut? Persepsi adalah seperangkat proses yang dengannya kita mengenali, mengorganisasikan dan memahami cerapan-cerapan indrawi yang kita terima dari stimuli lingkungan (Epstein & Rogers, 1995; Goodale, 2000a, 2000b; Kosslyn & Osherson 1995; Pomerantz, 2003 dalam Sternberg, 2009).

Persepsi (perception) melibatkan kognisi tingkat tinggi dalam penginterpretasian terhadap informasi sensorik, persepsi mengacu pada interpretasi hal-hal yang kita inderai (Solso, dkk. 2008). Ketika kita membaca buku, mendengarkan music atau lantunan ayat suci, mencium parfum, termasuk ketika kita mengalami pelecehan seksual atau menerima salah satu bentuk dari pelecehan seksual seperti komentar-komentar tidak senonoh pada postingan social media.

Kejadian-kejadian sensorik tersebut diproses sesuai pengetahuan kita tentang dunia, sesuai budaya, pengharapan, bahkan disesuaikan dengan orang yang bersama kita saat itu, hal-hal tersebut memberikan makna terhadap pengalaman sensorik sederhana-itulah persepsi.

Dampak yang dialami oleh korban pelecehan seksual pasca kejadian tidak bisa hilang dalam sehari saja, tidak mudah untuk dilupakan karena akan menimbulkan salah persepsi dan pemaknaan diri oleh korban terhadap dirinya sendiri dimana, self esteem rendah (penghargaan terhadap dirinya) dan selalu merasa insecure (tidak aman).

Kejadian tersebut sudah masuk ke long term memory (memori jangka panjang) korban, yang dapat menimbulkan trauma pada korban yang menyebabkan otak menjadi kurang berkembang dan fungsinya menjadi tidak teratur seperti pengelolaan emosi. Bukan tidak mungkin bagi korban yang mengalami trauma psikologis yang hebat melakukan hal yang lebih nekat yaitu bunuh diri, karena merasa dirinya tidak berharga lagi, malu terhadap lingkungan sosialnya, dan trauma dengan lawan jenis. Apalagi jika korban pelecehan seksual masih di bawah umur atau anak-anak, dampaknya akan lebih kompleks yaitu mengalami trauma seksualisasi, pengkhianatan, ketidakberdayaan, stigmatisasi.

Mereka para korban pelecehan seksual perlu dirangkul secara emosional agar tidak merasa sendiri. Langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah, walaupun sulit setidaknya untuk mengurangi intensitas kasus pelecehan di tanah air adalah mengeluarkan undang-undang atau peraturan tegas tentang kejahatan seksual, dan memberi sanksi seberat-beratnya untuk memberikan efek jera terhadap pelaku dan membuat calon pelaku berfikir ulang sebelum melakukannya.

Bukan hanya peraturannya yang dipertegas namun aparatur penegak hukum juga harus tegas dan konsisten serta cepat tanggap dalam menjalankan peraturan tersebut. Memisahkan antar gender di sarana prasarana umum, contohnya di bus dipisahkan bagian antara perempuan dan laki-laki. Melakukan sosialisasi pendidikan seks dini pada anak di sekolah-sekolah maupun di jalanan karena anak jalanan juga banyak menjadi korban dari predator seksual.

Melakukan geerakan peduli korban pelecehan seksual seperti #me too yaitu gerakan yang dibumingkan oleh artis Hollywood untuk mendukung dan merangkul perempuan korban pelecehan seksual.

Upaya penanganan dan pemulihan para korban pelecehan seksual, dengan memberikan mereka layanan tenaga psikolog untuk konsultasi dan memulihkan keadaan korban dan mengubah persepsi mereka tentang diri mereka, serta membangun kembali kepercayaan diri dan kepercayaan terhadap individu lain . Dan alangkah baiknya untuk perempuan bisa menjaga diri, atau dibekali kemampuan bela diri, atau jika tidak bisa bela diri, ia bisa menggunakan senjata seperti semprotan air cabai, atau alat setrum. Dan sebaiknya perempuan juga menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup agar tidak memancing kejahatan. Serta kepada yang umat islam upaya yang paling efektif adalah kembali ke syariat, menerapkan apa yang telah dianjurkan dalam Al-Quran dan assunnah.

Referensi:

Solso, Maclin & Maclin. (2008). Psikologi Kognitif Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.

Sternbeg, Robert J. (2008). Psikologi Kognitif Edisi Keempat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

/* Penulis adalah Mahasiswi semester 3 Program Studi Psikologi Islam UIN Imam Bonjol Padang Sumatera Barat,

Loading...
Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,metro,opini,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

MNC Picture Rilis Toko Barang Mantan, Film Berlatar Komedi Romantis

MNC Picture Rilis Toko Barang Mantan, Film Berlatar Komedi Romantis

JAKARTA -- Di bulan romantis Februari, MNC Pictures merilis film Toko Barang Mantan. Film komedi romantis ini mengambil...

Bacabup Pasaman Barat H. Manus Handri Bedah Visi Misi di PBB

Bacabup Pasaman Barat H. Manus Handri Bedah Visi Misi di PBB

PASAMAN BARAT - Partai Bulan Bintang (PBB) cabang Kabupaten Pasaman Barat gelar bedah visi misi Bakal Calon (Bacalon)...

Polres Tanah Datar Kembali Cuduk Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Polres Tanah Datar Kembali Cuduk Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

TANAH DATAR - SatRes Narkoba Polres Tanah Datar kemabali ringkus dua pelaku penyalahgunaan narkotika golongan 1 jenis...

Pemkab Mentawai Lakukan Sertijab Ketua PDD Politeknik Negeri Lampung Rintisan AKN Mentawai

Pemkab Mentawai Lakukan Sertijab Ketua PDD Politeknik Negeri Lampung Rintisan AKN Mentawai

MENTAWAI -- Pemerintah Kabupaten kepulauan Mentawai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hari ini sah melaksanakan...

15 ASN Kab. Solok Pensiun, Bupati Minta SAKIP Dan LKIP

15 ASN Kab. Solok Pensiun, Bupati Minta SAKIP Dan LKIP

KABUPATEN SOLOK -- Sebanyak lima belas Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah daerah Kabupaten Solok...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media