Tuesday, 28 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Indonesia vs Tiongkok di Natuna, Gerindra: Prabowo Lebih Mengerti Keadaan Kekuatan Militer Kita

Sabtu, 04 Januari 2020 - 16:44:40 WIB - 26478
Indonesia vs Tiongkok di Natuna, Gerindra: Prabowo Lebih Mengerti Keadaan Kekuatan Militer Kita
Kapal Patroli Tiongkok di Perairan Natuna (Foto: Dok. Istimewa)


NASIONAL - Wakil ketua umum Gerindra, Arief Poyuono menanggapi pernyataan Prabowo terkait batas wilayah Natuna dengan China. Menurut dia, Menteri Pertahanan (Menhan) RI tersebut, tidak sepenuhnya santai terkait permasalahan klaim tersebut.

"Ya. Pak Prabowo kan lebih mengerti keadaan kekuatan militer kita, kalau jalan Perang atau konfrontasi militer akan banyak mudaratnya," ujar dia, Sabtu (4/1).

Oleh sebab itu, dia menilai bahwa pernyataan yang dilontarkan Prabowo yang cenderung santai itu sudah sesuai dengan visi Presiden Jokowi. Di mana, jalur diplomasi terhadap RRC dalam permasalahan Natuna akan lebih diutamakan.

Ia tak menampik bahwa memang ada perbedaan pendapat antara Prabowo dan Luhut yang lebih setuju untuk membeli kapal besar untuk berjaga di perairan Natuna. Akan tetapi, pembelian kapal besar, ia nilai hanya untuk patroli.

"Mungkin usul Pak Luhut, dengan Kapal yang besar dan cepat, nantinya mampu menciptakan Maritime surviellance kita. Dan bukan untuk Perang," ungkap dia dikutip dari laman Republika.co.id.

Lebih jauh, dia mencontohkan bahwa hal serupa terkait Natuna juga pernah terjadi antara RRC dengan Filipina. Di mana permasalahan utama berupa sengketa Laut China Selatan terjadi.

"Sudah ada kan contoh negara tetangga kita yaitu Filipina, Filipina membawa kasus tersebut ke Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag, Belanda," kata dia.

Dalam prosesnya, dia menyatakan bahwa berdasarkan putusan tersebut, China tak memiliki hak historis atas sumber daya di area nine-dash line. Sehingga membuatnya melanggar kedaulatan Filipina.

Oleh sebab itu, dia menyerahkan semuanya pada Menhan Prabowo, yang juga Ketua Umum Gerindra itu. Terlebih, mengutip Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), menurut dia keputusan yang dikeluarkan oleh tribunal arbitrase, juga telah didaulat oleh masing-masing negara. (rep)

Loading...
Editor/Sumber: Romeo/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,internasional,metro,nasional,peristiwa

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Untuk Membahas Hal Ini, Dinas Porapar Padang Panjang Dikunjungi Komisi V DPRD Sumbar

Untuk Membahas Hal Ini, Dinas Porapar Padang Panjang Dikunjungi Komisi V DPRD Sumbar

PADANG PANJANG -- Komisi V DPRD Sumatera Barat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Pemuda Olahraga dan...

Ribuan Jemaah Padati Tabligh Akbar UAS di Islamic Center Padang Panjang

Ribuan Jemaah Padati Tabligh Akbar UAS di Islamic Center Padang Panjang

PADANG PANJANG -- Ribuan jemaah dari berbagai penjuru di Kota Padang Panjang memadati Islamic Center, Jumat,...

Bawaslu Pasaman Himbau ASN Agar jaga Netralitas

Bawaslu Pasaman Himbau ASN Agar jaga Netralitas

PASAMAN - Bawaslu sudah sudah menyurati Bupati Pasaman untuk diteruskan kepada kepada jajarannya khususnya ASN...

Waspada Virus Corona, 174 Wisatawan asal China Mendarat di Padang

Waspada Virus Corona, 174 Wisatawan asal China Mendarat di Padang

PADANG - Sebanyak 174 turis asal Kunming, China, tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Minggu...

Syafruddin, Mantan Wabup Dharmasraya Tutup Usia

Syafruddin, Mantan Wabup Dharmasraya Tutup Usia

DHARMASRAYA -- Bapak H. Syafruddin., R. Wakil Bupati Dharmasraya periode 2010-2015 atau yang biasa di sapa Wo Syaf...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media