Sunday, 29 Mar 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Saksi Ahli: 85 Persen Luas Mangrove Masih Dalam Kondisi Baik

Kamis, 19 Desember 2019 - 23:31:41 WIB - 604
Saksi Ahli: 85 Persen Luas Mangrove Masih Dalam Kondisi Baik
Sidang lanjutan kasus pengrusakan hutan magrove mandeh di pengadilan negeri padang (Ist)


PESISIR SELATAN -- Saksi ahli persidangan pengrusakan Mangrove di Mandeh mengungkapkan, 85 persen luas Mangrove di lahan terdakwa masih dalam kondisi baik.

"Acuannya Keputusan Menteri Kehutanan nomor 201 Tahun 2004 tentang Kriteria Baku Kerusakan Mangrove. Saya pernah dikonfrontir soal itu," ujar Roki Afriadi, peneliti bidang Mangrove alumni Jurusan MIPA Unand Padang, Kamis (19/12/2019) di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Padang.

Secara keseluruhan, kata Roki, luasan Mangrove yang rusak hanya 15 persen, dari 2,6 Hektare di wilayah terdakwa. Artinya, yang berkondisi baik sekitar 2,26 Hektare.

Menurutnya, pola penghitungan yang dipakai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak mengacu pada Keputusan Menter nomor 201 tahun 2004. Mereka hanya mengitung yang rusak saja. Dalam Keputusan Menteri, Mangrove berkondisi baik jika kondisinya di atas 75 persen.

"Jadi, kerusakkan yang sebenarnya hanya 0,39 Hektar atau hanya 15 persen saja dari total luasan lahan terdakwa yang rusak," tuturnya.

Lebih dari itu, lanjutnya, dari yang rusak itu masih bisa tumbuh secara alami. Itu pun sudah terbukti. Namun, masalah waktu kapan tumbuh secara keseluruhan, tergantung alam.

Pemeriksaan juga menganggedakan pemeriksaan terdakwa. Hakim bertanya, apakah saudara terdakwa masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pesisir Selatan?

Terdakwa menjawab, iya. Akan tetapi, sejak masalah ini bergulir, para Kepala Organisasi Perangkat Dinas (OPD) sudah tidak pernah menganggapnya lagi.

Bahkan, terdakwa mengaku, untuk konsultasi terkait masalah itu saja tidak pernah diacuhkan OPD terkait, sehingga sulit untuk koordinasi.

Usai pemeriksaan, salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendatangi terdakwa. Matanya berkaca-kaca.

Tergambar penyesalan dari raut wajahnya. Ia minta maaf pada terdakwa sambil mengakui kalau dirinya baru tau permasalahannya seperti itu. Usai persidangan, JPU memeluk terdakwa.

Sebelumnya, pada sidang ke-13 dua Pakar Hukum Lingkungan masing-masing dari Universitas Indonesia dan Universitas Andalas juga membantah pola penghitungan kerusakkan yang disampaikan saksi ahli JPU. (Rio/*)

Editor/Sumber: Rio Irawan
Tag: painan,pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Warning, Kabupaten Solok Masuk Prioritas Nasional Penanganan Stunting

Warning, Kabupaten Solok Masuk Prioritas Nasional Penanganan Stunting

KABUPATEN SOLOK -- Warning, Kabupaten Solok masuk prioritas Nasional penanganan stunting. Hal ini berdasarkan surat...

Terus Bertambah, Inilah 10 Provinsi di Indonesia dengan Pasien Terinfeksi Corona Terbanyak

Terus Bertambah, Inilah 10 Provinsi di Indonesia dengan Pasien Terinfeksi Corona Terbanyak

NASIONAL - Jumlah pasien positif corona di Indonesia terus bertambah. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan...

Pemkab Solok Himbau Untuk Taat Bayar Pajak

Pemkab Solok Himbau Untuk Taat Bayar Pajak

KABUPATEN SOLOK -- Pemerintah Kabupaten Solok mengimbau para wajib pajak untuk taat membayar pajak. Pajak merupakan...

Polda Sumbar Ungkap 96 Kasus Narkoba Sepanjang 2020

Polda Sumbar Ungkap 96 Kasus Narkoba Sepanjang 2020

PADANG -- Dalam kurun waktu 2 bulan di tahun 2020, jajaran Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan...

Massa Mahasiswa di Padang Demo Tolak Omnibus Law

Massa Mahasiswa di Padang Demo Tolak Omnibus Law

PADANG -- Ratusan Massa mahasiswa gabungan universitas menggelar unjuk rasa menolak RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu