Tuesday, 28 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Payakumbuh

Inilah Motif Pembunuhan Wanita Cantik dalam Rumah Kontrakan di Payakumbuh

Kamis, 09 Januari 2020 - 16:58:55 WIB - 11643
Inilah Motif Pembunuhan Wanita Cantik dalam Rumah Kontrakan di Payakumbuh
Penyidik Polres Payakumbuh menggelar tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan wanita cantik di Mapolres Payakumbuh, Kamis (9/1) siang.


PAYAKUMBUH - Kasus pembunuhan seorang wanita cantik di rumah kontrakan di Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh terkuak setelah polisi berhasil menangkap pelaku, Kamis (9/1) dini hari. Menurut keterangan tersangka, Jali Hamid (26) kepada penyidik, pembunuhan itu ia lakukan karena motif cemburu dan sakit hati.

"Saya sakit hati, karena istri saya itu sering merendahkan dan melecehkan saya karena bekerja serabutan. Saya malam kejadian itu juga sempat bertengkar, karena melihat ia (korban) chatting dengan seorang pria," cerita Jali Hamid (26), ketika jumpa pers kasus pembunuhan yang dilakukannya di Mapolres Payakumbuh, Kamis siang.

Di hadapan Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan, para perwira kepolisian serta puluhan wartawan, Jali yang tubuhnya dipenuhi tatto sempat diberi waktu menceritakan kronologis kejadian. Sambil menundukkan kepala dengan suara tersekat, ia pun menceritakan awal mula peristiwa malam nahas tersebut.

Menurut pria yang sehari-hari bekerja menjadi sopir mobil angkut sayur itu, dirinya nekat menghabisi nyawa istri sirinya, Mutiara Putri (20), karena malam itu ia terlibat cekcok mulut dan pertengkaran hebat dengan korban. Dia melakukan aksi pembunuhan pada Selasa (7/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB, ketika adik korban, M Reza Faripi (19) sedang tidak berada di rumah.

Jali menyebut selain istrinya, ia juga tinggal di rumah kontrakan itu bersama adik iparnya. Korban, dikatakan tersangka, kepada dirinya sempat meminta sejumlah uang untuk membayar tunggakan kredit motor. Karena tidak punya uang cukup, tersangka pun tidak mengiyakan permintaan tersebut.

"Istri saya itu kesal lalu memaki-maki saya dengan nada kasar. Ia sampai mengatakan, kalau tidak punya uang, silahkan saja pergi dan jangan tinggal lagi di rumah ini. Saat itu, di kamar tidur saya tak sengaja melihatnya sedang pegang HP, chatting di WA dengan laki-laki lain," tutur tersangka Jali.

Melihat chatting tersebut, Jali langsung menanyakan lalu merebut HP androit yang dipegang korban. Hanya saja, korban mengelak lalu berusaha menghapus isi chatting tersebut. Tak hanya itu, korban juga sempat menampar pipi kemudian mencakar bahunya hingga terluka.

Merasa tak dihargai, Jali pun naik pitam dan langsung memiting leher korban sekuat tenaga. Korban pun merenta melepaskan diri, tapi tidak dilepaskan oleh tersangka. Jali mengaku, sambil memiting ia sempat meraih handuk dan tali kemudian menyumpal mulut korban. Adapun kaki dan tangan Mutiara Putri, juga diikat agar tidak meronta dan kabur ke luar rumah.

Tersangka yang mengaku kalap, kemudian mencekik leher korban hingga lemas, kemudian menutup mulutnya menggunakan lakban bening. Tak lama, tersangka menyadari, kalau korban sudah tidak bergerak. Ia pun ketakutan lalu pergi meninggalkan rumah kontrakan.

"Sebelum pergi, saya menghubungi adik ipar saya, M Reza Faripi, memberi tahu kalau saya bersama Mutiara Putri tidur di Taram. Saya juga minta ia tidur di rumah temannya saja, karena kunci rumah saya bawa," aku Jali. Dalam keterangnnya itu, Jali sempat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota keluarga korban atas perbuatannya.

"Saya tidak ada niat sedikit pun untuk melakukan pembunuhan ini. Saya emosi dan kalap, karena sakit hati dan cemburu karena istri saya sering merendahkan saya, dan saya cemburu karena melihatnya chatting dengan pria lain. Saya minta maaf," kata Jali dengan suara serak dan menangis.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan, memastikan pihaknya masih mendalami kasus pembunuhan wanita cantik pekerja kafe tersebut. Saat ini, penyidik Satreskrim sudah mengamankan sejumlah barang bukti, berupa pakaian, tali, handuk serta sejumlah peralatan yang digunakan tersangka melakukan pembunuhan.

Termasuk mendalami serta memintai keterangan para saksi. "Ada sebanyak 4 orang saksi kita periksa intensif, untuk dimintai keterangan. Tersangka, sementara kita jerat dengan pasal 338 UU KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tutur Dony Setiawan. (akg)

Loading...
Editor/Sumber: Rino Chandra
Tag: hukum,kriminal,payakumbuh,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Inilah Pesan Guspardi Gaus kepada MenPAN-RB terkait Kesejahteraan Honorer K2

Inilah Pesan Guspardi Gaus kepada MenPAN-RB terkait Kesejahteraan Honorer K2

PADANG -- Guspardi Gaus bersama Anggota Komisi 2 DPR-RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)/dengan Kementerian...

Heboh Kasus Pelajar Bunuh Begal yang Didakwa Seumur Hidup, Begini Reaksi Hotman Paris

Heboh Kasus Pelajar Bunuh Begal yang Didakwa Seumur Hidup, Begini Reaksi Hotman Paris

NASIONAL - ZA, seorang pelajar di Malang didakwa hukuman seumur hidup karena membunuh begal. Ia membunuh begal yang...

Dubes Cina Xiao Qian: Perairan Natuna Milik Indonesia, Kami Tak Masalahkan

Dubes Cina Xiao Qian: Perairan Natuna Milik Indonesia, Kami Tak Masalahkan

NASIONAL - Duta Besar (Dubes) Cina untuk Indonesia Xiao Qian menyatakan Perairan Natuna sebagai wilayah teritorial...

Satresnarkoba Pariaman Ungkap Paket Narkoba Dikirim via Paket Jasa Titip Barang

Satresnarkoba Pariaman Ungkap Paket Narkoba Dikirim via Paket Jasa Titip Barang

PARIAMAN -- Tim 3Can Satresnarkoba mengamankan dua paket Ganja kering dalam kardus, di Nagari Limau Purut, Kota...

Dinkes Mentawai Imbau Masyarakat Agar Tetap Perhatikan Kualitas Air Minum Isi Ulang

Dinkes Mentawai Imbau Masyarakat Agar Tetap Perhatikan Kualitas Air Minum Isi Ulang

MENTAWAI -- Terkait hebohnya Depot Air Minum isi ulang dengan kualitas air yang sekarang mulai berkurang, Kepala Dinas...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media