Thursday, 09 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Dharmasraya

Terkait Pelarangan Rayakan Natal, Berikut Pernyataan Pemkab Dharmasraya

Rabu, 18 Desember 2019 - 22:57:58 WIB - 9432
Terkait Pelarangan Rayakan Natal, Berikut Pernyataan Pemkab Dharmasraya
Budi Waluyo Kabag Humas Dharmasraya


DHARMASRAYA -- Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan tegas menyampaikan bahwa Pemkab tidak pernah melarang umat agama Kristiani untuk merayakan Natal.

Terkait adanya pemberitaan beberapa media online yang mengangkat isu pelarangan merayakan Natal di dua Kabupaten (Sijunjung dan Dharmasraya) bagi umat Kristiani. Menyikapi pemberitaan tersebut, maka Pemkab Dharmasraya langsung mengambil sikap.

"Pemkab Dharmasraya secara resmi tidak pernah melakukan pelarangan terhadap warga yang melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing masing," ucap Budi Waluyo, selaku Kabag Humas Kabupaten Dharmasraya melalui keterangan tertulis diterima MinangkabauNews.com, Rabu (18/12/2019).

Selanjutnya, Pemkab Dharmasraya harus menghargai kesepakatan antara tokoh masyarakat Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung dengan umat Kristiani yang berasal dari warga transmigrasi di Jorong Kampung Baru, dimana kedua belah pihak sepakat dengan tidak adanya larangan melakukan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing masing di rumah masing masing.

Namun, jika harus melaksanakan ibadah yang sifatnya berjamaah atau mendatangkan jamaah dari tempat lain, maka harus dilakukan di tempat ibadah yang resmi dan memiliki izin dari pihak terkait.

Disampaikan oleh Budi Waluyo, Pemkab Dharmasraya menghindari adanya konflik horizontal antara pemeluk Kristiani di Jorong Kampung Baru dengan ninik mamak Nagari Sikabau, sebagaimana pernah terjadi pada tahun 1999 lalu, karena akan mengakibatkan kerugian di keduabelah pihak.

"Pemkab Dharmasraya mendorong langkah damai dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, dan juga memfasilitasi tercapainya penyelesaian yang baik antara keduabelah pihak," terangnya.

Adapun surat Walinagari Sikabau yang tidak memberi izin untuk penyelenggaraan hari Natal, itu bukan merupakan pelarangan melaksanakan ibadah perayaan hari Natal, melainkan hanya pemberitahuan bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan, tidak melaksanakan ritual peringatan Natal secara berjamaah maupun mendatangkan jamaah dari luar wilayah. (Gul/rel)

Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: dharmasraya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Akankah Tes Cepat Covid-19 Mencegah Penularan Lebih Lanjut?

Akankah Tes Cepat Covid-19 Mencegah Penularan Lebih Lanjut?

Oleh: dr. Hardisman, MHID, PhD Wabah penyakit virus corona (Covid-19) telah menyebabkan semua lapisan masyarakat...

Terungkap Fakta Kanapa Kematian Covid-19 Indonesia Kedua Tertinggi Dunia, Ini Penyebabnya

Terungkap Fakta Kanapa Kematian Covid-19 Indonesia Kedua Tertinggi Dunia, Ini Penyebabnya

NASIONAL - Angka kasus infeksi pasien positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia memang selalu bertambah dari hari...

Antisipasi Corona, Pemko Padang Sediakan Bilik Disinfektan dan Tempat Cuci Tangan di Pasar Pusat

Antisipasi Corona, Pemko Padang Sediakan Bilik Disinfektan dan Tempat Cuci Tangan di Pasar Pusat

PADANG PANJANG -- Pemerintah Kota Padang Panjang menyediakan bilik disinfektan serta tempat cuci tangan sebagai upaya...

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Kakansar Mentawai: Ada 7 Hal yang Harus Diperhatikan

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Kakansar Mentawai: Ada 7 Hal yang Harus Diperhatikan

MENTAWAI - Basarnas Mentawai turut serta terlibat dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kepulauan...

Pernyataan Luhut-Tito-Kominfo Soal Sinar Matahari Bisa Bunuh Corona, Siapa yang Benar?

Pernyataan Luhut-Tito-Kominfo Soal Sinar Matahari Bisa Bunuh Corona, Siapa yang Benar?

NASIONAL - Ada topik yang mengemuka di negeri tropis ini, yakni virus Corona vs panas sinar matahari. Pihak yang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu