Tuesday, 18 Feb 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Sudut Pandang Konservasionist Terhadap Perubahan Status Pendidikan Tinggi

Kamis, 26 Desember 2019 - 22:37:07 WIB - 558
Sudut Pandang Konservasionist Terhadap Perubahan Status Pendidikan Tinggi
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


Oleh: Firman Syukri dan Fadilaturahmah

Susunan menteri Kabinet Indonesia Maju diumumkan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden Maruf Amin pada 23 Oktober 2019 di Istana Negara. Sosok Nadiem Makarim mencuat perhatian berbagai kalangan, dikarenakan CEO Go-Jek ini diamanahkan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2019-2024. Ada rupa yang tampak berbeda dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada kabinet ini yaitu pendidikan tinggi kini kembali masuk kedalam Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan tidak lagi bergabung dengan Kementrian Riset.

Perubahan ini menuai pro dan kontra berbagai kalangan masyarakat terutama perguruan tinggi sendiri dan juga pemerhati lingkungan. Pendidikan tinggi yang dijadikan dibawah nauangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengakibatkan perubahan pada kop surat yang telah berlaku di Universitas-universitas yang ada di Indonesia. Hal ini tentu menambah beban pekerjaan dan anggaran dana pihak universitas untuk mengganti kop surat yang masih berlaku dari Kementrian Riset Dikti menjadi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun, inti permasalahannya terletak pada penggunaan kertas yang akan meningkat secara signifikan untuk mengganti kop surat yang sesuai dengan perubahan status Pendidikan tinggi ini, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pesanan kertas yang melunjak drastis. Menurut perkiraan lebih milyaran anggaran negara dikucurkan untuk mencetak kop surat baru, sementara di lain sisi kita bisa melirik banyak masyarakat Indonesia yang masih butuh uluran tangan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat, tetapi anggaran pemerintah banyak dikucurkan hanya untuk menggantikan kop surat Kemendikbud yang baru.

Keberadaan dokumen dengan kop surat yang telah diperbarui tentunya akan menggantikan keberadaan dokumen sebelumnya. Timbul pertanyaan mau dikemanakan surat dengan kop lama? Apakah akan dijual saja ke tukang jual ikan asin dengan harga yang sangat murah? Ataukah kertas bekas dengan berat puluhan ton itu akan menjadi sampah saja?.

Sampah kertas adalah suatu masalah besar yang perlu diperhatikan dalam kelestarian lingkungan hidup. Permasalahan sampah kertas tidak dapat dipisahkan dari strategi pengelolaannya yaitu penerapan konsep 3R (reduce, reuse, dan recycle).

Dari kacamata konservasionis, kertas harus dipandang sebagai sumberdaya yang berharga, sehingga pemanfaatannya pun harus dilakukan sebijak mungkin. Dalam mengurangi (reduce) pemakaian kertas meliputi pemakaian kertas seperlunya saja, menghindari pemakaian kertas yang berlebihan, dan mencetak tulisan timbal balik. Adapun untuk menggunakan kembali (reuse) kertas dapat dilakukan dengan penggunaan kardus bekas untuk fungsi yang lain.
Sedangkan dalam daur ulang kertas (recycle), kertas dapat didaur ulang menjadi barang yang bernilai seni tinggi, ditangan orang yang memiliki nilai seni yang tinggi sampah kertas bisa disulap menjadi produk yang bernilai fantastis, atau bahan baku pulp kualitas rendah.

Kertas adalah salah satu produk sumber daya alam hayati dengan bahan baku berupa kayu. Untuk menghasilkan 1 rim (500 lembar) kertas diperlukan pohon yang berusia lebih dari 5 tahun. Hal ini tentunya bukan waktu yang singkat dan ironisnya sebagian besar kita belum meamanfaatkan kertas dengan bijak serta masih banyak terdapat perilaku pemborosan kertas.

Menggunakan kertas dengan boros sama artinya dengan mengikis kekayaan alam dan menebang pohon untuk hal yang sia-sia. Dengan penggantian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang baru dapat dibayangkan berapa banyak pohon yang setara nilainya dengan sebuah kop surat yang baru. Kementrian Pendidikan baru maka kop surat pun juga harus baru pula, maka pohonpun harus siap ditebang lebih banyak lagi.

Akhir-akhir ini memasuki musim penghujan tingkat tinggi, wajar saja kita lihat diberbagai daerah sungai meluap itu hal yang wajar, banjir biasa terjadi salah satunya penebangan pohon yang berlebihan sehingga tanah tidak mampu menampung debit air yang terlalu besar, akibat permintaan kertas yang melunjak drastis salah satunya penggantian kop surat inilah contohnya.

Permintaan yang tinggi akan kertas memaksa para para produsen kertas memesan kayu dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi permintaan konsumen, produsen rela menebang pohon untuk memenuhi kebutuhannya, peran konservasionist pemerhati lingkungan lah yang berperan dalam memberikan masukan dan pengertian dalam menebang pohon dengan mempertimbangkan ligkungan disekitarnya, apabila para produsen tidak juga mengikuti apa yang telah disarankan bersiap-siap saja untuk terendam saat musim penghujan tiba.

Apabila kita dapat menggunakan kertas dengan bijak, maka kita sama dengan menghemat pohon yang akan ditebang untuk menghasilkan kayu. Menggunakan kembali sisa kertas dengan kop surat Kementrian Pedidikan yang lama dengan memakai kertas timbal balik dan memanfaatkan kertas yang ada. Dan yang tidak kalah pentingnya kegiatan menghemat penggunaan kertas dan bijak dalam menggunkan kertas merupakan bentuk dalam menjaga lingkungan dan salah satu langkah membantu pemerintah dan diri kita sendiri menghindari bencana banjir dan tanah longsor yang selalu menghantui.
(*)

/* Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Biologi Angkatan 2017, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.

Loading...
Editor/Sumber: Reza S
Tag: indonesia,metro,nasional,opini,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Cabuli Murid SD, Oknum Kepala Sekolah di Mentawai Diringkus Polisi

Cabuli Murid SD, Oknum Kepala Sekolah di Mentawai Diringkus Polisi

MENTAWAI - Tim Penyidik Polisi Sektor (Polsek) Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera...

Padang Dilanda 777 Bencana Alam Selama 2019, Pohon Tumbang Mendominasi

Padang Dilanda 777 Bencana Alam Selama 2019, Pohon Tumbang Mendominasi

PADANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Kota Padang menyebut jumlah bencana alam selama 2019 mencapai 777...

Persoalan Lahan Sudah Selesai, Bandara Rokot Mentawai Akan Segera Dimulai

Persoalan Lahan Sudah Selesai, Bandara Rokot Mentawai Akan Segera Dimulai

MENTAWAI - Setelah tarik ulur antara Mentawai - Wamena, kini pembangunan Bandara Rokot di rencanakan akan dimulai pada...

Pemerintah Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi, DPR: Jangan Ketergantungan Dengan China

Pemerintah Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi, DPR: Jangan Ketergantungan Dengan China

...

Resmikan BLK Ponpes Darussalam, Bupati: Semoga Dapat Meningkatkan SDM Siswa

Resmikan BLK Ponpes Darussalam, Bupati: Semoga Dapat Meningkatkan SDM Siswa

DHARMASRAYA - Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan meresmikan Operasional Gedung Baru Balai Latihan Kerja...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media