Thursday, 09 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Dharmasraya

Dua Daerah di Sumatera Barat ini Larang Umat Kristen Rayakan Natal?

Rabu, 18 Desember 2019 - 17:22:55 WIB - 1015
Dua Daerah di Sumatera Barat ini Larang Umat Kristen Rayakan Natal?
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


PADANG - Seluruh umat Kristiani di Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung dan Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dilarang menggelar ibadah dan perayaan Natal tahun 2019.

Pemerintah setempat beralasan, perayaan Natal dilarang di dua lokasi itu karena tidak dilakukan pada tempat ibadah pada umumnya.

"Mereka tidak mendapatkan izin dari pemerintah setempat kerena perayaan dan ibadah Natal dilakukan di rumah salah satu umat yang telah dipersiapkan. Pemda setempat beralasan karena situasinya tidak kondusif," ujar Badan Pengawas Pusat Studi Antar Komunitas (PUSAKA), Sudarto dikutip dari laman Covesia dan Suara.com di Padang, Selasa (17/1/2/2019).

Sudarto mengatakan, pelarangan bagi umat Nasrani ini untuk merayakan Natal dan Tahun Baru sudah berlangsung sejak tahun 1985.

"Sudah berlangsung cukup lama (1985), selama ini mereka beribadah secara diam-diam di rumah salah satu jamaat, namun mereka sudah beberapa kali mengajukan izin untuk merayakan Natal, namun tak kunjung diberikan izin. Pernah sekali, pada awal tahun 2000, rumah tempat mereka melakukan ibadah kebaktian dibakar karena adanya penolakan dari warga," kata Sudarto.

Sudarto menilai, larangan tersebut merupakan suatu tindakan melanggar HAM, karena di negara ini setiap umat beragama diberikan kebebasan untuk merayakan hari besar agama masing-masing.

"Saat ini sekitar 210 kepala keluarga (KK) umat Nasrani di Sungai Tambang, yang terdiri dari 120 KK jamaat HKBP, 60 KK Khatolik dan 30 KK GKII. Selama ini merayakan Natal di geraja di Sawahlunto yang harus menempuh jarak 120 kilometer," tegasnya.

BACA JUGA: Ranah Minang Dituding Halangi Umat Kristen Rayakan Natal, Begini Respon Tegas Ketum MUI Sumbar

Karena faktor jarak tersebut, pada akhirnya mereka secara bersama-sama mengajukan izin untuk bisa merayakan Natal di lingkungan mereka tinggal.

"Karena terlalu jauh, mereka kembali mengajukan izin untuk merayakan secara bersama di rumah saja, namun tetap tidak mendapakan izin," kata Sudarto.

Saat ini, Sudarto dan beberapa perwakilan PUSAKA mendatangi Komnas HAM dan Ombudsman untuk mengadukan nasib mereka, agar mendapatkan izin merayakan Natal dan Tahun Baru mereka. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi / Covesia - Suara.com
Tag: daerah,dharmasraya,hukum,indonesia,metro,nasional,sijunjung,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Cegah Covid-19, Team PB Dan Karang Taruna Desa Tuapejat Lakukan Penyemprotan

Cegah Covid-19, Team PB Dan Karang Taruna Desa Tuapejat Lakukan Penyemprotan

MENTAWAI - Mencegah meluas penyebaran Virus Corona, Desa Tuapejat Kecamatan Sipora Utara lakukan penyemprotan...

Hari Kesehatan Dunia 2020 Dihadapkan dengan Pandemi Covid-19

Hari Kesehatan Dunia 2020 Dihadapkan dengan Pandemi Covid-19

Oleh : Reska Caesar Westi Hari Kesehatan Dunia diperingati tiap tahunnya sejak tahun 1948. Organisasi Kesehatan...

Terungkap, Virus Corona di Amerika Ternyata Bukan dari China

Terungkap, Virus Corona di Amerika Ternyata Bukan dari China

INTERNASIONAL - Kecurigaan Presiden Donald Trump bahwa serangan Virus Corona atau COVID-19 yang memperburuk kondisi...

Gawat, Lebih 1 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Corona

Gawat, Lebih 1 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Corona

INTERNASIONAL - Angka kasus pasien terkonfirmasi positif virus corona di seluruh dunia melonjak tajam mencapai hingga...

Akibat Wabah Covid-19, Pilkada 2020 Diundur

Akibat Wabah Covid-19, Pilkada 2020 Diundur

PASAMAN BARAT - Karena adanya wabah virus Corona, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pasaman Barat diundur...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu